
"Egghhhhhh, akhirnya bisa kembali ke apartemen ini mas,aku kangen banget lo mas sama apartemen ini" ujar Dara merentangkan tangannya saat masuk ke apartemen.
Kini dia harus menjalani hidup baru sebagai istri dari konglomerat David bukan istri dar Heri lagi.
"Sayang, nggak nyangka deh bisa nikahin kamu,dulu mas cuma berpikir bakalan jadi selingkuhan kamu seumur hidup tapi sekarang bisa miliki kamu, jangan pernah berpaling dari mas sayang" Peluk David dari belakang
"Tidak ada alasan mas untuk selingkuh dari kamu mas,kamu tampan mapan dan juga perhatian paket komplit jadi tidak usah khawatir mas ku sayang" jawab Dara tersenyum manis
"Sayang,hari ini istirahat ya,besok kita main ke rumah papa,mas akan kenal kan kamu sama papa"
Deg...apa keluarga David mengetahui pernikahan mereka pikir Dara.
"Jangan takut papa orang baik,dia tau semua nya sayang"lanjut David seakan tau isi kepala Dara
"Apa beliau merestui kita mas?" tanya Dara khawatir
"Tentu saja, beliau sudah menginginkan cucu yang ada di perut kamu ini sayang"
"Papa kamu tau aku hamil?"
"Ya,papa yang meminta ku menjemput kamu di kampung"
__ADS_1
"Jadi bukan keinginan kamu sendiri?"
"Ya keinginan aku sayang,tapi sudah dapat restu papa juga" jelas David membuat Dara berpikir sejenak selama ini David tidak berbicara apapun mengenai keluarga nya,apa dia sudah siap untuk bertemu mertua nya, bagaimana tanggapan sang mertua melihat dia hamil apa David sudah bercerita mengenai status nya, banyak pertanyaan di benak Dara tapi dia tidak bisa menanyakan semua nya pad David karena mereka masih lelah.
Dara berjalan ke arah kamar untuk segera berbaring, tubuh nya lelah karena perjalanan ini.
***
Heri pulang tanpa sepengetahuan Rania, setelah berdebat kemarin Heri pamit pulang pada ibu nya dengan alasan harus menyelesaikan pekerjaan nya.
"Aaahhh"
"Pelan-pelan,perut ku sudah membesar jangan di tekan" ujar Rania
"Ehmmmmmmp"
"Sudah keluar air s*s* nya punya kamu,enak saat di hisap" ujar lelaki itu membuat tubuh Heri semakin kaku, jantung nya berdegup kencang saat ini.
Heri segera melangkah cepat menunju kamar nya, pemandangan yang di lihat nya membuat hati nya tersayat,dia melepaskan Dara karena memikirkan kandungan Rania kalau tau perempuan ini kembali pada habitat nya lebih baik dia lepaskan perempuan ini dari awal dan menjalani rumah tangga bersama Dara tapi nasi sudah jadi bubur dia tak bisa berbuat apa-apa.
Heri mengepalkan tangannya lalu masuk ke dalam kamar membuat Rania yang melihat bayangan Heri segera mendorong lelaki yang ada di atas tubuh nya.
__ADS_1
"J****g murahan kamu" pekik Heri, lelaki yang berada di kamar itu segera lari terbirit-birit, bahkan dengan tubuh t*l*n*a*g nya.
"Mas Heri...."
"Kamu benar-benar perempuan murahan Ran, menyesal aku menikahi p*l*c*r seperti kamu,benar kata ibu ku tidak akan mungkin seorang perempuan binal seperti kamu akan menjadi istri yang baik untuk ku".
"Mas maaf kan aku mas,maaf ini semua aku lakukan karena aku kesal mas sama kamu" isak Rania
"Kesal kamu bilang!!!" Heri mencengkeram lengan Rania kuat
"Mas sakit!!" ringis nya
"Apa yang membuat mu kesal? untuk Dara aku sudah bercerai dengan dia bahkan sekarang Dara sudah menikah lagi dengan konglomerat ternama,nasib ku apa?? dapat ***** seperti kamu,aku tidak yakin itu anak ku, pasti itu anak lelaki lain"
"Mas,aku berani bersumpah ini anak kamu mas,ini anak kita,aku melakukan ini baru satu bulan belakangan ini mas" bohong Rania
"Kamu pikir aku percaya dengan omongan mu, perempuan seperti mu pantas nya berada di neraka Ran,,suami pergi kamu malah membawa lelaki lain ke rumah,***** murahan kamu" maki Heri kesal
Heri mengambil kembali tas nya dan segera pergi, keadaan nya sangat kacau sekarang, bertahan dengan perempuan yang jelas-jelas tidak baik, mungkin ini karma untuk nya karena membantah ucapan sang ibu.
****
__ADS_1
Selamat malam tahun baru untuk semua pembaca sekalian setia saya, happy weekend 🥰🥰