
Beberapa hari sudah berlalu hari ini Dara hendak mengambil pakaian nya yang masih tersisa di kontrakan.
"Benar tidak mau mas antar sayang?" tanya David yang masih berbaring di ranjang
"Tidak perlu,aku bisa sendiri mas,jangan khawatir ini masih pagi dan banyak warga sekitar"tolak Dara
"Ya sudah hati-hati ya sayang" ucap David mencium kening sang kekasih saat Dara berpamitan
Dara berjalan pelan menuju lobi karena sudah ada taksi yang menunggu nya di bawah
David menghubungi dua orang bodyguard yang dia sewa untuk mengawasi Dara dari kejauhan, meskipun kali ini Dara yakin kalau tidak akan terjadi apa-apa setidaknya David sudah berusaha untuk melindungi sang kekasih di mana pun juga.
David tidak bisa percaya begitu saja dengan Heri dia harus lebih waspada takut-takut kalau Heri nekad mengganggu Dara lagi.
****
"Pulang neng Dara" sapa Doni yang melihat Dara berjalan menuju kontrakan nya
"Iya kang,mau ambil pakaian" jawab Dara tersenyum kecil
"Sendiri??"
__ADS_1
"Hmmmm"
Para tetangga sibuk melihat Dara yang baru pulang mungkin mereka kepo tapi segan untuk bertanya langsung karena selama ini Dara orang nya tertutup dan jarang ada di kontrakan jadi mereka tak begitu akrab.
"Kemana motor ku" batin Dara tidak melihat motor matic yang selama ini dia kendarai.
"Cari motor neng?" tanya Doni
"Iya kang,apa kang Doni tau kemana motor saya?" tanya Dara balik
"Saat kang Heri pergi di bawa nya neng, nggak tau dia letakkan di mana" ujar Doni membuat Dara sedikit kesal,bisa jadi saja Heri menjualnya kalau untuk di bawa ke Lombok tidak mungkin karena Heri biasanya mengenakan pesawat tapi ya sudah lah toh dia juga tak menginginkan motor itu karena David bisa membelikan 100 buah motor tanpa kredit seperti Heri.
"Neng Dara,maaf ibu mau tanya kontrakan nya gimana?" tanya ibu kontrakan menghampiri Dara saat melihat Dara datang.
"He iya bu, seperti nya saya tidak mengontrak di sini lagi bu dan untuk bulan ini akan saya bayar bu, untuk bulan selanjutnya ibu bisa berikan pada orang lain" jelas Dara ramah
"Ya sudah kalau begitu neng,tapi peralatan neng nya bagaimana?"
"Ambil saja bu sama yang ngontrak baru" jawab Dara lalu segera pamit,Doni terus mengawasi pergerakan Dara saat pergi membuat Dara sedikit curiga pada tetangga nya itu.
***
__ADS_1
Dara tidak langsung kembali ke Apartemen,dia mampir sebentar di mini market untuk membeli Snack dan perlengkapan yang dia butuhkan tapi saat hendak masuk Dara bertabrakan dengan perempuan cantik yang dia rasa lebih tua dari nya.
"Aww.....nggak pake mata ya kalau jalan" teriak perempuan itu
"Maaf mbak"
"Kamu kira saya mbak mu" ketus nya
"Maaf saya tidak sengaja" ujar Dara lagi, padahal Dara tak sepenuhnya bersalah karena perempuan tadi keluar sambil melihat kearah belakang.
"Sayang kenapa?" tanya lelaki yang hendak keluar juga, rupanya kekasih perempuan yang bertabrakan dengan Dara.
"Itu honey perempuan itu jalan nggak pake mata" kesal nya membuat Dara menunduk takut
"Sudah lah nggak usah di perpanjang,ayo pergi ini sudah siang" ajak nya menarik perempuan tadi.
"Kamu jadi beli k*nd*m nya honey?" tanya perempuan tersebut dan masih di dengar oleh Dara
"Jadi,kita langsung ke hotel" jawab nya membuat Dara menggelengkan kepala
"Ternyata pasangan ini hampir sama dengan nya,tapi miris nya dia berselingkuh dari Heri dulu,ntah lah jika perempuan dan lelaki itu atau kah pasang selingkuh juga atau hanya sekedar senang-senang belaka.
__ADS_1