
"Ra.....elo jangan marah ya,gue mau kasih lihat sesuatu" ucap Ranti pelan saat mereka tengah makan siang bersama di kantin kantor.
"Kenapa?" tanya Dara penasaran
Ranti mengeluarkan ponsel nya dan membuka galeri lalu memberikan pada Dara.
"Ini suami loe bukan?" tanya nya
Dara menatap ponsel Ranti dengan seksama tanpa membesarkan layar pun Dara tau kalau itu sang Suami Heri karena kebetulan baju yang di kenakan Heri adalah pemberian Dara saat mereka baru menikah.
"Iya suami gue" jawab Dara pelan
Ranti membesarkan layar ponsel nya mengarahkan pada genggaman tangan Heri dan perempuan lain membuat Dara menutup mulut nya tak percaya.
"loe dapat dari mana?" tanya Dara
"IG sepupu gue,nggak sengaja dia foto-foto saat belanja"
"Mas Heri"
__ADS_1
"Ra,ini belum bisa jadi bukti kuat,tapi sebaiknya loe selidiki lagi ya" pinta Ratih yang ikut sedih melihat pengkhianat suami sahabat nya ini.
"Gue nanya sama sepupu gue kata nya ini toko perlengkapan bayi Ra" jelas Ranti lagi membuat Dara menggelengkan kepalanya pelan,dia tak menyangka kalau Heri mengkhianati nya dia pikir selama ini dia yang sudah jahat pada Heri tapi ternyata dia lah yang menjadi orang terbodoh di dunia ini.
"Ra....ma-"Dara memberikan isyarat pada Ranti untuk tidak meneruskan ucapannya,Dara bangkit dari duduk nya lalu segera berlari ke toilet.
Bukan menangis tapi Dara justru membasuh wajah nya dan tersenyum tipis ternyata ini jalan Tuhan mengenalkan nya dengan David, jujur rasa sakit itu pasti ada tapi Dara justru terlihat lebih lega karena tidak merasa bersalah lagi pada Heri jika semua itu benar,Dara ingin mencari tau kebenaran nya setelah ini karena dia juga ingin kejelasan atas hubungan nya bersama Heri.Jika memang harus selesai dengan senang hati Dara menyudahi nya.
Dara keluar dari kamar mandi setelah membersihkan wajah nya dengan air, sedikit Segar.
"Ra... sorry banget ya,gue nggak bermaksud buat loe sakit hati tapi sebagai sahabat gue nggak mau loe sakit hati Ra" ujar Ranti
"Mana tau ada bos-bos kaya mesum yang mau minang gue setelah cere dari tuh cowok" canda Dara membuat Ratih justru menoyor kepala sahabat nya ini
"Khayalan loe"
"Mana tau Tih,kalau ada gue rubah posisi loe jadi pengawas"
"Terus bu Kia mau loe apain?"
__ADS_1
"Gue pecat, soalnya bawel banget" jawab Dara terkekeh kecil membuat Ketiga justru tertawa bersama.
"Gue senang loe kuat ra"ucap Ranti
"Ya harus lah, nggak mungkin nangis-nangis kasihan kan skincare mahal gue buat nangisin cowok yang nggak berguna" jawab Dara tersenyum kecil
"Kalau gue mungkin nggak tau lagi harus gimana Ra" geleng Ratih pelan.
****
"Mas kalau aku ke Lombok boleh nggak?" tanya Dara tiba-tiba
"Ke Lombok!! mau ketemu suami kamu? memang nya sudah kangen banget ya" sindir David cemburu
"Bukan begitu mas,cuma mau cek lokasi dia kerja aja" alasan Dara
"Kenapa harus di cek sayang? kamu curiga dia ada main dengan perempuan lain? kalau iya bagus lah dia bisa melepaskan mu pelan-pelan nanti nya dan kita menikah"
Dara menghela nafas panjang,Dara bermaksud ingin mencari tau keberadaan suaminya saat ini,jika memang Heri memiliki istri lain dia bisa menyelamatkan pernikahan ini tapi Dara juga tidak mau David tau permasalahan ini takutnya hanya kesalahpahaman saja dan membuat David kecewa tapi bagaimana dia bisa ke Lombok tanpa izin David, laki-laki ini sudah pasti tak akan memberikan nya izin karena David saat ini mulai positif pada nya.
__ADS_1
"Nggak usah pake acara ke Lombok segala sayang,di sini saja" tegas David membuat Dara tal bisa berbuat apa-apa lagi.