
"Mas lain kali jangan di ladeni lagi ibu Heri itu,aku nggak suka mas terus-menerus memancing emosi dia,nggak baik mas" ingat Dara
"Mana bisa sayang,mas greget dengar mulut dia tuh pengen mas sumpel pake bon cabe,enak aja bilang krim abal-abal nggak tau apa skincare kamu harga nya puluhan juta"geram David
"Kalau di lawan nggak bakalan selesai mas,sama saja kamu dengan dia dong"
"Di mana letak sama nya sayang,kita nggak selevel dengan dia yang cuma makan 100 ribu sehari"
"Mas,, nggak boleh sombong.Ingat di atas langit masih ada langit,di beri rezeki berlebih dari Tuhan kita syukuri bukan malah di pamerkan,aku nggak suka lo mas, ingat aku sedang hamil" Ujar Dara mengelus perut nya membuat David terdiam sejenak karena David tau kalau Dara marah pada nya bisa-bisa junior nya akan puasa, lebih baik mengalah dari pada harus menahan.
Setelah angkot berhenti Dara segera keluar sedang kan David sibuk mengibaskan tangannya kepanasan.
"Bau nya macem-macem ya sayang, untung tadi mas cuma cium bau parfum kamu,kalau nggak bisa muntah di dalam sana"
"Husfff.....jangan sembarang bicara mas,nanti malah di dengar orang"
"Ini pengalaman mas perdana lo sayang,kalau bukan sama kamu ogah!!" ucap David
__ADS_1
"Pulang nya pesan taksi saja sayang" ujar David, menyesal dia tidak membawa uang Cas saat berangkat kemarin jadi harus ke bank terlebih dahulu
"Mas pake kartu ku saja" ucap Dara saat masuk ATM
"Sudah kartu mas saja" tolak David
"Tapi kan untuk beli kado ibu mas,ini saja ya banyak kok isi nya"
"Sayang,ini saja biar kartu itu buat perawatan kamu" ujar David lagi
"Permisi pak,bu kalau mau berdebat di luar dulu,masih banyak yang mau antri di belakang kalian kalau nggak mau untuk saya saja kartu nya" ucap salah satu yang orang yang ikut mengantri di Atm membuat Dara malu.
"Ya kamu nggak dengerin ucapan mas,udah ini saja,bisa narik 20 juta dan mas punya dua kartu nya" ucap David
"Terus buat beli kerbau nya mas?"
David terdiam sejenak,dia lupa kalau uang yang dia tarik cuma cukup untuk belanja,kalau harus Antri di Bank akan butuh waktu lama.
__ADS_1
"Ya sudah pinjam dulu uang kamu sayang, langsung mas ganti lewat transfer" ucap David memberikan senyuman terbaik nya membuat Dara geleng-geleng kepala, akhirnya kartu ATM Dara juga di pergunakan,karena keterbatasan penarikan uang dengan kartu ATM.
David dan Dara segera pergi ke toko mas, pilihan Dara jatuh pada kalung liontin kristal akan terlihat cantik bila di pakai sang ibu.
"Sayang,kenapa pilih yang mas begini,bukan berlian saja?" tanya David
"Mas di sini tuh berlian justru banyak di bilang imitasi nggak banyak yang tau kalau bukan dari kelas atas jadi emas saja,buat investasi juga bisa, bergaya sekaligus nabung mas" jelas Dara dan diangguki David mengerti, setelah dari toko mas Dara membawa David untuk berbelanja kebutuhan dapur setelah puas belanja mereka memesan taksi kali ini David tidak sanggup kalau harus pulang desak-desakan di angkot.
"Sayang,mas pikir kita harus beli mobil deh buat ayah biar nanti kalau kita pulang kampung lebih enak kalau mau keluar"
"Siapa yang bawa mas?"
"Rais!! kan bisa di ajari sayang"
"Rais masih kecil mas,masih SMA"
"Dulu sewaktu mas SMA juga sudah bawa mobil sayang,jadi nggak masalah lah,ayah juga bisa belajar,biar gampang kalau mau berpergian jauh"
__ADS_1
"Nanti aku bicara kan dulu sama ayah ibu mas,iya kalau mereka mau"
"Kalau barang nya ada pasti mau lah sayang" jawab David