
Lepaskan saya pak,lepas saya tidak tau apa-apa,pa tolong saya pa!!" teriak Miranda
"Kalian tidak berhak menangkap saya karena saya tidak bersalah" ujar nya lagi masih berontak tapi polisi tidak menggubrisnya sama sekali.
"Pak akan kami proses lebih lanjut untuk kasus ini" ucap salah satu polisi pada pak Haris
"Pa.... tolong aku pa" pekik Miranda
"Ikut saja dulu,nanti papa akan menyusul" ucap pak Haris mencoba menenangkan Miranda yang terus berontak
Setelah kepergian polisi Pak Haris menghubungi David.
"Kita bertemu di kantor polisi pa,nanti anak buah ku yang akan menjemput papa"
"Dara jangan di tinggal kan sendiri Vid,papa takut jika masih ada orang suruhan Miranda yang berkeliaran"ingat pak Haris
"Aku sudah memberikan beberapa pengawal untuk berjaga di rumah pa" jawab David
****
"Ran, jemput anak itu,aku tidak bisa mengasuh nya Ran" ucap Heri melalui sambungan telepon
"Mas,itu anak kamu setelah kamu meninggal kan ku sekarang seenaknya kamu minta aku jemput anak itu,kamu Miki nggak sih mas aku mau kasih makan dia apa,kamu sudah nggak peduli lagi sama kami"
"Ini juga semua karena kamu kan,kamu yang bertingkah"
__ADS_1
"Mas,aku begitu juga karena kamu mas,coba semua permintaan ku kamu turutin"
"***** kamu Ran" maki Heri tapi hanya di jawab gelak tawa oleh Rania dari seberang sana.
Heri menutup ponselnya kesal,hari ini dia berniat pulang ke kampung halaman nya, sebelum pulang dia mendatangi tempat Rania tapi tidak menemukan perempuan itu,Dari pengakuan warga sekitar Rania jarang pulang,dia sudah kembali menjadi wanita panggilan membuat Heri putus asa,mau tidak mau dia akan meletakkan anak itu di panti asuhan karena ibu nya tidak akan mau menjaga anak itu begitu juga dengan dia yang harus bekerja.
****
"Masa bu?" tanya Dara yang mendapatkan kabar dari ibu nya kalau mantan mertua nya kini mengasuh anak Heri.
"Iya,dia nggak keluar rumah lagi Ra,malu kali!!"
"Terus Heri nya nggak pulang bu?" tanya Dara yang merasa kasihan pada nasib anak itu
"Belum kelihatan, mungkin bisa jadi dia pulang karena kalau nggak pulang kabar nya anak itu mau di masukan ke panti asuhan oleh ibunya Heri,
"Mau bagaimana lagi nak,kabar kamu gimana? kandungan nya sehat?"
"Alhamdulillah bu sehat,Kapan ke Jakarta nya ibu sama ayah aku rindu" ucap Dara
"Tunggu Rais libur sekolah ya,dia juga mau ikut"
"Iya bu,biar bisa lama di sini ya,kalau bisa sampai aku melahirkan" pinta Dara
"Lihat nanti sayang,kalau ayah mu betah"
__ADS_1
"Pokoknya harus betah" ucap Dara sambil terkekeh kecil
****
"Pa lepaskan saya" mohon Miranda
"Apa yang kamu perbuat harus kamu pertanggung jawaban kan"
"Saya tidak ikut campur pa dalam masalah ini,saya tidak kenal dia" ucap Miranda membuat Roni mengepalkan tangannya kesal dengan pengakuan Miranda
"Benar kamu tidak kenal" ucap David dan diangguki Miranda pelan
"Lelaki yang sudah menemani hari-hari mu,dan bahkan kamu sudah lama berselingkuh dengan nya" ucap David membuat wajah Miranda memerah
"Tidak.... Ak-u,jangan percaya ucapan David pa,aku setia pada mu selama ini"
"Setia.....Ck.... hampir tiap hari kamu bersama lelaki ini kamu bilang Setia" ucap David menyeringai tipis
"Apa yang di berikan oleh Miranda sampai kamu mau mencelakai istri ku?" tanya David menatap Roni dengan penuh amarah
Ponsel Roni diambil oleh David dan di hubungi nya nomer Miranda yang tertera di sana dengan nama sayang ku membuat Miranda gemetaran.
"Proses dia pak, berikan hukuman yang setimpal " ucap Pak Haris sambil berdiri
"Pa...maaf kan aku pa" pekik Miranda tapi tak di hiraukan oleh lelaki tua itu,dia tidak ingin melihat wajah Miranda lagi,dia sudah kecewa.
__ADS_1
"Selamat membusuk di penjara" bisik David lalu mengikuti langkah kaki sang papa
"Jangan percaya David pa,dia hanya iri"pekik Miranda lagi, David segera membawa sang papa untuk keluar dari kantor polisi sebelum Miranda mengatakan hal yang tidak-tidak bisa mempengaruhi kesehatan sang papa.