Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
Pulang ke Jakarta


__ADS_3

"Jaga Dara ya Vit,ayah titip anak perempuan ayah sama kamu,jika Dara salah tegur dia,ingat kan dia Vit dan jangan sakiti dia" ujar pak Damar memeluk tubuh Dara


"Iya yah pasti Dara dan cucu ayah akan selalu jadi prioritas pertama saya" jawab David cepat


Saat ini mereka tengah berada di Bandara, Keluarga Dara mengantarkan David dan Dara serta bodyguard David ke Bandara untuk terbang ke Jakarta.


"Yah...pak Somat sudah saya bayar untuk mengajarkan ayah dan Rais mobil sampai bisa dan dapat Sim,jadi ayah jangan takut lagi ya mobil nya nggak kepake yah" jelas David dan di anggukki pak Damar


"Ra,jaga diri di sana nak, jangan keluyuran ibu takut,jika ada apa-apa hubungi ibu" ungkap ibu Dara jujur, meskipun kini Dara dan David bahagia ibu Dara juga di landa kegelisahan karena pertemuan Dara dan David atas dasar perkosaan,bisa saja terjadi lagi pada Dara dengan lelaki yang berbeda jika Dara tidak pandai menjaga diri.


"Ibu akan ke sana saat kamu melahirkan nanti nak, karena ibu harus mengurus Rais yang akan menghadapi Ujian Nasional"


"Iya bu tenang saja" jawab Dara


"Dua bodyguard ini di utus untuk melindungi Dara bu,jangan ibu tidak perlu cemas" sahut David dan di anggukki ibu Dara.


"Rais rajin belajar ya ,biar nanti bisa kuliah di Jakarta" ucap David memeluk tubuh sang adik ipar

__ADS_1


"Iya Kak"


"Kalau dapat rangking mbak ganti deh dengan motor yang lebih bagus" tantang Dara


"Yang benar mbak?"tanya Rais semangat


"Iya, tapi tiga besar"


"Yaahhh sepuluh besar mbak,kalau tiga besar mah susah"


"Sepuluh besar ya mbak,beli motor gede uang kak David kan banyak" bujuk Rais membuat Dara menggeleng


"Pake nawar lagi, udah belajar yang rajin jangan kecewakan ayah dan ibu,jangan pacaran mulu kerja nya"pesan Dara


"Siapa yang pacaran paling cuma PDKT doang mbak"


"Sudah PDKT terus pacaran kan,kamu kira mbak nggak pernah muda" ketus Dara

__ADS_1


"Idiih...emang nya sekarang udah tua ya" goda Rais di hadiahi cubitan kecil dari Dara membuat pak Damar tersenyum melihat kedekatan kakak dan adik ini.


"Ya sudah seperti nya sekarang kami harus masuk yah,ibu...do'a kan kami selamat sampai tujuan ya" ujar David berpamitan


Dara memeluk tubuh ibu dan ayah nya cukup lama, pertemuan singkat yang sangat berkesan menurut Dara,dia bisa menikah dengan lelaki yang benar-benar dia cintai saat ini.


"Hati-hati nak,jaga diri mu dan cucu ayah" pesan ayah Dara mencium kening anak perempuan nya ini.


Pak Damar tak kuasa menahan air matanya saat melihat kepergian Dara semakin menjauh.


"Ayah kok mewek gitu sih" ujar sang istri saat mereka masuk kedalam mobil.


"Bu....Dara anak yang kuat,baik selama ini dia selalu mengalah,ibu ingat dia pernah bilang mau jadi dokter biar bisa ngobatin ayah kalau sakit tapi setelah tamat sekolah Dara lebih memilih menikah dengan Heri karena takut jadi beban keluarga,dia berjuang untuk kerja agar bisa mengirim kan uang untuk kita meskipun dalam keadaan rumah tangga nya kacau balau bu,ayah bangga sama Dara" ucap Sang ayah dengan bibir bergetar


"Tapi sekarang Dara sudah berada di tangan lelaki yang tepat yah meskipun ayah sakit bukan Dara yang mengobati ayah setidaknya Dara bisa membawa Ayah berobat kemana pun ayah mau,anak kita di dipersunting lelaki kaya raya yah,jangan takut" ujar sang ibu menenangkan suaminya.


"Is sekarang tugas kamu membanggakan kamu,kakak mu sudah berjuang untuk semua kehidupan ini nak,kamu harus bisa membuat kakak mu bahagia dengan pencapaian mu" ingat pak Damar,hanya anak-anak nya tempat tumpuan hidup nya di masa tua,jadi sebisa mungkin dia meminta Rais untuk terus semangat meraih cita-cita.

__ADS_1


__ADS_2