
Rupanya kemarahan Bu Kia terdengar oleh David karena pak Rudi melaporkan kalau ada beberapa karyawan yang di potong uang gaji nya karena tidak masuk dan dia dalam catatan tersebut ada nama Dara.
"Untuk tindak lanjut sudah di beri sangsi teguran orang bu Kia pak" jelas pak Rudi
"Bu Kia berkata kasar?" tanya David
"Tidak,hanya beberapa kali membentak,bapak tau sendiri kan kalau bu Kia itu orang nya disiplin, teguran ini juga supaya mereka bisa menyadari kesalahannya pak" jelas pak Rudi dan di anggukki David pelan,tapi bagaimana pun dia tidak suka Bu Kia memarahi calon istri nya, apalagi Dara sedang hamil David takut akan mempengaruhi anak nya nanti.
***
"Sayang apa mas pecat saja bu Kia?" tanya David saat mereka sudah di apartemen
"Kenapa mas?" tanya balik Dara terkejut
"Berani-beraninya dia memarahi calon istri mas"jawab David sedikit kesal
"Mas,bu Kia tidak tau dengan hubungan kita,lagi pula bu Kia hanya bersikap disiplin mas,ini juga kesalahan ku yang lupa mengabari kantor kemarin" jelas Dara
"Tapi mas tidak suka sayang,mas takut terjadi apa-apa sama dedek nya" ucap David mengelus perut Dara lembut membuat Dara menggelinjang kegelian.
__ADS_1
"Jangan berlebihan mas,nanti semua orang bakal curiga,ingat akta cerai ku belum keluar lo jadi kita harus main cantik" ujar Dara mengingat kan David
"Mas Minggu ini aku pulang ya,mau ambil barang-barang dulu masih banyak di kontrakan sekalian motor mas"
"Untuk apa motor sayang,biar kan saja nanti mas belikan yang baru,mas tidak suka ada satu pun aset Heri yang kamu bawa" tegas David
"Ya sudah kalau begitu pakaian ku saja mas,masih banyak di kontrakan,takut nya malah di kurangi pemilik kontrakan karena bukan ini belum bayar" jelas Dara
"Mas temani sayang,nanti malah terjadi yang tidak-tidak lagi"
"Aku bisa sendiri mas,jangan membuat orang curiga,jika akta cerai ku keluar terserah mas mau apakan aku di depan umum" Sahut Dara membuat David terkekeh gemas melihat sang kekasih.
***
"Tidak ada Ri, kenapa?"
"Hanya bertanya saja bu,oh ya bagaimana kabar mertua ku bu?" tanya Heri lagi
"Sehat, kemarin ibu juga ada bertemu beliau,Ri ibu mau tanya deh kamu kasih Dara uang belanja berapa?"
__ADS_1
"Kenapa memang nya bu?" tanya Heri balik
"Sekarang Ibu sama Ayah nya Dara rombak rumah Ri,jadi lebih gede.Apa uang kamu nak?" tanya ibu Heri mulai iri
"Rombak rumah!! bukan uang aku bu,aku kasih Dara uang sewajarnya saja,tapi Dara memang bekerja bu" jawab Heri sedikit penasaran
"Apa pekerjaan istri mu?"
"Di pabrik jam tangan dan tas kulit bu" jawab Heri lagi
"Dara kan hanya lulusan SMA tidak mungkin lah bisa memiliki gaji besar Ri,kamu saja yang tamatan S1 pertambangan cuma Lima juta pasti Dara di bawah nya kan,apa kamu nggak curiga?" tanya Ibu Heri
"Curiga gimana bu?"
"Ya kamu kan sering ninggalin Dara,Ri.Takut nya Dara malah selingkuh gitu dia kan perempuan muda"
"Ah.... nggak mungkin bu,aku percaya Dara" tepis Heri cepat karena justru dia lah yang berselingkuh saat ini.
"Hati-hati nak sekarang banyak perselingkuhan di Televisi, melihat kehidupan keluarga Dara sekarang ibu jadi takut kamu hanya di manfaatkan nya saja"
__ADS_1
"Bukan nya ibu yang menjodohkan ku dengan Dara dulu"
"Iya tapi melihat keadaan sekarang ibu takut Ri, Apalagi Jakarta itu kejam segala cara di jadikan halal" ucap Sang ibu membuat Heri berpikir sejenak, sekarang Dara jauh lebih cantik dari awal mereka menikah dan banyak sekali perubahan yang terjadi pada keluarga Dara saat ini mulai dari motor Rais hingga perbaikan rumah keluarga Dara,apa benar Dara juga berselingkuh dari nya pikir Heri.