Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
Belanja


__ADS_3

"Terimakasih ya mas besok kamu harus temani aku belanja mas soalnya banyak yang harus aku beli,ini sudah mau masuk enam bulan lo mas,sudah pas lah untuk belanja barang-barang bayi" ujar Rania tersenyum manis saat Heri mentransfer uang untuk nya sebesar enam juta.


"Terserah kamu saja Ran, setelah ini jangan minta lagi,Dara sudah mulai marah pada ku"


"Mas,di sini itu aku yang istri pertama nya kenapa kamu selalu mengutamakan Dara sih,yang hamil aku mas, yang bisa kasih anak itu aku" kesal Rania


"Ran, bagaimana pun juga keluarga ku tau nya Dara satu-satunya istri ku,soal hamil memang kami yang sepakat,kalau ketahuan bagaimana?? kamu juga yang rugi Ran"


"Aku tidak mau berdebat mas,aku lelah" elak Rania segera pergi, percuma saja berdebat akan membuat mood nya buruk saja lebih baik dia mencatat barang belanjaan apa yang akan di beli nya besok.


Heri menghela nafas lelah,baru saja pulang di suguhkan dengan pertengkaran bukan nya di sambut baik.


***


"Kapan pulang mas?"


"Kangen ya?" tanya David tersenyum kecil

__ADS_1


"Hmmm....kenapa lama sekali kamu di sana mas"


"Cup....cup....sabar ya sayang kalau aku pulang nanti kamu nggak akan aku beri ampun" ujar David


"Oh..ya!! emang kuat berapa ronde? tantang Dara dari kejauhan


"Berani nantangin ya kamu sekarang,awas aja kalau minta ampun nanti"ucap David gemas


"Nggak bakal palingan kamu yang KO"


"Mana suami kamu sayang?" tanya David karena seharusnya hari ini kepulangan Heri tapi Dara malah menghubungi nya.


"Di mana ada Banjir?" tanya David penasaran


"Di tempat dia kerja lah mas masa' di Jakarta,udah ah nggak usah bahas dia mood ku jadi buruk"


"Kenapa? dia potong lagi uang bulanan kamu?" tanya David yang memang tau kalau Heri sering memotong uang bulanan Dara karena David pernah mengecek ponsel Dara dan melihat pertengkaran mereka.

__ADS_1


"Hmmm..kata nya untuk benar sepeda motor adik nya,adik ku saja Rais nggak ada sepeda motor mas dia justru lebih mementingkan adik nya dari pada kontrakan rumah" adu Dara


"Sudah jangan di pikirkan sayang,uang dari mas kan banyak kamu bisa belanja apapun yang kamu mau, kesalon biar mood nya baik lagi, atau kamu belanja ke showroom motor untuk Rais" usul David


"Nggak lah,itu kan uang kamu mas, yang kemarin aku pakai aja belum di ganti masa harus pakai lagi"


"Kan udah mas kasih ke kamu sayang sekarang ya punya kamu lah,kalau kurang ntar mas transfer lagi ya"


"Jangan mas itu aja masih banyak kok" tolak Dara cepat


"Beli kan saja Rais motor sayang biar dia senang,tanya kan mau motor apa?"


"Emang bisa mas kalau dari sini?"


"Bisa lah di kirim pake' ekspedisi,tapi kalau kamu nggak tau tunggu mas pulang aja nanti kita beli sama-sama biar jadi kejutan buat Rais" ajak David dan diangguki Dara


David memang sengaja memanjakan Dara dengan uang agar Dara terbiasa hidup mewah dan bergantung dengan nya dengan cara demikian lah dia bisa meraih Dara nanti dari tangan Heri, meskipun cara David terkesan curang tapi dia benar-benar mencintai Dara buktinya sejak berhubungan dengan Dara, David tidak lagi menginjak kan kaki nya ke Klub dan bermain perempuan,dia sudah kecanduan dengan perempuan mungil itu.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu tunggu mas pulang ke Jakarta saja" jawab Dara.


__ADS_2