Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
Pinjam uang


__ADS_3

"Kamu mau motor seperti apa is? nanti kalau mbak ada rezeki lebih mbak belikan tapi ingat jangan berantem lagi ya, kasihan bapak dan ibu" ucap Dara pada sang adik


"Yang bener mbak" tanya Rais


"Iya,tapi sabar ya dek.Do'a in mbak biar cepat dapat rezeki dan bisa beli kan kamu motor nya"


"Aku mau motor NMax terbaru aja mbak" jawab Rais tersenyum manis


"Mudah-mudahan secepatnya ya Mbak belikan" ucap Dara dan diangguki Rais dari seberang sana.


Dara menutup ponselnya dan menghela nafas panjang, bersama David membuat Dara nyaman dan menjadi yang utama tapi dia tak bisa menolak takdir kalau dia adalah istri Heri,ntah sampai kapan hubungan nya dan David bisa di sembunyikan.Rasa takut ketahuan itu selalu ada membuat Dara akhir-akhir ini tidak nyaman.


***


"Ini terlalu banyak Ran,nanti uang nya habis" ujar Heri melihat Rania memborong semua keperluan bayi


"Kalau habis ya kamu cari lagi lah mas"


"Ran,kamu tau kan gaji ku berapa"


"Pinjem dulu yang untuk ibu mu mas,bulan ini nggak usah di kirim dulu buat ibu mu" ucap Rania santai

__ADS_1


"Ran,jangan kelewatan seperti ini lah,uang Dara sudah aku berikan untuk mu masa uang jatah ibu ku kamu juga mau" kesal Heri


"Mas ini anak siapa? anak kamu kan!! ya kamu lah yang harus tanggung jawab,ini anak pertama kita mas,masa untuk keperluan nya saja kurang apa kata tetangga nanti saat lahir ini nggak ada, itu nggak ada" oceh Rania membuat kepala Heri serasa mau pecah.


"Terserah kamu lah, yang jelas aku tidak menambah kan nya lagi" kesal Heri lalu pergi.


"Pergi saja sana, lelaki nggak ada tanggung jawab nya" ketus Rania pelan


"Salah sendiri mau punya istri dua,satu saja tidak bisa adil sudah mau poligami saja"


Ponsel Heri berbunyi membuat nya memberhentikan motor nya.


"Iya bu" jawab Heri


Uang!!! dia hanya memiliki uang 500 ribu saja selebihnya sudah di ambil Rania bahkan uang 500 ribu ini Rania juga akan meminta nya, bagaimana ini?


"Ri....Heri" panggil sang ibu


"Iya bu" jawab Heri lemas


"Gimana Ri,bisa nak? ibu butuh banget Ri"

__ADS_1


"Iya...iya bu,nanti aku kirimkan ya"


"Ya sudah kalau begitu terima kasih ya nak, hati-hati di sana,salam untuk Dara" ucap sang ibu mematikan ponsel nya


Heri menggaruk kepalanya yang tidak gatal,di mana dia harus mencari uang tambahan sementara gajinya semua sudah ludes.


Heri memberanikan diri menghubungi Dara.


"Ya...kenapa lagi mas?" tanya Dara ketus


"Sayang,mas mau pinjam uang kamu dulu Ra,satu juta" ujar Heri pelan membuat Dara kaget.


"satu juta mas,kamu gila ya!! kemarin akmu transfer aku satu juta cuma untuk bayar cicilan motor mas, untuk kontrak dan makan bulan ini aku yang tanggung dan sekarang kamu mau pinjam uang satu juta lalu bulan ini kamu nggak ngasih aku apa-apa dong!!" kesal Dara


"Ayo lah Ra,aku mohon Ra,mas butuh sekali uang nya,bulan depan mas janji akan pulangin ke kamu"bujuk Heri


"Buat apa?"tanya Dara


"Itu Ra,dulu aku pernah punya hutang sama teman aku buat tambah-tambah biaya pernikahan kita Ra dan sekarang dia mau nikah jadi mas harus ganti sedangkan mas nggak ada lagi uang Ra, semua nya udah di kasih ke kamu dan Ibu" bohong Heri


"Mas,aku nggak ngerti jalan pikiran kamu ya,kok bisa-bisanya kamu minta sama aku mas yang jelas-jelas cuma kamu kirim satu juta bulan ini!"

__ADS_1


"Ini juga karena kamu punya gaji ra,kalau nggak kan nggak mungkin aku pinjam,jangan pelit begitu ra sama suami sendiri"oceh Heri membuat Dara pusing


"Nanti aku kirimkan,biar kamu puas!!!" ucap Dara dengan emosi mematikan ponsel nya.


__ADS_2