
"Aaarrrgggg,,,sial... brengsek!!!" pekik Heri kesal.
"*****......binal.... murahan...L****" bermacam-macam umpatan di keluarkan Heri karena kesal,Rania benar-benar sudah menghancurkan hidup nya,Andai saja dia menceraikan Rania saat akan menikahi Dara tidak akan mungkin hidup nya begini sekarang, mungkin dia dan Dara akan bahagia dengan uang hasil kerja nya, mereka bisa membuka usaha di kampung sesuai dengan impian mereka tapi sekarang zoonk,Dara sudah di pinang lelaki kaya raya.
Heri meremas rambut nya kasar,apa yang harus dia lakukan sekarang kembali pada Rania rasa nya sangat jijik, bahkan Heri tidak yakin itu anak nya.
****
"Kenalkan ini Dara pa" ujar David mengenalkan sang istri pada papa nya,Pak Haris sedikit terdiam dia melihat Mendiang Claudia istri nya dulu ada dalam diri Dara sang menantu.
"Clau-"
"Dara om" potong Dara menjulur kan tangan nya.
"Pa...." panggil David
"Maaf,,,papa hanya-"
"Aku tau pa, karena itu juga yang aku rasakan saat pertama kali bertemu Dara, mungkin ini yang di katakan mirip tapi tak sedarah" ujar David sedikit terkekeh
"Mata nya persis mendiang mama mu, cantik"
Dara hanya tertunduk mendengar pujian sang mertua.
"Jangan panggil Om, panggil papa.Kalian sudah makan?" tanya pak Haris
"Sudah pa,hari ini kami mau melihat rumah di kawasan perumahan elite yang ada di selatan"
__ADS_1
"Kenapa harus beli rumah Vid, rumah papa cukup besar,kalian bisa tinggal di sini bukan?"
"Tidak pa,aku takut Dara tidak nyaman, apalagi dengan kondisi dia hamil,kami butuh privasi dan Dara butuh ketenangan" jawab David dan Pak Haris tau ke mana arah pembicaraan anak nya ini sudah pasti Miranda.
Miranda yang baru turun menggunakan dress bunga pink dan menenteng tas Hermes keluaran terbaru, penampilan nya sangat rapi dan cantik.
"Pa.....aku pamit dulu" ujar Miranda tanpa melihat siapa yang datang
"Sayang, kemari dulu,ini kenal kan istri David" ucap pak Haris membuat Miranda menghentikan langkahnya
Istri David, kapan anak tiri nya ini menikah, kenapa tanpa sepengetahuan dirinya?? pikir Miranda melangkah ke arah David dan Dara.
Deg....
Dara menatap wajah Miranda lekat,dia seperti mengingat sesuatu tapi di mana batin Dara mencoba mengingat.
"Sayang kenalkan ini ibu tiri ku, Miranda" David memperkenalkan Miranda
"Sayang,ayo....dia menantu mu" ujar pak Haris pelan mau tak mau Miranda menerima jabatan tangan Dara
"Miranda"
"Dara"ucap Dara pelan
"Seperti nya kita pernah bertemu" lanjut Dara tapi tidak di tanggapi oleh Miranda
Miranda segera menarik tangan nya dari Dara dan segera pergi.
__ADS_1
"Sial.... kenapa David bisa menikah ya,mana muda cantik lagi,dia mana dia menemukan perempuan itu" kesal Miranda setelah sampai di dalam mobil.
Miranda juga mencoba mengingat di mana dia bertemu Dara, tiba-tiba terlintas pertemuan pertama mereka membuat Miranda menutup mulut nya.
"Maaf kan ibu sambung mu ya Ra,dia memang seperti itu tapi sejatinya dia perempuan baik" bela pak Haris dan di anggukki Dara.
"Apa rumah nya sudah ada?"
"Sudah ada tiga pilihan pa, tinggal Dara mau yang mana saja nanti,aku takut kalau kami terus di apartemen justru membuat Dara bosan,papa tau sendiri kan kehidupan di apartemen bagaimana, tidak ada sosialisasi antar tetangga"jelas David dan diangguki Pak Haris
"Mana baik nya saja Vid,papa mendukung mu"
"Terima kasih pa"
****
"Mas,,, beneran dia ibu tiri mu?" tanya Dara penasaran saat mereka sudah pulang dari rumah papa David
"Iya sayang,,,kenapa? kamu tidak percaya papa bisa memiliki istri muda"
"Bukan begitu mas, a-ku-aku seperti pernah bertemu dia" ungkap Dara
"Wajah nya memang pasaran sayang,jangan di pikirkan" jawab David tersenyum manis sambil melihat wajah sang istri dan sesekali David menarik tangan Dara lalu mencium nya sekilas membuat Dara tak bisa mengingat lagi di mana dia bertemu ibu tiri suami nya ini.
"Nanti rumah nya jangan yang terlalu gede mas,aku takut kalau kamu tinggal ke kantor"
"Ada pembantu dan satpam serta tukang kebun sayang,dua bodyguard mu juga akan selalu ada, nanti mas mau tambah satu lagi asisten kamu untuk membantu perlengkapan kamu nanti, apalagi kalau melahirkan pasti akan sulit"jelas David
__ADS_1
"Kenapa terlalu banyak mas? buang-buang uang saja untuk menggaji mereka" protes Dara
"Tidak masalah sayang yang terpenting itu kamu soal uang itu urusan mas" ujar David membuat Dara tersentuh,suaminya ini sangat perhatian pada nya.