Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
makan malam


__ADS_3

"Mas,kalau aku sudah lahiran kita pindah ke rumah yang lebih gede ya mas,di sini tetangga nya banyak yang rese" ujar Rania manja


"Tunggu aku punya rezeki lebih Ran,ini saja aku tidak memiliki tabungan, sebagian gaji di kamu dan sebagian di Dara,aku hanya memegang 500 ribu/bulan karena sisa nya aku kirim ke ibu" jelas Heri


"Kamu kenapa nggak nolak sih mas saat di minta nikah sama si Dara itu"


"Aku tidak bisa jadi anak durhaka Ran,ibu menyukai Dara untuk jadi menantu nya"jawab Heri lagi


"Cantikan mana aku sama Dara itu mas?"


"Kalau sekelas di kampung ya cantik sih dia, tapi kalau untuk di bawa ke kota masih cantik kamu lah,apa lagi Dara masih anak bau kencur yang tidak mengerti urusan Ranjang"


"Pantas saja mas Heri nggak mau ninggalin aku ternyata masih kalah jauh dari aku toh" batin Rania tersenyum tipis


"Aku harus menguasai mas Heri karena aku punya anak dari nya dan perempuan itu tidak akan dapat apa-apa"


****


"Ra..... bangun" bisik David pelan membuat Dara membuka mata nya perlahan


"Maaf pak,saya ketiduran lama ya"


"Iya, bahkan ini sudah pukul delapan malam" jawab David membuat Dara tercengang, dia terlalu nyenyak tidur dalam ruangan ber Ac itu.


"Ayo saya antar pulang"


"Tapi saya bawa motor pak"


"Di tinggal saja Ra,ini sudah larut malam tidak baik perempuan malam-malam bawa motor sendiri"


"Tapi pak-"


"Sudah, tidak akan ada yang melihat kita,ini sudah larut malam, semua karyawan sudah pulang,saya sengaja menunggu kamu bangun tapi kamu tidak bangun juga" jelas David membuat Dara sedikit tersentuh ternyata sang atasan mesum ini juga ada sisi baiknya tak mau meninggalkan nya sendirian di kantor.


"Mau makan malam dulu ra?" tawar David


"Sudah kenyang pak,tadi siang makan saya cukup banyak"tolak Dara

__ADS_1


"Tapi nanti kamu malah kelaparan"


"Langsung pulang saja pak" jawab Dara cepat dan di anggukki David


Setelah sampai di simpang rumah nya Dara minta di berhentikan di sana.


"Terima kasih pak,saya pulang dulu" ujar Dara langsung turun dan berjalan cepat dia takut ada yang melihat nya nanti.


Mobil David melaju pelan saat melihat Dara sudah jauh.


"Eh.....neng Dara baru pulang" saat Doni salah satu tetangga Dara yang juga ngontrak bersebelahan dengan rumah Dara.


"Iya kang Doni,maaf saya duluan"


"Iya neng"


Dara masuk kedalam rumah nya, yang di butuhkan Dara saat ini adalah air untuk mengguyur tubuhnya, setelah selesai mandi rasa kantuk nya hilang seketika dan berubah menjadi rasa lapar tapi Dara melirik kearah jam dinding sudah hampir pukul 10 malam,dia mana dia bisa mendapatkan makanan apalagi motor nya tidak ada membuat nya semakin sulit.


Dara menghela nafas panjang menahan lapar ,dia harus mendapatkan sesuatu untuk di makan tapi apa? Mie Instan! Dara bukan penyuka mie Instan jadi dia tidak menyetok itu di dapur.


Dara berusaha memejamkan mata nya tapi enggan untuk tertidur, tiba-tiba pintu belakang nya berbunyi seperti semalam, apakah pak David lagi yang masuk? pikir Dara dan ternyata benar David membawa dua kantong plastik berisi makanan.


"Pak,kenapa kemari?" tanya Dara pelan


"Saya tau kalau kamu pasti lapar Ra,saya tidak tega melihat kamu kelaparan" jawab David membuat Dara tersentuh, David sangat peduli pada nya sedangkan Heri sang suami saja tak mau tau apa yang terjadi pada Dara di sini.


"Ayo saya temani makan" ajak David dan diangguki Dara pelan


"Enak kan nasi goreng nya?" tanya David setelah mereka makan malam


"Hmmm..bapak beli di mana?"


"Di ko Acong, dulu beliau langganan mama,mama paling suka makan nasi goreng ko Acong Ra, meskipun orang Cina langganan Ko Acong banyak yang muslim karena memang terjamin halal Ra, kapan-kapan nanti aku ajak kamu makan di sana ya" bujuk David


"Saya juga punya langganan nasi goreng kalau di kampung pak,nama nya wak Liman, di tempat saya juga terkenal"


"Kalau begitu kapan-kapan kamu ajak sana"

__ADS_1


"Ngaco bapak, kampung saya jauh"


"Ya nggak papa Ra, selagi ada niat pasti ada kesempatan nanti nya"


"Suami kamu kapan pulang nya ra?" tanya David dan di jawab gelengan oleh Dara


"Jujur Ra awal bertemu kamu saya nggak yakin kamu sudah menikah, habisnya masih muda,19 tahun"


"Kami di jodohkan pak,tapi saya cinta dengan dia" jawab Dara jujur membuat David sedikit cemburu


"Apa kamu yakin dia di sana mencintai mu juga"


"Kenapa bapak bicara demikian,saya yakin mas Heri mencintai saya buktinya dia mau berjuang untuk rumah tangga kami pak, meski pun penghasilan nya sedikit tapi berkah untuk rumah tangga kami" jawab Dara sedikit ketus dia tak terima dengan ucapan David yang seperti menyudutkan suami nya.


"Maaf ra,aku hanya bertanya jangan marah seperti itu, nanti cantik nya hilang lo" goda David


"Pak,saya harap hubungan kita hanya sebatas rekan kerja saja pak,saya punya suami"


"Mana bisa Ra,saya mencintai kamu mana bisa saja jauh dari kamu Ra"


"Tapi ini tidak benar pak, bagaimana jika suami saya tau dan saya bisa di ceraikan nya"


"Jika itu terjadi menikah lah dengan saya" ajak David membuat Dara putus asa,dia tidak mengerti lagi bagaimana cara mengusir atasannya ini.


"Ra,jika kamu terus memaksa saya menjauh saya akan kirimkan Video kita bercinta dengan suami kamu" ancam David membuat Dara tersentak kaget


Kapan David membuat Video nya pikir Dara


"Jangan mengancam ku pak"


"Jika kamu tidak percaya kamu tunggu saja kepulangan suami mu besok" jawab David santai membuat Dara ketakutan.


"Kamu licik pak,kamu yang memaksaku"


"Tapi di dalam Video tidak ada terlihat pemaksaan justru kamu juga menikmati nya"jawab David membuat Dara kesal


"Ra,hanya ini cara yang aku punya agar kamu terus mau berhubungan dengan ku" ungkap David, padahal David tidak punya video apapun dia hanya sekedar mengancam Dara.

__ADS_1


__ADS_2