Pernikahan Luar Biasa

Pernikahan Luar Biasa
Penyesalan Heri


__ADS_3

Dara menutup mulut nya terkejut mendengar cerita David kalau Miranda akan mencelakai diri nya, benar-benar wanita jahat dia.


"Jadi papa menceraikan nya mas?" tanya Dara dan di anggukki David


"Kasihan papa mas, pasti beliau sangat terpukul"


"Mau bagaimana lagi sayang,itu sudah menjadi pilihan papa,mas juga tidak tau sebelum nya tapi papa mengikhlas kan Miranda mau bagaimana lagi,jika papa mempertahankan nya juga akan menjadi petaka nanti nya jadi lebih baik di akhiri, mending kita melihat papa sedih sekarang dari pada papa harus merenggang nyawa di tangan Miranda"jelas David


Dara tak habis pikir kenapa ada wanita sejahat Miranda,apa karena dia sudah di buta kan oleh cinta nya pada David,tapi jika cinta kenapa dulu berselingkuh dari David dan sekarang justru mengemis,atau gila harta!!!.


Ntah apa jawaban nya hanya Miranda yang tau.


"Sayang" panggil David yang melihat Dara melamun

__ADS_1


"Kenapa mas?"


"Kamu kenapa malah bengong begitu? ntar Kesambet loe, nggak baik ibu hamil banyak bengong"


"Cuma kepikiran papa,takut malah papa sakit nanti nya mas karena berpisah dengan Miranda bukan nya mereka sudah cukup lama menikah"


"Setelah anak kita lahir pasti papa bahagia dan akan melupakan Miranda sayang, dia akan lebih banyak menghabiskan waktu nya untuk anak kita nanti,tenang saja jangan begitu khawatir hanya menunggu beberapa bulan saja lagi" jelas David membuat Dara mengusap perut nya lembut.


***


"Bu, biarkan dia di panti asuhan aku akan mengirim kan uang setiap bulan nya,jika ibu berkenan lihat saja sekali-kali bu" ujar Heri


"Ibu malu Ri,malu!" isak sang ibu, sebenarnya dia tak ingin membuang bayi itu dari rumah nya jika itu anak yang jelas tapi kini Heri dan Rania bercerai lagi dan Rania seorang wanita malam apa kata tetangga nya jika tau semua itu sudah pasti mereka akan di cemo'oh.

__ADS_1


"Maaf kan aku bu,aku khilaf " ujar Heri,dia sudah pernah bermain-main dengan pernikahan mungkin ini karma yang dia dapat kan karena sudah membohongi pernikahan yang di impikan oleh ibu nya.


"Dara hidup enak di Jakarta sana, Keluarga nya serba berkecukupan dan kamu-"ibu Heri tak meneruskan ucapannya dia hanya menangis


"Maaf kan aku bu,aku menyesal"aku Heri


"Ibu kecewa sama kamu Ri,andai saja dulu kamu tak begini sudah pasti Dara juga tak akan selingkuh dan ibu sudah punya cucu yang lucu"


"Bu...ini semua sudah suratan takdir,aku akan menata hidup ku kembali Bu,dan aku janji tidak akan menikahi perempuan sembarangan lagi"


Heri berpikir sejenak memang jika dia tak memiliki istri lain sudah pasti Dara akan di bawanya di mana pun dia kerja dan intensitas pertemuan mereka juga akan lebih banyak,Dia akan membiarkan Dara hamil hingga mereka memiliki anak dan Dara tak bisa selingkuh hingga mereka hidup bahagia sesuai dengan keinginan Dara sewaktu pertama mereka menikah dulu tapi semua impian itu hancur,hanya kenangan kemanjaan Dara yang Heri ingat saat ini.


Heri sangat-sangat menyesal dengan apa yang sudah dia perbuat.

__ADS_1


__ADS_2