
Sepulang kuliah Bhramsy sengaja mampir ke mall dekat kampusnya. Berkeliling. Namun ada yang aneh. ya.. dia keluar masuk ke toko pakaian wanita.
"Bisa saya bantu? ukurannya no. Berapa yah?" tanya seorang karyawati toko dengan ramah.
"Waduh!!!!!" Bhramsy berbalik sambil menepuk keningnya.
" Tuu.. tuan Bhramsy?" sontak karyawati tersebut kaget karena yang ia sapa adalah pemilik Mall besar ini.
" Eheheheheheh.. Saya kurang tau mbak. Ini celana jeansnya bisa melar?" Dengan senyumnya yang menawan dia kembali memilih celana.
"Iya tuan ini bahan stretch, tapi kalau kesempitan juga kurang bagus dilihat. Mungkin bisa tuan tanyakan dulu." Mata karyawati itu terpaku, ia tidak bisa melirik ke arah lain. Antara gemetar dan kagum, baru kali ini dia melihat si empunya Mall dari jarak dekat secara jelas. Biasanya dia hanya melihat di TV atau di majalah - majalah yang memberitakan perusahaan maju karena dipimpin oleh kakak beradik yang sama - sama memiliki wajah sempurna.
Eh sebentar, bagaimana aku bertanya padanya, niatku kan memberi kejutan???
Tidak perlu menunggu lama, toko menjadi kacau. Para wanita yang tidak berniat membeli pakaian pun mendadak memasuki toko. Ada yang berpura - pura memilih pakaian, memilih celana, atau sekedar berputar - putar ditoko hanya untuk melihat ketampanan Bhramsy.
Setelah beberapa lama Bhramsy memilih - memilih beberapa potong pakaian dan celana. Dengan ilmu kira kira yang dia punya. Karena merasa risih, dia bergegas meninggalkan toko tersebut.
S****esampainya dirumah.
Naaaaiiii? Naiiiiii?
"Biiii? Naipah kemana?"
Bi Nuni setengah berlari mendatangi Bhramsy.
"Naipah sedang menyetrika di belakang tuan, mungkin tidak terdengar." Tanpa berterimakasih, Bhramsy langsung menuju belakang rumah untuk menemui Nai.
"Hai Nai!!!!! ini aku beliin baju, mahal loh mahal." goda Bhramsy
"Waduh mas Bhrams, ada apa ini pake beliin baju segala? Saya bagaimana gantinya kalau mahal?" Nai masih melanjutkan pekerjaannya sambil tersenyum.
" Berita baiknya adalah, kamu tidak perlu membayarnya. Tapi antar aku minum kopi. Bagaimana ?"
"maaf mas, saya harus langsung pulang.."
"Iya aku antar sekalian, Jangan menolak. pokonya jawab iya saja biar beres."
"Saya gak enak mas." Naipah mengangkat wajahnya untuk sekedar memberikan senyuman pada Bhramsy.
"Apa kata orang? Masa majikan jalan sama pembantu. Dan lagi, saya kurang enak kalo tuan Benji tau. Beliau pasti marah.."
Alaaah, pembantu kan cuma casingnya doang!!!" Ucap Bhrams sambil melirik tanda tidak setuju.
Karena Naipah belum menjawab, Bhramsy dengan sabar menunggu didepan meja setrika sambil memandangi pemandangan indah didepannya. Setrikaan.
"Bhrams,, Ada apa kau mengganggu yang sedang bekerja?" Benji tidak sengaja lewat ke belakang rumah.
"Naaaah kebetulan. Ini kak, aku mau ajak jalan Nai. Nai gak enak katanya." wajah sumringah dan cengengesan Bhramsy muncul berharap kakaknya tidak murka untuk sekarang karena kelakuannya.
"Tidak enak oleh siapa?" Balas Benji.
"Ya sama kakak lah."
Nai hanya menunduk sambil melanjutkan pekerjaannya.
Ini bagaimana judulnya, kenapa malah jadi jalan jalan dulu???
"Nai, bereskan pekerjaanmu. jika sudah beres, kau bereskan adikku yang satu ini. Hati - hati." Tanpa melihat Nai, Benji melangkahkan kaki.
"Tapi tu..."
"ini perintah Nai,, mungkin adikku akan sedikit waras jika kau temani." Ucapannya seperti memaksa namun terlihat ada ketidaksukaan dimatanya.
"Bhrams ingat jangan macam - macam."
"Ingat." Ujar Benji menekankan perkatannya.
"Iya kak iya tidak akan kubawa ke tempat gelap. Aku bawa ketempat ramai. Tenang saja." Jawab Bhramsy riang.
Adikku kamu kenapa? Kenapa hanya karena dia masih muda lalu kamu menjilat ludahmu sendiri ? Kenapa malah diajak jalan - jalan.. Turunkah standarmu? dan lagi apa itu? baju baru? bukankah dia yang menyuruhku untuk permak gadis itu? kenapa dia mencuri start?
Benji berjalan melewati Bhramsy. Saat mereka berada sejajar, dengan sekuat tenaga Benji menyikut perut adiknya hingga adiknya itu kesakitan.
"Awwwww sakit kak.. gila!!"
Setengah berbisik Benji berbicara kepada Bhramsy.
"Kau curi start. Kau ambil mainanku, kau bilang aku berubah karna aku sering tidak masuk kantor?lihat dirimu. Bahkan kau lupa kau memiliki berlian dan sekarang tergoda oleh batu apung."
__ADS_1
"Ayo kita saingan kak." Bhramsy mengangkat alis sembari tersenyum curang.
"Nai, pakai bajunya di salon saja. Sekalian menata rambutmu agar lebih indah." Bhramsy langsung menarik tangan Naipah untuk keluar rumah.
"Eh sebentar mas, saya masih harus kerja 1 jam lagi. Ini baru jam 5."
"Alah sudah ayoo kata kakak boleh."
Tanpa mendengarkan Naipah, Bhramsy menarik tangan Naipah hingga sampai didepan mobilnya.
Naipah terkejut melihat mobil didepannya. Mobil yang tergolong besar dan macho,, ditambah mobil tersebut dibawa oleh seorang pemuda tampan yang tak lain adalah Bhramsy.
"Eh malah Melamun. Naik sendiri apa digendong nih?" Bhramsy sudah membukakan pintu untuk Naipah.
"Eh iya mas, sendiri bisa ko." Naipah masuk kedalam mobil. dengan susah payah.
Mobil Landrover Defender tersebut melaju kencang keluar rumah.
"Mas, apa ini perjalanan jauh?" Tanya Nai mencoba membuka obrolan.
"Tidak, tapi kamu harus terlihat lebih cantik dari ini. Tenang saja, aku tidak akan menculikmu." Jawab Bhramsy santai.
Sesampainya di salon.
"Mbak, ini permak yah tolong. Dia sudah mandi ko tadi. Ini bajunya tolong pakaikan. Saya kedepan dulu, nanti satu jam lagi saya kembali kesini jemput dia. Make up juga sekalian. Yang tipis2 aja jangan kayak lenong." Titah Bhramsy pada seorang pegawai salon.
"Baik tuan." Pegawai tersebut cengar cengir melihat Bhramsy.
"Nai, aku kedepan sebentar. Ini semua sudah dibayar. Kamu duduk manis saja ya."
Naipah yang kebingungan terpaksa menuruti perintah majikannya.
"Baik mas, tapi mas tidak akan meninggalkan saya disini ? Ucapnya sedikit takut sambil menunduk."
"Hei,, " Bhrams langsung memegang tangan dan mengangkat dagu Naipah. Secara cepat mereka beradu pandang.
"Aku tidak akan meninggalkanmu disini, disana atau dimanapun. Aku ajak kamu , aku yang bertanggung jawab penuh. Oh iya, ini hpku satu lagi, kamu pegang, jika ada apa - apa kamu bisa telepon aku, kak Benji, atau rumah. Tidak aku kunci hpnya."
Jantung Naipah berdegup kencang. Merasa aneh mengapa sore ini majikannya itu bersifat sangat manis.
Naipah didandani sederhana oleh pegawai salon itu. Rambutnya dicatok lurus Ditambah make up natural, t-shirt dan celana jeans yang dibelikan Bhramsy membuat asisten rumah tangga tersebut terlihat begitu sempurna.
2 jam kemudian.
Tak lama berselang, Bhramsy datang langsung membuka pintu salon.
"Nai?"
Matanya terpaku pada penampilan Naipah.. Santai, namun terlihat bahwa dia benar - benar masih muda dan cantik.
"Cantik sekali Nai,, aku sampai tak bisa berhenti memandangimu." Puji Bhramsy sambil menggandeng tangan Naipah.
"Emh mas.. " Elak naipah.
"Sudahlah, ayo... Sudah sebulan kenal masih saja canggung."
Bhramsy pun mengendarai mobilnya ke suatu tempat kopi. Mereka turun lalu memesan minuman. Sesaat sebelum duduk, Bhramsy membuka jaket jeans yang dia pakai. Sontak Nai langsung melihat Bhramsy dan dia dibuat kaget lagi. Baju yang dikenakan oleh Bhramsy sama persis dengan baju yang ia kenakan.
" Bagus yah Nai? kamu tau? ini potongan wanita juga." Cengengesan Bhramsy timbul lagi diwajahnya.
Saat ditoko, Bhramsy melihat ada baju yang sangat bagus menurutnya, namun sayangnya baju itu hanya untuk wanita. Tak hilang akal Bhramsy memesan ukuran XXXL agar tidak terlalu pas dibadannya. Lengan baju yang kepanjangan ia linting. Sepintas tidak ada yang bisa mengetahui karena wajahnya tetap tampan.
" Ahahahahahahahaahahaha.." Naipah tertawa lepas, dengan segera dia kembali menutup mulutnya.
*B*aru aku lihat dia sebahagia ini. Tawanya lepas. cantik.
Nai, ko kamu mau jadi pembantu? Tidak ada pekerjaan lain? tanya Bhramsy yang mengalihkan perhatian karna Naipah terus - terusan menahan tawa.
Sambil menunduk Naipah tersenyum lalu menjawab, " belum dapat mas" Seketika raut wajahnya berubah drastis.
"Sebelumnya kamu jadi pembantu juga?" Tanya Bhramsy penasaran.
"Emhhh,, enggak mas,, sa.. Saya jadi tukang cuci."
"Owh gitu. Rencana sampai kapan bekerja dirumahku ?"
"Mungkin agak lama mas. Itupun kalau saya kerjanya bagus. Kalo ada yang lebih baik atau tuan Benji memecat saya, mungkin besok lusa saya sudah tidak kerja lagi. Ujar Naipah.
"Ah, aku bisa menggajimu sama seperti kak Benji. Kalo kamu dipecat, kamu jadi asisten aku saja dikantor."Jawab Bhramsy menenangkan hati Naipah.
__ADS_1
"Besok kamu jika ada waktu luang, belajar komputer ya. Aku ajarkan. Siapa tau jika kamu sudah mulai bisa, kamu bisa mendapat pekerjaan yang lebih layak." Lanjutnya.
Ini dia baik atau mau mengusir yah? Pekerjaan yang lebih layak? Apakah pembantu tidak layak? Atau kerjaku jelek? Batin naipah.
"Em.. maaf mas, saya bisanya cuma masak, nyuci sama menyetrika, dan lagi, saya tidak mau memegang hal yang bukan keahlian saya. saya jadi pembantu saja tidak apa - apa mas." Naipah merasa ini hari terakhir kerjanya.
"Bukan saya mau mengusir, tapi saya merasa kamu masih muda dan masih bisa belajar. Kamu cantik, kalo nyuci, masak, cuci piring, kasian tanganmu." Bhramsy tersenyum menatap Naipah."
Deggg..
Naipah benar2 terkejut...
Turunan dukun ini juragan saya
"Em baik mas."
"Nai.. Maaf. Aku tak pernah tega melihatmu bulak balik dikerjai kakak. Aku bisa selamatkan kamu dari keisengan kakak."
terlihat wajah tulus Bhramsy, dia sama sekali lupa bahwa Bhramsy yang dulu akan dengan mudah membawa wanita keluar masuk hotel. Namun Bhramsy yang sekarang terlihat sangat peduli kepada Naipah.
" Saya tidak pernah merasa terbebani,, bagaimanapun kelakuan tuan Benji. Dengan dia mengijinkan saya bekerja dirumahnya pun saya sudah harus banyak berterimakasih. Belum lagi gaji yang saya dapat itu lebih dari cukup mas."
Naipah berbicara tanpa menunduk. Entah keberanian dari mana. Senyuman tidak pernah hilang dari wajahnya.
kamu cantik Nai. Kamu sabar. Sungguh.. pembantu yang kemarin saja ngakunya sabar tapi 1 minggu udah cabut.
Bhramsy menatap wajah Naipah. Teduh. Namun mata Naipah tidak bisa berbohong. Bhramsy melihat sepertinya Naipah memendam beban yang sangat berat. Raganya kini ada dihadapannya, namun fikiran Naipah seolah mengawang entah kemana.
Sudah berjam - jam Bhramsy mengobrol dengan Naipah. 1 hal yang keluar dari hatinya. mengagumkan. Nai panjang lebar menceritakan kehidupannya. begitu pula dengan Bhramsy. Saat bercerita Nai merasa rambutnya teralu lembut sehingga selalu menghalangi pemandangannya. Dia menggunakan karet gelang yang ada ditangannya kemudian mengikat rambutnya ke atas secara asal. Lagi - lagi, Bhramsy terkagum - kagum melihat kecantikan wanita itu.
trrrrrrriiiiiiinggggg....
ponsel Bhramsy berdering.
"Apalagiiiii kakak tua ini ?" gerutu Bhramsy sembari mengangkat teleponnya.
"a........"
"PULANG!!!!!!!"
Belum selesai Bhramsy menarik nafas untuk berbicara, telepon sudah dimatikan.
" Naaai,, ribet sekali si kakak tua. Padahal aku masih ingin berbincang denganmu. Pulang yuk? Aku antar. Kasih tau arahnya kemana." Sruputan kopi terakhir itu mengantarkan Bhramsy dan Naipah pulang.
Didalam mobil, Bhramsy tidak langsung menjalankan mobilnya, namun mengeluarkan ponsel dari saku celana.
" Foto yuk? Ayooooooo 3 kali sajaaaaaa.."
" Malu mas,, ayo pulang, nanti tuan Benji marah." Naipah setengah menolak.
"Foto doang nai. Ayo cepat."
Dengan terpaksa Naipah mengikuti titah tuannya. Berkali - kali foto untuk menemukan pose terbaik. Naipah seakan mendapat angin segar ditengah hiruk pikuk kehidupannya. ya, sekedar memiliki teman yang asyik untuk bertukar fikiran. Hal itu membuatnya lupa jika pria disampingnya sudah memiliki wanita cantik nan baik hati.
" Nah ini bagus. ayo pulang!"
sepanjang perjalanan senyum terus mengembang di bibir Bhramsy. Dia pun tidak mengerti mengapa hatinya terasa bahagia hanya karna mengajak seorang wanita mengobrol dan berfoto.
Sambil mengemudikan mobilnya Bhramsy mengupload fotonya dengan Naipah di instagram dengan caption " Menurutmu? batu apung atau batu permata? Amethyst!!
Senyumnya kembali mengembang.
"Disini Nai? Perlu aku antar sampai depan rumahmu?" Harapnya.
" Disini saja mas, masuk gang, kasian kalo mas Bhrams kudu parkir di genteng tetangga." Nalas Nai sambil tersenyum bercanda.
" Yasudah hati - hati yah. Sampai ketemu besok. Daaaah.."
Nai hanya menjawab dengan senyum dan anggukkan.
Bhramsy belum pergi, dia memastikan Nai hilang dari pandangannya. Sembari melihat siapa yang memberikan komentar di foto yang baru saja dia upload.
Benjamin_RN : "Amethyst itu batu akik. So tau!!!!!Pulang."
Bhramsy_RN : " Yang penting bening."
Benjamin_ RN : " Mengapa denganku dia seperti kurang bersinar??"
Nhramsy_RN : cek amplas mu mas. Pake yang 1500"
__ADS_1
Bhramsy tertawa melihat ulah kakaknya. Dia lalu mengemudikan mobilnya untuk kembali kerumah. Dan malam ini mungkin menjadi malam yang berbeda. Pertama kali dalam hidupnya dia merasa bahagia hanya karena melihat senyuman orang yang bahkan baru sebulan dia kenal.
Tapi, bukan dunia namanya jika tidak berpasangan. Ada yang bahagia ada yang kecewa. ya, wanita itu tersenyum pahit melihat foto pria yang dia cintai setengah mati berdua dengan wanita yang juga dirinya sendiri kenali, menggunakan baju yang sama. Bianca.