
"Mas,jaga diri di sana! jangan lupa kabari aku ya" ujar Dara
"Memang nya blokiran nya sudah kamu buka"? tanya David
"hehehe iya lupa mas,nanti aku buka ya,jangan ngambek" jawab Dara cengengesan
"Kamu hati-hati di sini,kalau ada apa-apa ke apartemen aja, lagian suami kamu juga nggak ada ngapain di kontrakan"
"Ya... nanti aku pikirkan mas,mas jangan telat makan ya,jaga kesehatan jangan capek-capek.Jangan kelamaan di Bali aku rindu" ucap Dara memeluk erat,baru kali ini dia berat sekali melepaskan David,air mata nya tak terasa menetes sendiri.
Cup
David mengecup kening kekasih nya ini dan menghapus air mata Dara.
"Jangan sedih,mas akan tipa hari kabari kamu,do'a kan semua nya berjalan lancar ya"
"Iya" jawab Dara mengangguk kecil.
****
Rania mengusap perut nya lembut anak ini sudah membuat Heri terikat pada nya, awalnya Rania tak menginginkan Heri tapi karena Heri mau membiayai kehidupan nya membuat Rania berhenti dari dunia kelam nya tapi setelah Heri menikah lagi dengan Dara membuat Rania cemburu,Heri saja bisa berbagi tubuh dengan perempuan lain kenapa dia tidak! toh tidak ada juga yang tau pikir nya.
Awalnya hanya iseng bermain dengan Pak Rt tapi untuk hari ini bukan iseng pak Rt memberikan nya uang sebesar 300 ribu, meskipun bukan jumlah yang banyak cukup lah buat tambahan beli skincare nya,uang dari Heri untuk kebutuhan dapur dan vitamin hamil nya.
Sejak dia menjadi PSK Rania jadi ketagihan *** bahkan dia bisa bermain sampai 5 x sehari,ini yang membuat Heri tergila-gila pada Rania tapi Heri salah menilai,PSK tetap lah PSK di bawa ke dunia nya pun jiwa PSK sudah mendarah daging dalam diri Rania,dia sudah terbiasa mendapatkan uang dengan cara mengangkang saja jadi tak masalah lah bagi Rania bermain sekali dua kali di belakang Heri yang penting uang tetap masuk.
***
Dara menghempas kan tubuh nya di atas ranjang, perasaan nya hari ini sangat lelah.
Mumpung di berikan jatah libur Dara ingin tidur saja untuk memulihkan tenaga nya.
Dara memejamkan mata nya sejenak karena rasa lelah dari pergulatan nya dan David masih sangat terasa.
__ADS_1
Tok....tok.....
tok....tok....
"Siapa?" pekik Dara yang enggan beranjak dari ranjang
Tok.....tok....
"Ya sebentar"jawab Dara segera bangkit
"Mas Heri!!! kamu pulang mas?"
"Ya...kenapa? kaget"
"Tumben kamu pulang nggak bilang-bilang,masuk mas aku bikin kan kopi"
Kenapa jalan kamu begitu Ra?" tanya Heri sinis membuat Dara curiga
"Itu mas, a-ku-aku sedang datang bulan" jawab Dara gugup
"Sakit perut mas"
"Kenapa mas nggak langsung masuk saja,mas punya kunci kan"
"Aku sengaja! jawab Heri ketus membuat Dara semakin gugup
"Itu kenapa leher kamu ra, merah-merah begitu?"
Dara segera memegang leher nya dan menggaruk nya sedikit.
"Mungkin di gigit nyamuk mas, belakangan ini banyak nyamuk di kontrakan kita, mungkin karena sampah di belakang" alasan Dara
"Ra,aku kangen" ucap Heri mendekat lalu memeluk tubuh Dara tapi Dara menghindar karena Heri tau kalau sekujur tubuhnya penuh bercak merah hasil karya David, karena ini bukan jadwal kepulangan Heri.
__ADS_1
"Kenapa menghindar Ra,kamu nggak kangen aku"
"Kang-en mas tapi aku harus mandi dulu,bau keringat"
"Sudah...nggak perlu mandi Ra mas sudah nggak tahan"
"Mas aku sedang datang bulan"tolak Dara cepat
"Mas hanya mau ***** aja ra,nanti kamu bisa pake mulut kan,kaya biasanya"
Heri memaksa Dara untuk berbaring di atas sofa tapi Dara terus menolak membuat Heri curiga dan menarik kaos yang di kenakan Dara hingga terlihat jelas warna merah yang masih baru di tubuh istrinya ini, apalagi kulit Dara putih sangat kontras sekali.
"Ma-s.... Ak-u-aku bisa jelaskan ini mas" ucap Dara ketakutan
"Kamu selingkuh ra?" tanya Heri
"Mas,,ini..in-i-"
"Kamu selingkuh!!!" bentak Heri mencengkeram kuat lengan Dara
"Mas...maafkan aku mas"
Heri menarik rambut Dara kuat hingga perempuan ini kesakitan.
"Mas..lepas mas,maaf kan aku" isak Dara memohon
Plak....
Satu tamparan di layangkan oleh Heri di pipi Dara membuat Dara meringis kesakitan, cengkraman Heri lebih kuat lagi hingga dara berteriak kesakitan...
"Tidak ada ampun untuk tukang selingkuh seperti kamu,aku akan kembalikan kamu pada ibu mu Ra,****** murahan!!!"
"Masss..... ampun mas,,jangan mas" pekik Dara menangis histeris.
__ADS_1
"Astaghfirullah.....aku mimpi buruk" gumam nya pelan sambil menggosok wajah nya saat terbangun.
Nafas Dara masih memburu karena ketakutan akan mimpi nya tadi.