
"Ra, bagaimana dengan permintaan warga untuk membeli kerbau?" tanya ayah Dara
"Beli saja yah, butuh berapa satu,dua atau tiga?" tanya David membuat sang mertua terbengong, siapa lelaki yang di nikahi anak nya ini begitu enteng nya bicara,harga kerbau tidak lah murah untuk orang seperti mereka.
"Mas...." tegur Dara
"Maaf sayang,habis nya mas terlalu senang bisa menikah dengan kamu"
"Beli satu saja ya yah,nanti uang nya aku kasih" jawab Dara
"Nggak apa-apa ra?"
"Nggak apa-apa yah,tenang saja" jawab Dara santai
"Rais mana yah?"
"Ke sekolah" jawab sang ibu yang baru keluar dari dapur
"Kenapa Ra?"
"Mau pinjem motor bu,mau ke bank ambil uang"
"Pake motor ayah saja nak,memang jelek sih tapi kalau ke bank sampai lah" ujar sang ayah
"Mas bisa pake motor ayah?" tanya Dara menatap sang suami, seumur-umur David belum pernah mengendarai motor bebek, biasanya dia memakai motor gede itu pun terakhir saat sekolah SMA dulu selebihnya memakai mobil, memang David datang ke kampung Dara menggunakan pesawat karena ingin cepat-cepat bertemu pujaan hati nya ini.
"Naik taksi saja sayang" usul David
__ADS_1
"Di sini susah mas nunggu taksi,naik ojol aja gimana? kalau nggak naik angkot mas" ucap Dara membuat David berpikir sejenak.
"Kamu nggak biasa ya mas,ya sudah tunggu Rais pulang saja ya"lanjut Dara
"Kelamaan sayang,ayuk sekarang saja,naik apa saja tidak masalah asal sama kamu"jawab David menggenggam tangan Dara,sang ibu dan Ayah hanya terpaku mendengar obrolan mereka.
"Apa orang Jakarta nggak biasa naik ojol ya yah?" tanya ibu Dara
"Ayah juga nggak ngerti bu,kita juga nggak tau siapa suami Dara ini"
***
"Ck...kata nya orang kaya tapi kok jalan kaki keluar nya,pake mobil dong kalau kaya ra" ujar salah satu tetangga Dara yang masih ada hubungan keluarga dengan Heri
"Enakan jalan kaki Bu, lebih sehat" jawab Dara pelan
Dara dan David memang sedang jalan kaki ke arah jalan besar mencari angkot.
"Bu,saya tidak kabur ini mau ke bank ambil uang nya,mau beli kerbau kan? mau berapa,satu,dua,atau tiga?" tanya David yang mulai emosi
"Beli kerbau??? jangan sok-sok an deh ra,ayam kampung aja sudah Alhamdulillah" celetuk ibu Heri yang baru datang
"Pengen banget ya makan enak si ibu, nggak pernah makan enak ya" sindir David
"Udah lah mas, nggak usah di ladeni" ajak Dara menarik tangan sang suami
"Hey,,, denger ya tiap hari saya makan enak,sehari saja habis 100 ribu buat makan,jadi jangan sembarang bicara "
__ADS_1
"100 ribu,, untuk satu hari ya bu? kalau satu bulan masih tiga juta,masih kalah jauh sama perawatan istri saya,Dara untuk satu kali perawatan sampai 20 juta itu satu bulan loe bu,belum buat beli parfum nya ,10 juta 1 botol buat di semprot doang" jawab David meladeni membuat Dara menggelengkan kepalanya.
"Wahhh pantes aja kulit kamu bisa bening gitu ya Ra,dulu waktu di bawa Heri ke Jakarta perasaan nggak secantik ini" sahut ibu-ibu yang mendengar perdebatan mereka
"Alah palingan juga pake krim abal-abal yang bisa putih dalam satu minggu itu,terus parfum nya minyak kenyongyong" jawab ibu Heri sinis membuat David tertawa terbahak
"Norak... nggak tau perawatan ya, makanya minta uang sama si Heri itu buat perawatan mahal kaya istri saya,uupp pasti nggak sanggup lah si Heri nya" ledek David seraya menutup mulut nya sambil tertawa kecil.
"Mas jangan di ladeni,udah ah"
"Kurang ajar kamu ya,sama orang tua nggak sopan,kamu juga Dara menyesal saya pernah menjodohkan kamu dengan anak saya"tunjuk ibu Heri pada Dara
"Ibu kira istri saya bahagia nikah sama anak ibu yang kere itu,sok mau punya istri dua tapi nggak bisa nafkahi uang Dara mulu yang di pinjem,saya saja yang punya perusahaan besar nggak mau poligami buk, mendingan uang nya buat mempercantik istri dari pada dua istri tapi nggak keurus"jawab David sombong
"Mas, sudah ah...jangan di ladeni!! aku pergi sendiri nih" ancam Dara yang memang tak ingin berdebat dia tau David tidak akan mau mengalah begitu saja.
"Sayang,jangan pergi dulu lagi seru nih" bisik David yang masih betah meladeni ibu Heri yang mulai emosi.
"Mas nggak ada guna nya meladeni dia, yang ada kita malah telat,kata nya mau ke Bank,ini sudah hampir jam 11 loe,belum lagi ke toko perhiasan nya kan" ucap Dara, karena Dia dan David ingin membeli mas untuk hadiah ibu nya.
"Oh iya mas lupa sayang,mau beli kalung mas buat ibu mertua" jawab David dengan suara agak keras agar kedengaran dengan ibu Heri.
"Mas!! ayo"
"Lain kali kita sambung bu,saya mau beli perhiasan untuk ibu mertua dulu " pamit David membuat ibu Heri geram.
"Orang kaya ya suami Dara,pantes saja Dara kepincut, ganteng lagi"
__ADS_1
"Palingan juga beli mas imitasi dia,jangan percaya" potong ibu Heri
"Kalau kaya nggak bakalan jalan kaki tu" lanjut nya mencibir lalu pergi.