Pernikahan Sementara Nayanika

Pernikahan Sementara Nayanika
Mengikuti Jameela


__ADS_3

Hari ini hari sabtu. Benji yang sebelumnya sudah membuat janji dengan Roni untuk mendatangi Lounge & Bar miliknya sudah bersiap. dan seperti biasa, Nai diperbolehkan pulang lebih awal, ditambah lagi karena Nai beberapa hari menginap dirumah Benji.


Ditempat lain.


Jameela sudah bersiap untuk pergi ke tempat kerjanya. Hari ini dia menggunakan hot pants dan tanktop ditutupi jaket kulit setengah badan sebagai atasannya. Tak lupa wedges 17cm yang membantu dirinya terlihat tinggi dan dan sexy. Pakaiannya itu dia lipat rapi dan dimasukan kedalam tas, tak lupa sendal jepit yang selalu dia gunakan saat pergi kerja.


Dia berjalan cukup lama. Sesampainya di tempat kerja, Jameela berganti pakaian dan langsung naik ke panggung karena sudah banyak permintaan lagu. Namun hari ini hari sabtu, dimana jadwal tamu yang datang biasanya hampir semua penyuka dangdut dan yang sudah berumur, senang minuman beralkohol, dan senang memberikan uang saweran namun harus ditemani bergoyang ataupun harus menyanyikan lagu kesukaannya.


Satu - satunya nya penyanyi yang sudah berhenti minum adalah jameela. Dia benar - benar berhenti karena merasa kenyang sering minum alkohol sejak remaja dan karena ginjalnya sering terasa sakit. Namun malam ini, dia menenggak beberapa sloky Tequila yang sengaja dia minta kepada bartender. Dia merasa kepercayaan dirinya kurang jika dikelilingi para om -om mesum seperti itu.


Tabuhan gendang serta musik dari orgen dan suling menambah riuhnya suasana..


Uang bertebaran dimana - mana termasuk disaku celana Jameela yang entah bagaimana caranya uang itu masuk ke saku tersebut.


Jameela terlihat menikmati suasana meskipun berbanding terbalik dengan perasaan waras yang tersisa beberapa persen di otaknya. Ditambah lagi beberapa tamu memberikan Jameela minuman dengan imbalan uang ratusan ribu.


Jameela menenggak minuman tersebut sambil tertawa.. Tangannya dilingkarkan kepada salah satu pria tua yang mampu mengeluarkan uang terus menerus. Suasana semakin ricuh.


Waktu Perform jameela sudah habis, di lagu terakhir dia berkeliling ke meja para tamu, hanya sekedar untuk mengajak para tamu bernyanyi bersama - sama atau mungkin mencari uang tambahan lagi. Tanpa dia sadari, di meja paling pojok ada sepasang mata yang mengamati dia sejak datang. Masih dengan topi dan masker yang lengkap.


"Ron, yang bener aja tempat punya gue sediain acara gini setiap malem minggu. Mana tua bangka semua yang dateng. Heran gue." Tanda keberatan Benji.


"Kemaren kita kan kesini lagunya lagu santai, ampe gue tidur, kalau hari sabtu emang waktunya para calon penghuni neraka happy - happy kesini. Makanya disediain dangdut kayak di hajatan. Btw, katanya tempat lu ini nyediain jasa juga, gatau juga sih. Gapapalah hiburan sekali - kali. Liatin cewe sexy. Udah gak usah koment. Abis sebatang pulang nih." Roni menenangkan Benji, padahal, dia sedang cuci mata dan enggan untuk pulang segera.


Sambil terus menatap, Jameela yang sudah selesai bernyanyi melihat kearah si pemilik mata tajam tersebut. Dilihatnya ada pria yang melambaikan tangan tanda memanggil dan ada beberapa tumpukan uang didepan mejanya. Pria itu tidak sendiri, Cheryl, teman Jameela duduk disamping Benji, berusaha menggoda dengan pakaian sexy nya. Terlihat beberapa kali Cheryl mengelus pipi Benji. Benji hanya diam saja meskipun kesal, dia sedang tidak ingin membuat keributan.


Jameela berjalan mendekati meja tersebut dengan senyuman yang tak hilang di bibirnya, dia kemudian menghampiri Benji.


"Ya? kau memanggilku? ah, kau pria yang waktu itu di mobil ya? sering juga ketempat ini?" Tanya nya ramah.


Dia melihat Benji seperti sangat risih, Jameela menegur temannya itu sambil melotot, "Hey Cheryl, pergilah, dia tidak menyukaimu! apa kau tidak melihatnya?Untung kau tidak ditendangnya." Sambung Jameela.


" Aku akan pergi, dia hanya tampan, tapi payah. Dasar banci." Cheryl beranjak pergi dengan kesal.


Wajah Nai kembali berubah seketika menjadi manis kembali, dia menatap nakal lelaki yang ada dihadapannya. " Ada apa memanggilku?" Tanya nya.


"Bisa temani aku malam ini? uang ini hanya uang muka, kau boleh membawanya, nanti ku tambah." bisik Benji ditelinga Jameela karena musik sangat keras. Roni yang duduk disamping Benji tak berhenti menatap Jameela.


Ya Tuhan, seandainya dia mau, aku akan menikahinya, meskipun hanya penyanyi malam. Aku bisa menjamin kehidupannya. Sahabatku kukira homo, ternyata dia memilih bibit unggul. Roni.


Sontak Jameela tersenyum dan menggelengkan kepala tanpa mengeluarkan jawaban. Jameela berlalu segera, namun tangan Benji lebih cepat menggenggam pergelangan tangan Jameela dan menariknya. Jameela yang sudah sempoyongan karena pengaruh minuman keras itu tidak bisa lagi menahan tubuhnya yang lemas kemudian jatuh, untung saja Benji dengan segera menangkapnya.


uwwwwweeeeekkkkkkkkk..


Jameela memuntahkan seluruh isi perutnya. sejak dia berhenti minum, kemampuan mabuknya menurun dan jika minum sedikitpun, dia akan langsung muntah - muntah.


" Waduh Ben, rejeki apa musibah lu dimuntahin artis cantik.." Roni yang panik segera berdiri.


"Berisik Ron!!!!! ya tuhan pake muntah segala, Angkut - angkut, minta tolong karyawan disini!!!!hey,, hey,, bangun,, kau mengotori bajuku!" Benji panik sambil terus mengguncang - guncang badan Jameela yang kini tak sadarkan diri.


Suasana tetap riuh karena penyanyi lainnya masih bernyanyi di panggung. Dan lagi, kejadian wanita mabuk hingga muntah sudah tidak aneh terjadi disana.


Setelah memindahkan jameela ke belakang, Benji berpura - pura ke kamar mandi sambil mencari seorang karyawan. Beruntung tak lama karyawan pun lewat.


"Eh mas.. sini ..sini.."


"Ada apa pak?"


"Saya mau ketemu manager kamu." Sambil mengeluarkan 5 lembar uang seratus ribuan. Dan diberikan kepada karyawan itu.


"Terimakasih pak, Bapak dari sini naik tangga didepan, lurus, mentok, belok kanan. Nanti ada tulisannya MANAGER." jelas si karyawan.


"Oke terima kasih."


Setengah berlari Benji menaiki tangga dan berjalan menuju ruang manager.


Tok ..tokk..


Siapa?


Tanpa permisi Benji masuk dan langsung menyalami manager tersebut.


Benjamin Ryshaka Natanael.


Manager itu sontak terkejut. Dia disalami oleh pemilik tempat ini dan orang yang harta kekayaannya membuatnya terkenal.


"Duduk pak." Sambil gemetar manager itu mempersilahkan duduk.


"Ada yang bisa saya bantu?" Mencoba membuka obrolan.


"Saya tertarik oleh penyanyi disini. Oh iya, saya dengar Lounge dan Bar ini juga membolehkan para tamu membawa penyanyi pulang, Bahkan menyediakan jasa. Jika terbukti, tempat ini dengan mudah akan ku tutup. Jadi, ikuti aturan atau kau jadi pengangguran.


Manager itu nampak terkejut. Dengan ketakutan dia menjawab.


"Baik pak baik. Siapa wanitanya? Saya jamin dia pasti mau dengan bapak. Terlebih jika wanita itu tau siapa bapak. Hal mustahil jika menolak. Semua wanita disini bisa diusahakan pak kecuali,,,"

__ADS_1


"Siapa????" Belum selesai manager itu berbicara benji sudah memotongnya.


"Kecuali Jameela pak." Dia menunduk ketakutan.


si mata indah itu. pantas. Apa dia mahal? Benji.


"Hahahahahahah, dia merasa mahal? Atau belum ada yang mampu membayarnya?" Tanya benji. Sombong.


"Sa.. Saya tidak tau persis pak mohon maaf. Namun semenjak dia pindah dan bekerja disini, dia selalu menolak jika Ada tamu yang ingin menjalin hubungan lebih lanjut dengannya meskipun dengan harga mahal."


"Ah.. Yayayaya.. Apa yang kamu tau tentang dia?" Benji menurunkan nada bicaranya sambil memutar mutar kursi yang ia duduki.


"Emh,, dia sarjana pak. Dia kerja disini pun terpaksa." Sang manager sudah terlihat sedikit rilex.


"Lalu kenapa kau terima?" Penasaran benji.


"Jameela datang kesini dengan potensi. Sejak dia di test bernyanyi, para tamu tertarik dan membuatnya sering datang ke tempat ini. Hal itu jelas membuat tempat ini ramai pengunjung pak." Ungkap manager.


"Dan lagi, saya menghargai dia, dia anak baik, dia begini karena keadaan dan karena belum juga ada panggilan kerja."


"Saat pertama datang kesini dia seperti burung yang kehilangan induk. mungkin karena bukan disini seharusnya dia berada. Dia baik terhadap siapapun, dia pernah berbincang lama dan meminta agar pekerjaannya menyanyi saja tanpa ada yang lain." Ungkap manager sambil membayangkan bagaimana Jameela pertama kali menginjakkan kaki ditempat itu.


"Lalu?" Benji semakin penasaran.


"Saya menganggap dia anak saya. Meskipun saya ditempat hiburan dan dikelilingi oleh orang orang yang kurang baik, namun saya tidak tega melihat anak perempuan yang masih memiliki cita -cita harus bekerja dijalan yang tidak baik termasuk melayani om - om di kamar."


Sialan, dia anggap gue om om.


"Jameela adalah pengecualian pak." Manager itu tertunduk.


" Sampaikan padanya, ada yang ingin menikahinya." Tanpa basa basi.


Benji langsung menuliskan cek sebesar 50 juta dan langsung diberikan kepada manager tersebut Namun manager tersebut menolaknya. Sambil menyodorkan kembali cek tersebut, manager itu berkata, "kalau memang bapak berniat menikahi dia, nikahi dengan dasar cinta dan kasih sayang. Tanpa uang pun, akan saya titipkan ke bapak. Permintaan saya. Jaga dia baik - baik dan jangan sakiti dia. Dia anak baik. Teralu lelah dia menjalani kehidupannya pak, saya mengenalnya dan sedikitnya saya tau bagaimana kerasnya dia berusaha." Kali ini sang manager berbicara lembut namun terdengar tegas.


Sambil tersenyum benji menepuk bahu manager itu.


"Amanat bapak saya jaga. Saya permisi."


Benji pergi dengan meninggalkan cek di meja manager itu.


Didalam mobil Benji merasakan kebingungan. Dia tak beranjak sejak keluar dari tempat itu. Sedangkan Roni disuruhnya pulang lebih dulu.


Jam menunjukan pukul 4 pagi. Benji masih terpaku pada pintu Lounge itu.


Tak lama beberapa karyawan memapah Jameela keluar dan membantunya menaiki taksi. Diantar oleh managernya hingga depan. Terjadi percakapan namun Benji tidak bisa mendengarnya. Yang dia ketahui adalah wajah manager yang terlihat sangat khawatir.


apa dia benar - benar menyayanginya? mungkin itu ayahnya? atau simpanannya? ah lihat saja jika terbukti bahwa ternyata dia simpanannya.


Siapa namanya? Jameela? nama bagus untuk seorang penyanyi.


Saat taksi melaju, tanpa pikir panjang Benji mengikuti taksi tersebut. Dia mengintai terus hingga taksi berhenti dan salah seorang perempuan paruh baya keluar gang sempit lalu memapah Jameela.


Benji memutuskan untuk memata matai dari dalam mobil saja. Karena gengsi. Tanpa sadar diapun tertidur.


Jam menunjukan pukul 11 siang. Benji kaget dan langsung menggosok matanya.


Sialan kesiangan. apakah dia pergi atau malah belum bangun? apa sebaiknya aku masuk? Benji semakin kebingungan.


Ditengah kebingungan, orang yang ditunggunya keluar gang dan mampir ke warung sebelah..


Kriuuuuuukkkkkk...


Perut Benji berbunyi karena sejak kemarin dia belum makan. Dia putuskan memata - matai hari ini cukup. Dia melihat ternyata ada warung nasi dibelakang mobilnya.


Apakah tempat ini bersih? Bodo amat. Lapar. Daripada mati. Kalau pun tidak higienis juga paling aku mulas.


Benji bergegas mendatangi warung nasi itu dan langsung memesan beberapa makanan.


Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sang incaran kini malah masuk ke warung nasi dimana ada Benji juga disitu.


"Ibuuuuuu,, aku lapar.."


Terdengar suara Jameela setengah berteriak didepan pintu warung.


"Sini sayaaaaang" Ibu paruh baya yang tadi malam menjawab.


Kaget bukan kepalang Benji Saat sedang asyik menyantap makanannya, dia langsung mengambil koran dan membuka lebar seolah sedang membaca dengan harapan wanita incarannya tidak mengetahui keberadaannya.


"Bu laper banget aku.. Kemarin aku muntah - muntah coba." Kata Jameela membuka percakapan.


"ih kenapa minum lagi? Udah tau sakit, masih aja minum.. Bandel. Kamu pulang subuh, ibu masih tidur diteleponin Meri temanmu itu."


Jameela tidak menjawab, dia asyik memilih dan menunjuk makanan.


Wah ada ayam, ada ikan lele, ada ikan patin.. Hmm hemat hemat..

__ADS_1


Ah tapi udah sebulan aku makan sayur terus, mungkin hari ini boleh aku makan ikan. Dalam hati jameela.


"Bu, sayur sop deh sama ikan patin."


"Duhh tadi malem dapet uang banyak ya


Tumben makan ikan." Goda si ibu.


"Eheheheh alhamdulilah bu."


Tak lama Jameela langsung menyantap makan siangnya.. Beberapa waktu, suasana sepi, hanya ada pemilik warteg, Benji dan Jameela.


"Mil,," suara pemilik warteg memecah suasana.


"Iya bu? "Jameela menjawab sambil terus mengunyah.


"Mila anak ibu, jaga kesehatan. Hidup yang baik, jangan keras kepala.." Ibu tersebut mendekati Jameela sambil merangkulnya.


"Iya siyap bu." Jameela pun tersenyum.


Sedangkan Benji? Ah dia sedang asyik menguping.


Meoooong... Meoooooong.. seekor kucing kampung tiba - tiba datang mendekati Jameela. Dia menyapa kucing itu, "Hai lion. Sini sayang.. Uh cakepnya. Ayo makan." Dengan santai Jameela memberikan ikan yang dia beli kepada kucing liar itu. Lalu kembali ke kursinya.


Degggg..


Hati benji merasa sesak.. Bisa bisanya perempuan ini berhenti makan hanya demi seekor kucing.


"Tuh kan jodohnya kali sama sayur sop, Sini ibu tambahin ikannya. Dasar anak baik, ke kucing aja segitu sayangnya."


"Eeeh udah udah cukup ko bu, lagian mau habis ini." Tolak jameela sambil tersenyum.


"Mil, kamu jangan teralu keras sama diri sendiri sendiri. Setiap hari kamu selalu nolak kalau ibu kasih. Tapi kamu cuma makan sayur sop terus dari bulan kemarin."


"Ahahahahahaha sayur sop ibu enak banget kaya buatan mama, Aku gak bosen bu."


Jameela terlihat tanpa beban, dia menikmati setiap suap makanan yang ada dihadapannya. baginya setiap hari bisa mengisi perut adalah cukup.


"Ah dasar keras kepala. Bentar ah ibu mau solat dulu. Udah duhur."


Benji tidak bisa bergerak. Dia terpaku karena jameela belum menyelesaikan makannya. Hatinya merasa sesak mengetahui perempuan yang dilihatnya tadi malam berbanding terbalik dengan yang dia lihat saat ini. Ditambah dengan tangannya yang pegal karena terpaksa memegang koran agar wajahnya ditutupi.


Triiit..triiit


suara ponsel Jameela berbunyi


Hallo? Waalaikum salam. Sehat ma, Ini aku lagi makan. Sama ayam, ikan, sayur sop, telor ceplok sama ikan pindang, ah gimana ma? Eheheheh iya hemat ko hemat. Papa sehat? Alhamdulilah. Eh kenapa ma? boleh,ada ko ada gampang. Nanti malem aku transfer yah. Sama2 ma. Mama yang sehat ya. Aku kangen banget sama mama, salam sama caca sama papa ya. Iya.. Waalaikumsalam."


Bergetar tubuh Benji mendengarkan percakapan telepon itu.


Ikan? Ayam? Telur? Jelas jelas dia makan sayur sop saja.


Setelah menyelesaikan makannya, Jameela mengeluarkan sebatang rokok dari dompetnya sembari menunggu ibu warung kembali. Tak lama ibu warung pun datang.


"Bu bu, jual emas gak pake surat dimana ya? kemarin kan kita kebanjiran, hanyut semua surat - surat berhargaku." jelas Jameela.


"Ada mil didepan, tapi setengah harga dari harga normal."


"Yah.. " Muka Jameela terlihat sedih.


"Buat apa lagi mil? uang kemarin malam belum cukup? butuh uang sebesar apa sih." Sindir pemilik warung sembari bercanda.


"Itu bu, caca masuk sekolah, les juga, terus kemarin bayar listrik dll, belum lagi mau betulin makam bu, katanya kemarin di daerah rumah juga hujan besar, jadi makam sedikit roboh, maklum belum ditembok. Tadi mama nelepon. Ah aku kedepan dulu bu, Ini." Jameela memberikan selembar uang 20ribuan.


"Kembaliannya buat ibu aja. Dadah." Jameela langsung berlari keluar.


Benji langsung menurunkan koran yang hampir setengah jam lebih dia pegang.


"Emh bu maaf.."


"Kenapa mas ?"


Itu tadi siapa ? Dia berusaha mencari informasi. Ternyata memata - matai belum berakhir.


"Oh itu jameela. Penyanyi malem gitulah pak. Ada apa?" ibu itu tersenyum. hal yang wajar dan sering terjadi ketika Jameela makan disitu, banyak pemuda yang akhirnya bertanya dan berujung minta dikenalkan.


"Enggak bu, mirip teman saya."


Oh,, dia dari Bandung pindah sini. Teman mas orang Bandung juga? Baik banget dia itu mas. Kalo liat kucing lapar aja daging dibagi dua. Dulu jaman ibu sakit, semua anak ibu dia yang urus." Cerocos pemilik warung.


"Oh gitu ya bu." Tanpa fikir panjang Benji mengeluarkan seluruh uang cash yang ada didompetnya, langsung diberikan pada ibu warung itu.


"Eh pak.."


"Udah bu, setengah buat ibu,, setengahnya lagi buat makan dia. Kasih dia makanan yang enak enak yah bu, Saya titip dia, besok saya kesini lagi." Benji langsung mengambil kunci mobil dan pulang kerumahnya.

__ADS_1


__ADS_2