Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
Kedatangan Rania


__ADS_3

Pagi menyapa, sang Mentari mulai bersinar hari ini hari libur membuat Dara enggan beranjak dari kasur nya, meskipun dia sudah terbiasa tidur di kasur empuk apartemen mewah David tapi hari ini Dara benar-benar mager,dia lebih suka berbaring di kamar sambil memejamkan matanya.


David dari tadi terus menghubungi Dara yang tidak bisa di hubungi karena ponsel nya mati.


"Kemana sih kamu ra" gumam nya kesal


"Huek.....huek...." David berlari ke kamar mandi memuntahkan cairan perut nya, padahal pagi ini dia belum makan apa-apa tapi sudah terasa mual.


David keluar dari kamar untuk mencari air hangat, tenggorokan nya tidak enak karena selesai muntah.


"Kenapa kamu Vid,sakit? papa dengar dari semalam kamu muntah-muntah"


"Nggak tau pa,perut ku tidak enak"


"Bik tolong buat kan air jahe untuk David mungkin masuk angin" perintah sang papa pada pembantu nya


"Papa dan Miranda akan terbang ke Singapura Vid Lusa ini"


"Ada apa?" tanya David


"Papa harus menghadiri acara rekan bisnis papa, tadinya papa ingin kamu dan Miranda saa tapi melihat kondisi mu dari semalam papa tidak tega"


"Hahaha,,,, ternyata mual ku berguna juga" batin David,dia tidak perlu pergi dengan perempuan ****** ini


Wajah Miranda terlihat cemberut mungkin karena dia tidak jadi pergi bersama David padahal dia sangat berharap bisa berduaan dengan anak tirinya ini, Andai saja Dara perempuan lajang mungkin David sudah menikah nya saat ini agar Miranda tau kalau David sudah memiliki pengganti nya.


"Jaga diri kamu Vid,jangan lagi menginjak kan kaki di klub,kamu satu-satunya pewaris papa" ingat pak Harun dan di anggukki David


"Jangan bertindak yang membuat malu perusahaan kita" lanjut lelaki tua itu,ini yang membuat David tidak bisa terlalu terbuka dengan Dara karena status perempuan itu David tidak mau gegabah dan menyebabkan kebangkrutan untuk papa nya.


"Pa,kenapa kita harus pergi sih,di kirim kado saja pa" protes Miranda yang memang tidak mau pergi


"Sayang,dia teman dekat ku tidak mungkin hanya kirim kado"

__ADS_1


"Tapi papa masih sakit? biar aku dan David saja"


"Aku sudah mendingan, kasihan David dari semalam muntah-muntah terus, nggak papa ya kita pergi? hanya dua hari" bujuk pak Harun dan mau tak mau Miranda tidak bisa menolak nya lagi membuat David menyunggingkan senyum puas nya.


****


Dara membuka mata nya saat merasakan perut nya keroncong.


"Astaga sudah jam 11" pelik Dara,wajar saja perut nya sudah terasa lapar.


Dara segera ke ke kamar mandi, lagi-lagi dia lupa mengecek ponselnya yang dari semalam lowbat.


Selesai mandi dan berdandan kecil Dara ingin menghubungi David mengajak kekasih nya itu makan siang tapi saat mengecek ponselnya Dara baru ingat kalau semalam lowbat dan dia lupa mengecas nya karena terlalu mengantuk semalam.


Dara mengecas sebentar sambil memakan roti yang dia beli di simpang rumah semalam untuk mengganjal perut nya.


Tiba-tiba ketukan pintu membuat Dara terkaget, siapa tamu nya siang-siang begini?


Dara segera keluar untuk membuka pintu.


"Kamu siapa?" tanya Dara membuat perempuan itu menutup mulut nya karena merasa salah rumah


"Maaf benar ini rumah Dara?"tanya nya dan di anggukki Dara


"Saya sendiri" jawab nya, lagi-lagi membuat Rania bengong kenapa perempuan di hadapan nya imi tidak mirip dengan foto yang do perlihatkan Heri pada nya, memang di foto cukup putih tapi tidak secantik ini,jika yang di lihat nya ini Dara sungguh jauh dengan dirinya, perempuan uni jelas-jelas terawat, tubuh nya putih mulus dan wajah nya glowing dan Rania tau jelas kalau perawatan nya pasti mahal jadi selama ini Heri membohongi nya masalah uang, atau jangan-jangan gaji Heri lebih daro 10 juta hingga bisa merawat Dara hingga cantik,bening seperti ini pikir nya.


"Mana mas Heri?" tanya Rania lagi


"Kamu siapa?" tanya Dara


Rania mengelus perut buncitnya dia terlalu emosi karena melihat Dara yang cantik.


"Aku istri pertama mas Heri" jawab nya membuat Dara terkejut.

__ADS_1


"Kenapa? kaget? jangan kaget karena memang aku tau kalau mas Heri menikahi mu dan itu atas izin ku, sekarang aku mau cari suamiku" jawab Rania bangga


"Kalau kamu istri pertama nya jelas kamu tau di mana dia sekarang" ujar Dara mencoba tenang, sebenarnya hati nya saat ini sedang gembira bukan nya sakit.


"Jangan banyak basa-basi kamu, panggil mas Heri katakan pada nya kalau ada aku Rania"


"Dia tidak ada di sini" jawab Dara


"Jangan bohong kamu pelakor" pekik Rania kesal membuat para tetangga keluar mendengar pekikan Rania


"Siapa yang pelakor di sini!! saya tidak tau kalau dia sudah memiliki istri dan sedang hamil karena yang menikahkan kami ibu nya,jika memang kamu istri Heri kenapa kamu tidak langsung mendatangi Keluarga nya saja" jawab Dara dengan suara keras agar semua warga tau kalau saat ini dia berhadapan dengan istri Heri yang lain nya agar jika dia menggugat cerai orang tak menyalahkan nya nanti.


"Kamu pintar bicara ya,Mas Heri keluar kamu"


"Kamu hubungi saja ponsel nya agar kamu tau di mana keberadaan dia sekarang" ujar Dara membuat Rania mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi Heri di depan Dara.


"Hallo"jawab Heri dari seberang sana


"Mas,kamu di mana? keluar kamu!!!" kesal Rania yang sengaja menghidupi speaker nya


"Kamu apa-apa sih Ran,aku sedang kerja bukan nya kamu minta uang tambahan untuk belanja keperluan anak kita"jawab Heri membuat Rania menyunggingkan senyuman nya merasa menang dari Dara


Dara merebut ponsel dari tangan Rania


"Istri pertama kamu datang mas dan mencari mu di sini" jawab Dara


"Da-ra"


"Ya ini aku mas Dara perempuan yang kamu nikahi menjadi istri ke dua mu, yang uang belanja nya selalu kamu potong bahkan pernah tidak kamu berikan sama sekali karena istri pertama mu sedang hamil" jawab Dara membuka Heri pucat pasi


"Sayang aku bisa jelaskan semua nya"


"Tidak perlu penjelasan lagi mas,aku akan masukan gugatan ke pengadilan hari ini juga" tegas Dara memberikan ponsel nya kembali pada Rania

__ADS_1


"Kamu bisa kembali lagi ke tempat mu, Ambil saja Heri untuk mu aku tidak perlu lelaki seperti itu " usir Dara membuat Rania tersenyum tipis lalu pergi,banyak tetangga yang melihat keributan mereka.


Setelah kepergian Rania,Dara masuk dengan membanting pintu rumah nya.


__ADS_2