Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
membunuh


__ADS_3

Semalaman ini David benar-benar menggempur Dara di apartemen hingga tubuh Dara terasa remuk untuk berjalan saja serasa dia tidak mampu.


David tersenyum puas melihat banyak tanda merah di seluruh tubuh Dara hasil karya nya.


Di usap nya rambut perempuan cantik ini dan di cium nya perlahan,ntah kenapa dia sangat mencintai Dara bahkan tak ingin sedetik pun berpisah dari perempuan bertubuh mungil ini, ingin rasanya membawa Dara jauh di mana tak seorang pun bisa menemukan mereka tapi David tak boleh egois Dara masih punya keluarga yang akan mencemaskan nya.


"Emhhhh" lenguhan panjang terdengar dari bibir Dara karena tidur nya terganggu oleh tangan kokoh David.


"Sayang,kamu nggak kerja?" tanya David


"Sudah jam berapa mas"


"Tujuh"


"Astaga mas,telat!!" pekik Dara bangkit dan hendak berjalan tapi tubuh nya serasa kaku dan sakit semua.


"Awwww...."


"Bagaimana kamu mau berangkat ke kantor sayang kalau tubuh kamu saja remuk begitu"


"Lalu bagaimana?"

__ADS_1


"Aku hubungi Andi saja untuk meminta izin"


"Jangan!!!" tolak Dara takut kalau Pak Andi mengetahui hubungan mereka


"Sudah,,, nggak papa sayang,Andi itu sepupu ku, buruk-buruk nya kelakuan ku dia sudah tau" ujar David mengambil ponselnya dan tidak dapat di cegah lagi oleh Dara


"Terimakasih bro,jika ada waktu aku akan cerita" ujar David menutup ponselnya


"Mas, pasti setelah ini pak Andi akan melihat ku berbeda"ucap Dara cemberut


"Andi orang nya baik sayang,dia hampir sama dengan ku, tenang saja" jawab David memeluk sang kekasih yang masih bugil


"Mas jam berapa berangkat nya"


"Kenapa nggak di bawa ke sini saja papa nya mas?"


"Dokter belum mengizinkan papa naik pesawat karena jantung nya sedikit lemah" jawab David lagi


"Yaahhh jadi aku rindu dong sama mas" Dara memeluk tubuh sang kekasih erat,dia tak bisa jauh dari David.


"Sementara saja sayang kalau keadaan sudah membaik pasti mas pulang dan kita bisa bersama lagi" bujuk David mencium kening Dara.

__ADS_1


"Sini baring dia pelukan mas" David menuntun tubuh Dara dia sebelah nya untuk berbaring,dalam selimut putih itu Dara memeluk tubuh David.


"Sayang, kalau seandainya kamu di beri pilihan oleh tuhan antara mas dan suami mu kamu pilih siapa?" tanya David sambil membelai punggung Dara


"Mas,aku dan mas Heri di jodohkan.Sewaktu kami menikah tanpa ikatan cinta tapi aku tetap berusaha mencintai Mas Heri hingga itu benar-benar terjadi, tapi kamu mengacaukan semua nya" jawab Dara jujur membuat David tertawa kecil


"Kamu tau awal pertama kamu mengancam ku membuat ku sangat benci pada mu tapi benar kata orang, benci dan cinta itu beda tipis mungkin karena kamu selalu ada untuk ku ya mas jadi aku mulai terbiasa dan ketergantungan dengan kamu hingga jadi begini deh nempel kaya prangko"


"Mas tak menyangka kamu sudah menikah sayang, ingat saat mas menabrak motor mu di lampu merah waktu itu?" tanya David dan di anggukki Dara


"Itu mas lakukan sengaja sayang, karena mas ingin dekat dengan mu" Aku David pada Dara membuat Dara terkaget


"Maaf sayang hanya itu satu-satunya cara agar kita bisa dekat"


"Tapi ini juga salah ku mas yang tidak langsung mengatakan kalau aku sudah memiliki suami,aku malah menyambut pertemanan mu"


"Mungkin saja kamu juga menyukai mas saat itu" Tebak David narsis


"Pede kamu!!!" cebik Dara mencubit pinggang David kecil


"Tapi beneran deh yang makin hari mas makin cinta kamu,kalau bunuh orang nggak dosa, Suami kamu sasaran pertama yang akan mas bunuh"ujar David membuat Dara menggeleng cepat bagaimana pun dia tak mau terlibat perbuatan kriminal hanya karena perselingkuhan.

__ADS_1


David memeluk tubuh Dara erat seakan tidak ingin pisah lagi.


__ADS_2