Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
tidak pulang


__ADS_3

Dua minggu berlalu Dara di sibukkan dengan pekerjaan nya sedangkan David masih berada dalam Bali menemani sang ayah,Pak Harus harus berobat karena kondisi tubuh nya akhir-akhir ini sering drop.


Dara merasa rindu dengan David hanya melalui video call membuat hati nya sedikit tenang.


Malam ini Dara tengah asik menonton Drakor kesukaan nya tiba-tiba ponsel nya berbunyi.


"Mas Heri" gumam Dara pelan,besok adalah hari kepulangan Heri ke Jakarta,ada apa dia menghubungi Dara malam-malam begini.


"Iya mas"


"Sayang,aku minta maaf nggak bisa pulang sayang,di sini banjir jadi nggak bisa keluar PT" alasan Heri


"Banjir??"


"Iya sayang, sinyal pun hilang-hilang timbul di sini,maaf banget ya sayang kalau aku paksain keluar takut kejebak di hutan sayang" ujar Heri memberikan alasan agar Dara percaya


"Ya...mau bagaimana lagi mas,kalau keadaan nya memang begitu "jawab Dara kecewa

__ADS_1


"Oh ya sayang,aku juga minta maaf ya,uang bulanan kamu aku kirim 1 juta untuk bulan ini, soalnya Adik ku minta uang buat betulin motor nya kan kasihan sayang kalau dia nya harus naik angkot sekolah"


"Adik ku saja nggak punya motor lo mas,masa kamu lebih mentingin adik kamu sih dari pada aku" jawab Dara mulai kesal karena hampir tiap bulan ada saja alasan untuk memotong uang bulanan Dara.


"Kamu mulai perhitungan sekarang Ra,adik ku itu perempuan jangan di sama kan dengan Rais lah"


"Bukan begitu mas,kalau satu juta cuma bisa bayar cicilan motor saja, kontrakan sama kebutuhan lain nya bagaimana?" tanya Dara


"Ya pakai uang kamu dulu lah Ra,kamu kan punya gaji di kurangi lah foya-foya mu itu"


"Foya-foya! kamu bilang aku foya-foya mas,kamu kasih aku uang berapa mas sampai kamu bilang aku foya-foya??? mikir! untuk makan saja kurang!!!"


"Apa pantas kamu mempertanyakan gaji ku,Aku tanya apa yang kamu perjuangkan untuk keluarga kita mas? kamu tau kan gaji ku semua nya aku berikan pada ibu ku"


"Ya di stop dulu lah untuk ibu mu, pentingkan dulu Keluarga kita" jawab Heri membuat Dara meradang


"Kamu egois mas!! selama ini kamu pulang sesuka hati mu,uang belanja pun kamu potong sesuka hati mu, sekarang terserah kamu mas,aku pusing" kesal Dara memutuskan panggilan telepon nya,dia tak peduli lagi dengan Heri toh selama ini uang dari Heri pun tak mencukupi kehidupan nya.

__ADS_1


Heri menghubungi Dara kembali tapi tak di angkat oleh Dara.


***


"Pa,kenapa kita tidak pulang ke Jakarta saja" ujar David


"Kondisi papa tidak stabil Vid,papa sudah semakin tua papa ingin melihat kamu menikah Vid" ujar pak Harun membuat David terdiam sejenak,dia juga mau menikah tapi dengan Dara bukan perempuan lain.


"Tapi pa aku belum bisa menikah saat ini karena ada suatu kendala" aku David


"Vid,papa rasa satu tahun saja lagi papa tidak mampu bertahan,papa ingin seorang cucu untuk mewarisi kekayaan papa"


"Kenapa harus cucu pa,ada aku"


"Vid, sejak kepergian mama mu hanya cucu yang papa idamkan,di hari tua bermain dengan cucu,apa kamu tidak ingin memberikan kebahagiaan pada papa"


"Pa,aku menyayangi papa bahkan sangat mencintai papa, tapi untuk saat ini maaf kan aku pa,aku belum bisa mewujudkan impian papa,tapi aku janji akan berusaha secepat mungkin menyelesaikan permasalah ku" ucap David menggenggam tangan sang papa, obrolan dua lelaki ini tak seperti ayah dan Anak karena pak Harun ingin menyelami anak semata wayangnya ini sebagai sahabat, pak Harun ingin mencoba merubah pola pikir nya dalam mendalami kehidupan David.

__ADS_1


"Are you ok?"


"Fine!!! beri aku waktu pa" pinta David dan di anggukki Pak Harun.


__ADS_2