
"Ini pak tas nya" ujar Bella menyerahkan paper bag pada David dengan wajah cemberut
"Sayang,benar yang ini?" tanya David dan di anggukki Dara sambil tersenyum
"Ini keluaran terbaru lo mas,cuma ada tiga tas untuk keluaran sekarang,unik kan mas aku suka! nggak terlalu besar cukup lah alat makeup nya sama dompet buat kartu ATM" ucap Dara sengaja menjelaskan pada David di depan Bella
"Tapi sepertinya mas lihat kamu punya tas seperti ini"
"Merek nya beda mas, yang di beli dari Singapura itu kan?" tanya Dara dan di anggukki David
"Itu kancing nya ada satu mas,kalau ini dua dan yang itu lebih gede sedikit lah"
"Perasaan mas sama saja"
"Beda lah mas,ini baru di keluarin awal bulan ini"jawab Dara sambil mencoba tas nya
"Cantik kan mas?" tanya Dara
"Apapun yang kamu pakai cantik sayang" jawab David tersenyum kecil
"Mbak Bella, cantik kan tas nya?"
"Iya" jawab Bella mengangguk kecil
__ADS_1
"Kalau nggak salah masih ada sisa satu lo mbak kenapa nggak beli dua saja tadi satu nya untuk mbak biar kita bisa samaan" pancing Dara
"Saya mana mampu beli Buk, sekecil itu saja sudah puluhan juta" jawab Bella jujur
"Di tabung dulu lah mbak"jawab Dara
"Keburu habis buk"
"Oh iya ya,kan keluaran terbaru,saya lupa Mbak,lain kali bisa mbak tabung dulu uang nya terus kita beli samaan ya, soalnya sejak hamil selera saya sekarang udah beda Mbak nggak mau yang murahan lagi, mungkin bawaan bayi kali ya mbak tau kalau bapak nya banyak uang" jawab Dara sombong,dia sengaja ingin menunjukkan kalau mereka bukan saingan karena stel yang di pakai Dara jauh berbeda dengan Bella jadi jika ingin bersaingan dengan nya minimal harus berselera sama.
"Makasih ya mas selalu beliin apa yang aku mau" ucap Dara tersenyum kecil pada sang suami sedangkan David mengangguk sambil mencium kening Dara.
"Oh ya sampai lupa terimakasih ya mbak Bella, udah buat anak nya pak David nggak jadi ileran" ujar Dara tersenyum kecil sedangkan Bella tersenyum terpaksa,hati nya jengkel melihat kesombongan Dara.
"Hufs.... pulang sana nanti malam saya pinjam suami kamu dulu" batin Bella sambil tersenyum kecil.
David menggenggam satu tangan Dara dan satunya lagi membawa paper bag berisi tas baru sang istri, banyak pasangan mata yang memperhatikan mereka dan memasang wajah iri melihat perlakuan David pada Dara.
"Ingat sayang jangan pake gaun malam,mas tidak suka"
"Iya... iya.. bawel deh sekarang kamu mas"
"Gimana nggak bawel kamu makin seksi gini,lihat ini tambah besar bikin gemas deh" ucap David sambil meremas bokong Dara saat mereka sudah sampai di parkiran
__ADS_1
"Mas.. kebiasaan deh tangan nya nakal gitu"cerocos Dara dan di balas senyuman oleh David
****
"Gimana?"
"Masa itu saja kamu belum bisa lakukan Ron,aku yang bakalan lindungi kamu nanti tenang saja"bujuk Miranda dari sambungan telepon
"Iya...iya....kamu awasi saja dulu dalam beberapa hari ini pasti nanti ada lengah nya dia,kalau perlu kamu tunggu di depan gerbang rumah nya pasti nanti ada momen nya itu"
"Tenang saja,aku yang tanggung jawab,sudah ya aku masih di rumah" tutup Miranda
Pak Haris tidak sengaja mendengar ucapan Miranda yang sedang bertelepon di balkon kamar,dia sedikit curiga Miranda tengah berbicara pada siapa dan apa yang akan istri nya ini lakukan tapi pak Haris memang sudah berkomitmen tidak akan mencampuri urusan Miranda dan tidak membatasi siapapun teman nya selagi itu tidak perselingkuhan.
"Papa" ujar Miranda saat masuk kedalam kamar melihat sang suami yang sedang bengong.
"Apa papa menguping tadi" batin nya
"Papa kenapa?"
"Tidak apa-apa,aku hanya ingin mengambil sesuatu tadi tapi kelupaan, maklum sudah tua" ujar Pak Haris sambil terkekeh kecil
"Seperti nya si tua bangka ini tidak mendengar apapun" pikir Miranda lagi
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu aku keluar dulu pa,ada yang harus aku beli di supermarket depan" pamit Miranda dengan mencium pipi sang suami.