Pernikahan Sementara Nayanika

Pernikahan Sementara Nayanika
Dia Sahabatku.


__ADS_3

Sebulan berlalu setelah kepergian Nai yang entah kemana. Kabar baiknya adalah hubungan Bhramsy dengan Bianca membaik, Bhramsy sedikit demi sedikit mulai menyadari bahwa Bianca lah yang menerimanya apa adanya. Sejak saat Bhramsy melihat perhatiannya pada Nai, Bhramsy semakin yakin bahwa memang Bianca orang yang tulus, padahal pada saat itu jelas Bhramsy sangat mengkhawatirkan Nai.


Berbanding terbalik dengan kakaknya, Benjamin menjadi sangat pemarah, dia terus mencoba mencari Nai dengan segala kemampuan yang dia miliki, namun hasilnya nihil, Nai tidak dia temukan, begitupun idolanya. Jameela. Mereka berdua seperti hilang ditelan alam.


Benjamin tidak mau mengambil asisten rumah tangga lagi, dia merasa tidak ada yang mampu sesabar Nai dalam mengurus segala hal. Bahkan dia sampai menyuruh beberapa orang kepercayaannya untuk mencari Nai. Namun, ternyata Benji menyuruh penculik bayaran yang terkenal sadis.


" Ini fotonya. cari sampai dapat. Apapun mau kalian, akan kuberikan." Diberikannya foto Nai yang sedang bersama Bhramsy.


"Baik bos, harus kami apakan wanita ini?" Tanya seseorang, sepertinya dia ketuanya.


"Bawa dia menemuiku. Jangan sentuh dia apalagi sampai kau melukainya. " Tegas Benji.


Benji yang gelap mata, melakukan segala hal untuk dapat menemukan Nai. Dia merasa sangat berdosa telah melakukan kesalahan dengan mengirim nai kepenjara. Dia hanya ingin meminta maaf, terlebih Pak Wijaya pun meminta agar Benji menemukan Nai. Pak Wijaya tau bukan Nai yang berbuat jahat padanya.


********


"Apa rencanamu kedepannya? Apa kamu akan kembali kerumah itu? Semua sudah terbukti, kamu tidak bersalah." Tanya seorang wanita cantik dihadapan Nai. Mereka sedang asyik minum kopi berdua.


"Entahlah." Jawab Nai singkat.


"Apa kamu mau aku menyingkirkan wanita itu?" Sambungnya lagi.


"Ah, tidak usah. Tanpa ku singkirkan pun, dia akan menyikir, tidak ada yang ku inginkan selain hidupku kembali baik seperti dulu." Ungkap Nai penuh harap.


"Hei, kamu bisa menerima penawaran majikanmu, hanya sementara dan kamu hidup enak selamanya. Hutang ayahmu lunas, kamu mendapatkan semua uang."


"Hahahaha!!!!! Tidak semudah itu. Dan lagi kamu tau seperti apa aku ini? Lebih baik aku jual keripik lagi deh daripada harus menikah dengan niat tidak baik. Sungguh, mungkin tuhan akan murka padaku.."


"Kamu teralu baik, saatnya aku yang membantumu. Bahkan jika bisa, seisi dunia akan ku berikan setengahnya untuk orangtuaku dan setengahnya untukmu. Aku bersyukur memiliki teman sepertimu. Aku kira wanita cantik itu semuanya jahat." Nai memandang dalam wajah sahabatnya itu, dia beruntung memiliki teman yang sangat baik.


"Eh, aku lupa, kamu sepertinya minggu ini kamu harus bersembunyi. Akan ku kabari jika keadaan aman." Tak menggubris ucapan Nai, Wanita itu kembali berbicara.


"Memang kenapa?" Nai bingung.


"Benji memerintah beberapa orang suruhannya, dan kamu sedang dicari oleh mereka. Jangan sampai ada orang yang melihatmu lalu orang itu jadi mendadak kaya. Pergilah beberapa minggu. Tapi jangan lupa kabari aku." Ucap wanita dihadapannya dengan memberikan ponsel keluaran terbaru yang mungkin bahkan semua uang Nai pun tidak sanggup membelinya.


Nai hanya tersenyum sambil mengambil ponsel itu. Senyum manisnya dia tunjukan pada si pemberi handphone. Tidak ada ucapan terimakasih, namun tatap matanya sudah menyampaikan itu semua.


"Ya Tuhan, ada apa lagi dengan lelaki itu? Tidak habisnya terus terusan mencariku." Nai putus asa kemudian mengacak - ngacak rambutnya sendiri.

__ADS_1


"Itulah cinta. Bahkan sesibuk apapun, orang itu rela bersusah payah mencarimu."


" Haha.. tidak mungkin. Dia mencariku hanya karena aku orang yang mampu bertahan cukup lama dirumahnya dan mau diomeli habis - habisan olehnya. " Jelas Nai.


"Bagaimana kalau ternyata majikanmu benar - benar mencintaimu?"


"Aku tidak mencintainya."


"Yayayayaya,, Dharma kan ?"


"Ah, aku berharap dia segera menikahiku. Agar aku bisa terbebas dari masalah ini." Nai menatap jauh, besar harapannya untuk dapat menikah dengan pria yang sudah 3 tahun bersamanya itu.


"Ngomong - ngomong, ada berita apa darinya."


"Dia mengabariku sebelum aku masuk penjara. dan lagi hpku entah kuletakkan dimana. Terakhir dia bilang akan pergi ke luar neg..." belum sempat Nai meneruskan ucapannya, matanya terbelalak melihat sepasang kekasih yang berjalan menuju sebuah mobil. Tak asing baginya. Pun dengan sahabat dihadapannya itu. Sahabatnya segera menyambar kunci mobil dan berusaha mengejarnya.


"kamu tunggu disini Nai."


Dia kan kekasihku, kenapa bukan aku yang mengejarnya.


Nai membiarkan sahabatnya itu mengejar sepasang kekasih tadi. Dia duduk sendiri sembari mengotak - atik handphone terbaru miliknya. Namun fikirannya kosong, terasa sangat sesak bahkan untuk menarik nafas pun sepertinya Nai sulit.


******


"M- mas Bhramsy ?"


"Nai kamu tau? aku sampai frustasi mencarimu. Sedang apa kamu disini?" Ucap Bhramsy lembut. Seperti biasanya.


" Ah , aku sedang menghirup udara segar mas. udara kebebasan. " senyum Nai.


" Ya itu semua salah kakakku Nai, aku minta maaf. Kenapa kamu tak kembali kerumah? siapa yang membebaskanmu?" Tanya Bhramsy.


" Aku tidak tau mas, tiba - tiba saja aku disuruh keluar oleh pak polisi. Aku bingung harus bagaimana. Dan lagi, Tuan Benji sudah mengusirku, mana mungkin aku memberanikan diri untuk pergi kesana."Jawab Nai ketakutan.


" Oh begitu ya. Kamu sudah dapat pekerjaan baru Nai?" Lanjutnya lagi.


" Belum mas." Jawabnya singkat


" Lalu darimana kamu mendapatkan hp bagus itu?" Tanya Bhramsy menyelidik seolah tak percaya.

__ADS_1


"I.. ini hp teman saya tuan."


"Nai, aku sudah bilang anggap aku temanmu. kenapa kamu berbohong?"


deeeeeg


Naipun paham apa yang ada diotak tuannya.


"Menurutmu dengan kamu berbohong akan membuat aku tidak menyukaimu Nai? itu sama sekali tidak sedikitpun merubah perasaanku padamu."


"Maaf mas, ta.."


"Yah, aku mencintaimu sejak aku mengajakmu minum kopi tempo hari. Senyummu, matamu, semua seolah mengetuk pintu hatiku. Tidak pernah aku merasakan ini sebelumnya, bahagia hanya karena melihat tatapan mata. Tapi aku sadar kamu sama sekali tidak mencintaiku. Entahlah.. banyak kekuranganku dan banyak dosa di masa lalu yang aku perbuat, sehingga membuat dirimu seolah menjauhiku dan aku terima."


"Aku sudah jujur tentang semua padamu.


maukah kamu jujur ?" Ungkap Bhramsy.


"Darimana mas?"


"Darimana saja yang kamu mau."


"Ya, ini handphone pemberian temanku mas."


"Lalu?"


"Aku dibebaskan oleh temanku. Dia membawa bukti bahwa aku tidak bersalah. Aku diberikan rumah kontrakan baru untuk tinggal. Aku diberi pakaian, semua kebutuhanku. Dia benar - benar baik. Awalnya aku fikir dia memang memiliki uang banyak, namun ternyata tidak. Dia menebusku dengan menggadaikan 2 mobilnya yang hingga saat ini belum sanggup ditebus. Dia menempatkanku ditempat yang layak, ya.. rumah kontrakan yang jauh lebih bagus daripada milikku. Dan ternyata uang tabungannya hampir habis karena mengontrak dan membelikanku hp ini." Nai menceritakan semuanya. Nai sepertinya tau bahwa Bhramsy mengetahui semua pembicaraan Nai dengan temannya itu.


"Baiklah. sebaiknya kamu pergi Nai. Aku tau kak Benji sedang sewenang - wenang. Dia menyuruh beberapa orang untuk mencarimu. Pergilah Nai. Jaga dirimu baik - baik. Terimakasih sudah merubahku. Aku ikhlas kamu tidak bersamaku." Bhramsy membuka lebar tangannya seolah menawarkan pelukan, mau tidak mau, Nai memeluk adik tuannya yang sejak awal selalu baik hingga hari ini.


"Terimakasih mas. begitupun saya. Sebaiknya mas mencintai orang yang benar - benar mencintai mas." Pungkas Nai.


Naipun pamit setelah sebelumnya menerima pelukan perpisahan dari Bhramsy. Saat membuka pintu, Bhramsy kembali menarik tangan Nai.


"Ada yang belum kamu jelaskan???" Bhramsy tersenyum, pertanyaannya bernada sarkas.


"Tentang apa mas ?"


"Wanita yang sejak datang bersamamu, yang memberikan handphone dan mengejar pria yang aku ketahui itu Dharma, kekasihmu. Aku mendengar semuanya. Kalau aku tidak salah lihat, dia itu..."

__ADS_1


" Ya, dia nona Bianca. Dia sahabatku." Nai berlalu dengan menutup pintu mobil. Dia Berjalan jauh. hingga lama - kelamaan menghilang dari pandangan Bhramsy.


__ADS_2