
"Sayang maaf kan aku,aku bisa jelaskan semua ini" pesan Heri tapi tak di gubris oleh Dara
Heri menghubungi Dara beberapa kali tapi tak diangkat oleh calon istri CEO ini karena Dara dan David sibuk dengan aktivitas panas mereka.
David terus memacu rudal nya pelan karena saat ini sang kekasih ada di bawah tubuh nya, David memandangi wajah calon istri nya ini penuh cinta,ntah kenapa dia bisa tergila dengan pesona perempuan mungil ini.
"Sayang,mas akan cari pengacara hebat untuk proses perceraian kamu,agar cepat selesai" ujar David memeluk tubuh Dara setelah aktivitas panas mereka.
"Terserah kamu saja mas yang jelas aku mau cepat selesai,aku tidak ingin lagi bertemu lelaki pecundang itu"jawab nya sambil memejamkan matanya karena kelelahan.
****
"Pak setelah ini saya bisa cuti?" tanya Heri,hati nya tidak tenang memikirkan nasib pernikahan nya dan Dara, jujur Heri mulai tertarik pada Fisik Dara beberapa bulan belakangan ini dan Dara juga jago dalam urusan Ranjang, apalagi Dara sekarang bekerja tidak menyusahkan Heri hingga berbeda jauh dengan Rania,hanya saja sekarang Rania hamil anak nya membuat Heri tidak bisa melepaskan perempuan itu, bagaimana pun juga dia harus bertanggung jawab atas anak nya.
"Jika kamu ingin cuti saat istri mu melahirkan nanti kamu tidak bisa cuti lagi Ri" jawab sang atasan
"Saya ada urusan penting pak"
"Jika kamu bersedia dengan syarat nya selesai jadwal Tony kamu bisa ajukan Cuti"
__ADS_1
"Terima kasih pak" jawab Heri segera pamit
Tiba-tiba terlintas di benak Heri untuk meminta Dara hamil,bukan nya Dara juga menginginkan kehamilan.
"Ya aku akan minta Dara melepaskan KB nya agar dia bisa hamil dan Dara tidak bisa lepas dari ku" gumam nya tersenyum tipis
Toh sekarang Dara dan Rania sudah sama-sama tau kalau mereka istri pertama dan kedua jadi Heri akan berusaha adil membagi waktu dan uang belanja nya.
****
David terus menciumi bibir Dara membuat perempuan cantik ini mendorong pelan tubuh sang kekasih.
"Sayang, mas tidak bisa jauh" rengek David membuat Dara jadi serba salah, tidak mungkin dia tidak ke kantor pagi ini pasti bu Kia akan marah, meskipun dia dan David berpacaran tapi tidak ada yang tau dan dalam bekerja pun harus profesional.
"Nanti siang aku ke ruangan mas " bujuk Dara
"Beneran ya,janji"
"Iya sayang ku" jawab Dara tersenyum kecil sambil mencubit pipi David lalu keluar dari mobil dengan merapikan penampilan nya.
__ADS_1
Hati Dara memang sedikit tenang saat ini karena hubungan nya dan David hampir menemukan titik temu tapi Dara juga tidak bisa seenaknya karena bisa saja Heri menuduh nya berselingkuh jika tau hubungan nya dengan David, meskipun itu benar akan mempersulit perceraian mereka nanti, apalagi jika Heri tau David seorang pengusaha kaya raya dia bisa memanfaatkan situasi jadi sebisa mungkin Dara harus hati-hati.
David berjalan sedikit lemas,ntah kenapa beberapa hari ink dia kurang bersemangat dan hanya bersemangat jika di sebelah Dara.
"Pagi pak" sapa Bella sang sekretaris
"Hmmm"
"Pak..." panggil Bella mendekat pada David
"Surat kontrak dari Pt-"
"Huek ....huek... menjauh " pekik David membuat Bella bingung saat melihat atasannya menutup hidung
"Kamu bau" ucap David berjalan cepat masuk ke dalam ruangan nya membuat Bella menciumi tubuh nya sendiri.
"Harum! parfum nya juga sama seperti kemarin-kemarin,kenapa pak David" gumam Bella heran.
David mengambil minyak angin dalam tas nya lalu menggosok kan di hidung,tadi Dara sempat meletakkan minyak angin tersebut untuk antisipasi kalau-kalau dia mual lagi.
__ADS_1