
"Ma-s....apa kamu yakin ini anak mu?" tanya Dara pada David dia takut David justru tak mau bertanggung jawab dengan kehamilan nya.
"Sayang, terakhir kamu haid saat bersama ku di apartemen dan setelah itu suami kamu tidak pernah pulang lagi artinya itu anak ku kan" jawab David menatap Dara yang terlihat gugup.
"Aku takut kamu meninggal kan ku" ungkap Dara jujur
"Hahaha....... tidak akan sayang,mas sangat mencintai kamu penjelasan dokter tadi sudah cukup menjelaskan kalau itu anak mas, karena mas yang merasakan semua nya"
"Terima kasih mas" ujar Dara memeluk tubuh David dan mencium bibir kekasih nya ini perlahan, David menyambut baik ciuman Dara bahkan meremas p*y*d*ra Dara membuat perempuan cantik ini mendesah.
"Mas......"
"Sayang,mas takut menyakiti anak kita" bisik David
"Aku yang di atas mas" jawab Dara pelan,dan terdengar seksi bagi David kini keduanya sudah di landa nafsu hingga melakukan nya lagi.
***
Dara menghidupkan ponsel nya setelah malam hari dan banyak pesan masuk terutama dari Ranti dan Ratih sang sahabat.
__ADS_1
"Bu Kia marah loe nggak masuk tanpa keterangan" pesan Ratih
"Ra,,,loe di mana? nggak masuk?" tanya Ranti
"Astaga gue lupa" batin Dara, karena tergesa-gesa bertemu Heri dia lupa untuk izin kepada pak Rudi dan bu Kia.
"Sayang,aku minta maaf,aku harus kembali ke Lombok,aku mohon kamu pikir kan ulang lagi Ra, kesalahan ku masih bisa di maafkan, ingat Keluarga kita di kampung,janji kita untuk buka usaha bersama Ra, semua nya akan terlaksana kalau kita masih bersama" pesan Heri membuat Dara mencibir kecil.
"Ra...kata bu Kia kalau besok loe nggak masuk gaji loe di potong separuh nya,kalau nggak terima loe bakal di pecat" pesan Ratih lagi
"Dara......loe di mana? gue bingung jawab sama di gembrot ini" lanjut Ratih membuat Dara tersenyum kecil, ada-ada saja julukan yang di berikan sahabat nya untuk bu Kia sang pengawas.
"Ratih mas, kata nya bu Kia marah aku tadi nggak masuk" jawab Dara meletakkan kembali ponsel nya di nakas dan masuk kembali ke dalam selimut.
"Cup....Cup" David mencium perut Dara yang polos tanpa sehelai benang pun
"Anak papa baik-baik di sana ya,jangan nakal"
"Geli mas"
__ADS_1
"Sayang, nggak usah kerja lagi ya"
"Kenapa?"
"Kasihan dedek nya di bawa kerja,capek"
"Mas,kerja nya juga ringan kok,cuma masukin jam dalam plastik nggak capek juga" jawab Dara
"Mas takut kamu lelah terus makan nya nggak terjaga gitu"
"Tapi aku masih mau kerja mas,kan bosan kalau di apartemen mulu nunggu kamu pulang, kecuali sudah ada dedek nya nanti baru berhenti"jelas Dara
"Ya sudah tapi setiap siang kamu harus ke ruangan mas, untuk minum susu hamil dan makan siang bergizi,mas nanti akan pesan kan khusus makanan ibu hamil biar anak mas sehat" ujar David menggosok kecil perut Dara yang masih datar.
"Mas, tuhan itu sayang ya sama aku,dia kirim kamu sebagai jawaban ku selama ini, padahal awalnya kepaksa loe karena kamu ancam tapi sekarang malah ketagihan" ucap Dara terkekeh geli mengingat pertama kali pertemuan mereka.
"Apa sih yang kamu suka dari aku mas?" tanya Dara serius
"Kamu mirip almarhumah mama sayang, awalnya mas hanya terobsesi dengan mu tapi makin kesini mas makin nggak bisa jauh, jujur mas bukan orang yang suci sayang,tapi sejak ada kamu di kehidupan ku seakan semua bayangan kelam hilang dan berganti dengan kamu, sehari tak bertemu kamu bisa gila mas sayang, apalagi akan ada anak di tengah-tengah kita apapun akan mas lakukan untuk kamu"jawab David membuat Dara meleleh,saat ini dia berada di tangan lelaki yang tepat, tidak peduli kata dunia yang jelas dia ingin bahagia bersama David ayah dari anak yang dia kandung.
__ADS_1