Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
Bercerai


__ADS_3

"Mas Mbak Bella itu sudah lama bekerja di kantor mu?" tanya Dara


"Lumayan dia dulu nya sekertaris papa sayang,kenapa?" tanya David mengalihkan pandangannya pada Dara yang sedang memakan salad buah nya.


"Tidak hanya bertanya saja"


"Pasti ada apa-apa nya,dia membuat mu tidak nyaman sayang?" tanya David dan di jawab gelengan oleh Dara cepat


"Mas,kalau aku kerja kembali boleh?"tanya Dara


"Jangan!! kamu cukup di rumah saja menikmati semua ini,biar mas yang bekerja" jawab David cepat dia tidak ingin Dara justru kelelahan.


"Tapi terkadang bosan mas"


"Kalau bosan bisa ke kantor sesekali sayang kalau bekerja mas takut lelah kasian dedek nya,mas ingin kamu dan dedek nya sehat, istirahat yang cukup"


"Sayang mas rasa kita perlu liburan atau bulan madu,apa kamu tidak kepikiran ke sana?"


"Bulan madu apa nya mas perut ku sudah membesar begini,jangan aneh-aneh deh,tanpa bulan madu juga aku sudah hamil dan kamu juga tiap hari nyiram bibit nya" cerocos Dara membuat David terkekeh kecil memang benar kata istri cantik nya ini tanpa bulan madu juga mereka melakukan nya hampir tiap hari.


"Kalau begitu sekedar liburan sayang, menikmati pengantin baru"

__ADS_1


"Telat kamu mas pengantin nya yang baru tapi hampir beberapa bulan ini selalu bersama"jawab Dara


"Liburan keluar negeri sayang,nanti mas kenalkan sama teman-teman mas"bujuk David


"Kapan-kapan saja mas sekarang belum kepikiran" tolak Dara lalu segera bangkit dari hadapan sang suami


"Mau kemana yang?"


"Tidur,sudah malam"


"Susu hamil nya sudah di minum?"pekik David karena Dara sudah berjalan jauh dari nya


"Belum"


"Iya" sahut Dara cepat.


****


"Mas.....pulang!!!!" pesan Rania pada Heri tapi tak di gubris oleh lelaki itu


"Jika kamu tidak pulang aku akan menyusul mu ke PT mas" ancam Rania lagi membuat Heri menghubungi perempuan itu.

__ADS_1


"Apa mau mu Ran?"


"Kamu pulang mas"


"Apa kamu tidak tau malu meminta ku pulang setelah membuat kesalahan" kesal nya


"Mas aku sudah meminta maaf pada mu,lagi pula ini menurut ku hal kecil mas,hanya tidur dengan lelaki saja,dulu aku bahkan melakukan nya dengan dua lelaki sekaligus tidak masalah bukan"


"Apa pantas seorang istri berbicara seperti itu,itu hanya ucapan seorang wanita malam Ran" kecam Heri


"Mas,oke aku mengaku salah dan tidak akan mengulangi nya lagi, sekarang pulang ya,aku mau melahirkan" bujuk Rania


"Apa ada jaminan kamu tidak akan kembali menjadi J*****? tidak bukan!!! kamu bisa melakukan nya kapan pun kamu mau jadi aku tidak mau ambil resiko untuk itu, setelah anak itu lahir kita bercerai" tegas Heri


"Tidak mas,aku tidak mau bercerai" tolak Rania cepat


"Terserah kamu Ran, yang jelas aku ingin menata kembali hidup ku tanpa bayang-bayang kamu perempuan murahan" ucap Heri menutup ponselnya membuat Rania kesal


"Mas.....Mas,,,aku belum selesai bicara!!!"


"Tut.....tut...."

__ADS_1


"Sial!!! brengsek" pekik Rania kenapa justru dia ikut di ceraikan Heri, bagaimana nasib anak nya nanti,apa dia harus kembali menjadi ***** untuk menyambung hidup pikir nya.


Heri tak lagi memikirkan Rania,dia harus menata hidup nya kembali berpisah dari Dara membuat dunia nya hancur,ntah kenapa justru saat ini dia sangat menyesal melepaskan perempuan yang sudah cantik itu dan kini dia merasakan kalau dia mulai mencintai Dara tapi nasi sudah menjadi bubur, karena terlalu serakah dia harus merelakan kedua istri nya pergi meskipun untuk Rania dia yang menginginkan perpisahan ini.


__ADS_2