
"Sah"
"Sah"
"Alhamdulillah"
Terdengar iringan do'a setelah ijab Kabul yang baru saja di laksanakan.
Meskipun hanya nikah siri tapi sudah sangat membuat Dara dan David bahagia karena mereka bisa bersatu, David berjanji akan mengurus secepat nya berkas-berkas agar bisa mendapatkan buku nikah mereka dan melaksanakan resepsi di Jakarta nanti.
"Terima kasih ya mas kamu datang di waktu yang tepat" ujar Dara terus memeluk lengan David.
"Kamu tau sendiri kan sayang mas tidak bisa jauh dari kamu, sindrom mas kambuh" bisik David membuat Dara tersenyum kecil
"Terima kasih pak,bu... sudah memaafkan kesalahan ku dan merestui pernikahan kami" ujar Dara saat menyalami punggung tangan ibu dan ayah nya secara bergantian.
Heri sengaja tidak mau datang ke pernikahan Dara karena memang hanya beberapa tokoh adat saja yang menghadiri dan tetangga kiri kanan karena memang tidak ada persiapan sebelum nya.
****
__ADS_1
"Kini dia menikah dengan lelaki kaya kamu dapat apa Ri? dapat *****!" kesal ibu Heri
"Dia hanya lelaki biasa itu bu, tidak mungkin kaya raya, palingan hanya akal-akalan Dara saja itu untuk memanasi ku"jawab Heri
"Sudah kembali saja ke sini tinggal kan perempuan itu,cari istri lain saja di kampung banyak perempuan baik-baik ri kenapa meski menikah dengan perempuan nggak bener ri"
"Bu, istri ku sedang hamil saat ini bu, tidak mungkin aku tinggal kan dia"
"Kenapa kamu pertahankan dia Ri,apa kamu yakin itu anak mu?" ketus ibu Heri
"Bu itu hanya pekerjaan nya dulu sekarang Rania Sudah berubah bu,dia perempuan baik-baik apa salah nya menerima Rania bu, toh aku juga sudah bercerai dan Dara"
"Yang nama nya L*nt* tetap akan jadi L*nt* Ri,jangan bodoh kamu! dia akan kembali ke habitat nya setelah melahirkan nanti, wanita binal itu susah di atur ri" oceh sang ibu
****
"Kenapa kamu bisa sampai ke sini mas,aku kan belum memberikan kabar"
"Hati mas tidak tenang sayang,kamu tau sendiri kan kalau ngidam mas kambuh cuma kamu penawar nya,jadi mas putus kan untuk datang ke sini menyusul mu"jelas David
__ADS_1
"Lalu kenapa membawa dua bodyguard itu?" tanya Dara
"Untuk jaga-jaga saja sayang kalau mas di usir ayah kamu,tapi ternyata sampai di sini justru beda cerita kita malah di nikahkan" jawab David terkekeh
"Kamu bahagia sayang?" tanya David dan di anggukki Dara
"Banget mas,aku sempat syok tadi jika kamu tidak datang pasti warga mengatakan ku sebagai perempuan simpanan om-om"
"Kamu selalu datang tepat waktu mas, tidak pernah sekalipun mengecewakan ku" ujar Dara memeluk tubuh David,dia sangat bahagia karena sudah menjadi istri David meskipun hanya secara Siri,rasa khawatir nya pun kini telah usai ternyata ayah nya sangat mengerti keadaan nya saat ini.
Tangan Dara mulai menyelinap masuk ke dalam kaos singlet yang di pakai oleh sang suami membuat David menatap sang istri penuh hasrat.
"Kamu sudah pintar sekarang sayang" ujar David pelan
"Kamu yang sudah mengajari ku bukan"jawab Dara dengan senyuman manis membuat David tak kuasa untuk tidak mencium bibir sang istri.
"Mas....aku menginginkan kamu" bisik Dara mesra,ntah kenapa hormon nya saat hamil jauh meningkat,Dara tak kuasa menahan hasrat nya saat ini.
David tak menyia-nyiakan kesempatan itu ,dia siap melayani istri nya malam ini.
__ADS_1