Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
Nafkah bulanan


__ADS_3

"Mas aku pengen tau dua Minggu ini kamu kemana aja?" tanya Dara saat mereka mandi bersama di dalam kamar mandi kontrakan Dara


"Papa sakit sayang di Bali jadi mas jagain papa di sana" jawab David jujur


"Terus kerjaan kamu? dan satu lagi yang kata pak Andi kamu mau menikah?"cecar Dara


"Kerjaan aku udah selesai dan soal menikah tidak ada sayang, memang papa berusaha menjodohkan ku dengan Vani model terkenal di Bali yang kata nya anak sahabat lama papa tapi aku menolak nya" jelas David


"Kenapa?" tanya Dara sambil menggosok punggung David,hal ini belum pernah Dara lakukan pada lelaki mana pun termasuk Heri karena mereka tidak pernah mandi berdua.


"Ya karena kamu lah! pake nanya lagi" jawab David sedikit ketus membuat Dara terkekeh kecil


"Model terkenal, pasti cantik! yakin kamu nggak tertarik" pancing Dara


"Nggak!!! masih jauh cantikan kamu kemana-mana,masih legitan punya kamu juga sayang " jawab David fulgar membuat Dara mencubit pinggang nya


"Memang nya sudah kamu coba?" kesal Dara


"Nggak perlu di coba sayang mas sudah tau dari wajah nya, begini-begini mas bisa menerawang melalui wajah saja"

__ADS_1


"Jangan ngarang deh, pasti juga kamu lihat dari bentuk squisy nya"


"Hahaha.....kok kamu tau sayang,mas suka yang seperti ini,pas di tangan" jawab David sambil meremas pelan benda kenyal yang menggantung itu.


"Mas,udah ah masih capek juga"


"Iya..iya....mas mau tinggalin untuk tenaga buat ntar malam" goda David sambil menaikkan satu alisnya dan tersenyum mesum membuat Dara menggelengkan kepalanya.


David memang lelaki yang bisa membangkitkan gairah nya dan David selalu bisa menyenangkan hati Dara.


***


"Nanti aku pikirkan dulu cara nya"


"Aku nggak mau tau mas,jangan pancing amarah ku lagi, bulan depan nggak ada nafkah bulanan dan nafkah batin untuk si Dara itu" tegas Rania membuat Heri pusing sendiri.


Heri segera pamit,Rania mengantarkan nya sampai ke depan pintu.


Meskipun sama-sama di Lombok jarak PT tempat Heri bekerja dengan rumah Rania cukup jauh, kurang lebih 5-6 jam perjalanan karena tempat Heri bekerja di pelosok.

__ADS_1


****


"Sekarang mas yang tanya kamu, selama mas nggak ada kamu kemana aja?"tanya David sambil mengeringkan rambut Dara dengan handuk kecil.


"Nggak kemana-mana,kerja. Main hape terus baring-baring aja di kamar sambil nahan rindu" aku Dara jujur dia tak mau lagi menahan gengsi nya


"Rindu siapa?" pancing David


"Ya kamu lah,jangan pura-pura begi deh"


"Terus suami kamu pulang tiba-tiba lagi nggak?" tanya David


"Nggak pulang sesuai jadwal,mas aku lapar kita makan yuk?"ajak Dara mengalihkan pembicaraan mereka takut nya David malah cemburu.


"Makan apa?"


"Gimana kalau Mie instan aja,cuma itu yang ada mas tapi tunggu deh kemarin aku ada beli pasta kaya nya enak makan itu aja mas menjelang malam kita keluar"


"Ya udah nggak papa,makan apa aja asal sama kamu aku sih oke aja" jawab David tersenyum manis

__ADS_1


"Pinter banget gombal nya" cebik Dara segera beranjak ke arah dapur.


__ADS_2