
"Bagaimana? Kamu sudah basah?"tanyanya lembut. Miranda terengah-rengah menahan perasaan yang ditimbulkan dari setiap sentuhan lelaki berkepala plontos ini.
Dia meremas gundukan kembar milik Miranda dan sesekali memasukkan ke dalam mulutnya menghisap seperti bayi kehausan.
Miranda ingin menjerit tapi tertahan karena takut terdengar oleh kamar di sebelah nya,saat ini dia tengah berada di salah satu villa yang ada di puncak, setelah menggoda David tadi pagi Miranda langsung pergi ke Villa yang berada di puncak dengan alasan sedang ada teman nya yang berulang tahun.
Kamu selalu enak sayang, jariku hampir tidak bisa bergerak"Racau lelaki itu
"Jangan lupa pakai pengaman mu Ron,aku tidak mau ambil resiko" ujar Miranda, meskipun nafsu sedang melanda nya Miranda masih memiliki akal untuk tidak hamil dari Roni sang kekasih gelap.
"Kenapa kamu tidak mau hamil anak ku Mir sedang kan kita melakukan nya hampir tiap Minggu?"
"Jangan mengada-ada David bukan lelaki bodoh dia akan mencari tau anak siapa yang aku kandung,lalu aku di campakan dari rumah papa nya dan hidup menjadi gelandangan dengan mu,apa itu yang kamu mau?"
"Hahaha.....apa aku semiskin itu di mata mu, hingga membuat mu menjadi gelandangan"
"Tapi itu lah kenyataan nya" jawab Miranda
"Sudah jangan banyak bicara, puaskan aku malam ini besok kita akan segera keluar" ucap Miranda menarik Roni kedalam pelukannya
"Hmmmmmm..... Egghhhhhh"
__ADS_1
"Jangan tahan sayang, aku mau mendengar suaramu" pinta Roni sambil Mengusap sesuatu yang mengerrras disana dan membuat Miranda sungguh-sungguh tidak tahan.
****
"Sayang sore ini kita pindah ke rumah baru,papa juga ingin berkunjung ke sana" ujar David saat mengenakan jas nya, lelaki tampan ini tengah bersiap berangkat ke kantor.
"Apa aku harus pesan makanan mas?" tanya Dara
"Boleh,tapi jangan terlalu banyak takut nya malah mubazir karena pembantu nya baru satu yang datang"
"Istri muda papa?"
"Miranda?? dia tidak ada sayang kata papa dia sedang di puncak merayakan ulang tahun teman nya"
"Hmmmm"
"Kenapa papa percaya melepaskan istri muda nya ke puncak mas?"
"Miranda perempuan pembangkang,jika tak di izinkan juga percuma ada saja alasannya dan aneh nya papa selalu menuruti semua keinginan perempuan itu" jawab David dengan nada sedikit kesal
"Kamu tidak curiga mas kalau dia-"
__ADS_1
"Hanya mengincar harta papa" lanjut David dan di anggukki Dara pelan,dia terlalu takut mengatakan kalau pernah melihat Miranda dengan lelaki lain.
"Sayang,hanya rumah saja yang papa miliki atas nama nya selebihnya atas nama mas,jadi tidak ada yang perlu mas khawatir kan , untuk jatah bulanan,itu mas berikan untuk papa selagi papa hidup memang mas bebaskan dia belanja kebutuhan nya tapi masih dalam pantauan mas anggap saja itu imbalan karena dia menemani hari-hari papa karena mas sendiri lebih banyak menghabiskan waktu untuk istri cantik mas ini" ujar David memeluk tubuh Dara dari belakang dan mengusap lembut perut sang istri.
"Mas tau siapa Miranda sayang jadi sesudah menikah dengan papa mas ambil semua aset kekayaan papa jadi dia tidak bisa macam-macam" lanjut David membuat Dara merasa lega ternyata sang suami sudah lebih dulu waspada.
"Ayo sarapan dulu mas" ajak Dara
"Sarapan ini boleh?" tanya David sambil meremas p******a sang istri membuat Dara menjerit karena kaget sedangkan David tertawa terbahak.
"Kebiasaan deh mas,mau ke kantor kan! jangan usil, semalam juga udah ngambil jatah kan"
"Sama kamu nggak pernah puas sayang,mau nya terus habisnya kamu buat mas candu" ujar David mencium pipi Dara
"Udah ah, sarapan dulu ntar telat lo ke kantor nya" ucap Dara dan di anggukki David patuh.
****
Mohon maaf ya hari ini nggak bisa up banyak karena lagi di perjalanan, mohon do'a nya para pembaca sekalian untuk kesembuhan mertua saya yang mau di operasi..🙏🙏
Coming soon ada cerita terbaru lain nya dan pasti nya lebih menarik, untuk cerita David dan Dara masih akan up tiap hari,do'a kan terus buat kesehatan saya sekeluarga ya agar tetap bisa memberikan cerita yang menarik, gregetan untuk para pembaca setia sekali.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan Vote ya...I Love You semua nya...