Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
Uang


__ADS_3

Empat hari sudah berlalu Dara semakin terlihat murung,dia mencoba menghilangkan bayangan David tapi tak kunjung bisa hilang.


Tiba-tiba ponsel Dara berbunyi membuat nya sedikit kaget.


"Ibu..."


"Ran gue angkat telepon dulu ya, minta tolong di terusin Ran" ujar Dara sambil tersenyum kecil dan di anggukki Ranti.


"Iya bu kenapa?" tanya Dara


"Lagi di mana Ra?"


"Lagi kerja bu,kenapa?" tanya Dara penasaran karena mendengar suara sang ibu khawatir.


"Itu Ra,,Si Rais.Tadi Rais habis nonjokin anak orang, berantem!"


"Astaga bu,kok bisa?" tanya Dara panik


"Ibu juga nggak tau Ra"


"Terus sekarang gimana bu?" tanya Dara lagi


"Pipi nya memar sama bibir nya sedikit lecet" jawab sang ibu menjelaskan


"Lawan nya gimana bu?"


"Pingsan Ra,, sekarang masih di rawat di rumah sakit"


"Ya Tuhan,Rais kenapa bisa begitu ya bu biasanya dia nggak pernah nakal"


"Kata nya di bully gitu,ibu juga nggak ngerti Ra, sekarang ibu di minta bayarin rumah sakit anak itu terus uang pengobatan di luar nanti sekitar total 10 juta Ra,gimana ya Ra? kalau nggak di bayar ya ke kantor polisi urusan nya" tanya sang ibu ketakutan.


Dara terdiam sejenak dia tidak memiliki tabungan karena selama ini uang gajinya sepenuhnya dia berikan untuk sang ibu dan uang dari Heri tidak pernah tersimpan sedikit pun.

__ADS_1


"Gimana ya bu"ujar Dara ikut panik


"Sebenarnya ibu malu mau bilang sama kamu ra karena tiap bulan kamu sudah ngirimin ibu uang, tapi ibu nggak tau harus ngomong sama siapa lagi nak,Si Rais pake acara berantem segala, buat pusing kepala ibu saja, Tensi bapak mu saja sudah naik ini Ra" cerita sang ibu


"Coba nanti aku cari pinjaman di kantor ya bu,mana tau dapat"


"Iya ra"


"Coba kasih hape nya sama Rais bu,aku mau tanya kenapa bisa berantem" ujar Dara


Bu Aminah segera memberikan ponsel pada anak lelakinya itu.


"Ini Mbak mu mau bicara" ujarnya


"Iya mbak"


"Rais kenapa bisa berantem gitu dek,kamu nggak kasihan bapak sama ibu apa, mereka sudah tua jangan di kasih pikiran lagi kenapa dek,kok sekarang kamu tambah bandel aja" oceh Dara


"Apalagi si Diko mbak dia bilang Mbak mandul"


"Astaga.....anak siapa dia"


"Anak bude Darmi yang punya warung di ujung gang rumah kita mbak, katanya tau dari ibu-ibu kampung yang sering beli sayur" jawab Rais lagi membuat Dara menghela nafas panjang.


"Udah lah dek, nggak perlu di pikirin, yang jelas kita nggak minta makan sama mereka, sekarang kamu jangan berantem lagi ya, kasihan ibu"


"Iya mbak "


"Ya sudah mbak tutup dulu,mbak masih harus kerja, Salam sama bapak dan ibu di jaga mereka dek"


"Iya mbak" jawab Rais patuh


Dara menghela nafas panjang setelah menutup ponselnya,ada perasaan kasihan pada keluarga nya yang terus bully di kampung.

__ADS_1


****


Sepulang kerja Dara segera menuju ATM dia ingin melihat isi ATM yang di berikan David,mau tak mau dia harus mempergunakan uang itu terlebih dahulu,jika suatu saat David meminta ganti dia akan membayar nya meskipun dengan cara mencicil nanti.


"Maaf mas David aku ambil dulu uang mu 10 juta" gumam Dara saat masuk ATM


Dara memasukkan pin nya dan melihat saldo,Dara tertegun saat melihat nominal uang di ATM yang di berikan David bertambah banyak, terakhir dia gunakan seminggu sebelum David ke Bali dan jumlah nya masih 200 juta lebih tapi sekarang justru bertambah jadi 500 juta,kapan David menambah nya pikir Dara bengong.


"Pinjam dulu mas" batin nya mentransfer uang sejumlah 15 juta pada sang ibu.


"Bu,, sudah aku transfer ya,sisa nya ibu pegang saja dulu mana tau nanti masih ada kebutuhan lain" ujar Dara menghubungi sang ibu


"Terimakasih Ra,maaf ibu merepotkan mu nak, sampai kan salam ibu untuk Heri ya,bilang terima kasih"


"Iya bu..." jawab Dara menutup ponselnya


"Itu bukan uang mas Heri bu tapi mas David, seharusnya ibu berterima kasih dengan mantan kekasih ku itu" batin Dara


****


"Pa,,besok aku mau pulang ke Jakarta"


"Kenapa?" tanya pak Harun


"Kondisi papa juga mulai membaik aku harus menyelesaikan pekerjaan ku di sana pa,tapi aku janji akan pulang lagi ke mari lagi setelah semua nya selesai"


"Boleh tapi jangan lama-lama besok kamu berangkat dan Minggu sudah harus pulang lagi kesini,kamu tau kan kondisi papa belum begitu pulih jadi takut terjadi apa-apa, tidak mungkin Miranda menunggu papa sendiri"ucap pak Harun


"Kan ada Vani juga pa"


"Vani banyak pekerjaan, kasihan kalau di ganggu"


David berpikir sejenak tidak masalah lah dua hari daripada tidak sama sekali,dia sangat merindukan Dara saat ini.

__ADS_1


__ADS_2