Pernikahan Sementara Nayanika

Pernikahan Sementara Nayanika
KAU BUKAN NAYANIKA!!!!!


__ADS_3

"Ya Tuhan, NAYANIKAAAAAAAAAAA!!!!!!!..."


Benji menghampiri tempat kejadian, dilihat mobil pemberiannya itu remuk tak berbentuk. Dia menangis sejadi - jadinya.


"Mobil rusak parah, semua isinya terbakar, korban belum teridentifikasi pak Benjamin, dan evakuasi berjalan lambat karena akses lokasi yang sulit dicapai, kami akan selesaikan secepatnya." Kata salah satu polisi, menenangkan Benji.


"Cari yang benar!!!!!!!!!! Istriku tidak mungkin mati!!!!!!!!!!Tidak mungkin!!!!Cepat cari!!!!!!!!"


Benji seperti orang gila. Dia berteriak keras kepada tim yang menangani kecelakaan itu. Lututnya tak mampu lagi menopang, dia bersimpuh, menundukan kepala, memukul - mukul aspal. Tangisannya tak bisa dihentikan. Mulutnya terus berceracau memanggil - manggil nama istrinya.


Ak**u suami bodoh. Sangat bodoh, bagaimana bisa aku meninggalkanmu pergi sendiri? bagaimana bisa kau kecelakaan? Nayanika kau dimana? bagaimana aku harus mempertanggungjawabkan keteledoranku pada orangtuamu???? bagaimana aku menjalani hidup? Tuhan, hidupku baru bahagia sebentar, kembalikan istriku aku mohon aku berjanji akan menjaganya, maafkan aku Nayanika, kau dimana sekarang?kau tidak boleh mati, bagaimana kehidupanku tanpamu?


Tiba - tiba rangkulan hangat terasa dipundaknya, namun tak bisa menghentikan deras air mata yang turun. Dengan terisak Benjamin mengangkat kepala dan melihat orang yang sangat ia kenali. "Paman Kris?"


Paman Kris hanya tersenyum, dia mencoba memberdirikan Benji. "Tenang Benjamin." Ucapnya lembut.


"Bagaimana aku bisa tenang paman, istriku kecelakaan????????" Penuh penekanan dan air mata yang tak kunjung habis, Benji menunjuk ke tempat dimana mobil itu terjatuh.


"Benjamin, sudah kukatakan tenanglah, semua sedang diusahakan. Percayakan semua pada Tuhan, dia sangat tau apa yang kamu butuhkan, tenangkan dirimu." Mendengar kalimat itu, Benjamin langsung mendekap sosok yang ada dihadapannya, hanya dengan paman Krisna dia bisa bercerita semua, hanya paman Krisna yang memahami semua kelakuan anak pak Wijaya. Sejak kecil, Benji dan Bhramsy hanya mau dekat dengan paman Krisna. Hingga mereka dewasa.


"Paman.." Ucapnya lirih.


"Benjamin!!!! Nada paman Krisna membentak, "Pulanglah, percayakan semua padaku!!! Ayahmu tidak akan aman jika ada diantara mereka."


Benjamin menatap pamannya itu seperti bertanya"Paman tau darimana?" Dan hanya dibalas oleh senyuman.


"Pulanglah. Sebelum kekacauan lebih besar terjadi."


"Apa ini ulah mereka?Jawab paman jawab!!!! jika iya aku bersumpah aku yang akan menghabisinya."


"Jangan berburuk sangka, biarkan, semua akan terbukti. Dinginkan kepalamu dan hatimu, sekarang waktunya kamu menggunakan akal, jaga semuanya ketika masih ada. Masih banyak kemungkinan dan istrimu belum ditemukan, tidak berarti dia jelas mati kan? percayakan semuanya padaku, untuk saat ini, jaga ayahmu." Pungkas paman Kris dengan pelukan hangat yang menenangkan.

__ADS_1


Berat hati Benji menganggukan kepala, kembali berjalan memasuki mobil dan pulang kerumah dengan ketakutan, kekhawatiran, putus asa.


**********


Pak Wijaya yang sedang menonton TV dikagetkan dengan berita kecelakaan. Banyak wartawan yang meliput, terlebih, media mengetahui bahwa mobil itu milik salah satu anak pengusaha besar. Dia mengusap matanya, menarik nafas panjang dan berdoa. Tidak berlebihan, namun sepertinya dia mencurigai bahwa ini bukan kecelakaan biasa.


Pak Wijaya terisak sendiri dikamar yang sangat luas. Dia merasa sangat berdosa pada menantunya, karena kesalahpahaman, dia dijebloskan ke penjara dan sekarang harus mengalami kecelakaan. Pak Wijaya segera meraih ponsel dan menghubungi Benji namun tak ada jawaban.


********


Dikamar.


William, Melly, Anton, Erlyn, Andra, Ramona, Arsila dan satu orang wanita cantik sedang berkumpul di kamar William sambil menonton berita kecelakaan itu. "Hahahahahahahaahah, satu per satu rencana kita berhasil. Lihat itu." Anton terlihat sangat bersemangat.


"Kau mencelakainya?" tanya Andra keheranan.


"Bukankah sudah kesepakatan kita? kita singkirkan satu persatu orang tersayang Benjamin, dan ini caraku. Apa ada yang salah?Haahhahahahaah." Jawabnya santai.


"Baiklah baiklah, aku harus berpura - pura menjadi wanita bijak yang menemani saat kakakmu itu dirundung duka. Hahahahahahahahaha." Mereka tertawa lepas.


Andra mengepalkan tangannya, tak disangka kakaknya itu bertindak nekat, berani mencelakai orang hanya karena gelap mata oleh harta. Mempertaruhkan nyawa seseorang yang bahkan tidak tau apa-apa. Dia berdiri, kembali kekamarnya tanpa sepatah kata bahkan tanpa permisi.


***********


"PAPIIIIIII!!!!!!!! Teriak Benji ketika memasuki kamar ayahnya. Dilihat Ayahnya yang sedang sesenggukan menangis di pundak Bhramsy. Bianca pun ada didalamnya. "Hikssssssss!!!!!!Nai pi..!!!" Benjamin duduk dilantai, memegang kaki ayahnya itu dan menangis sejadi - jadinya.


"Apa sudah ditemukan?" Tanya Bhramsy.


Benji menggelengkan kepala.


"Kenapa kamu pulang? tunggu disana, menantuku membutuhkanmu, dimana dia ? dia belum mati, dia pasti mencarimu untuk membantunya! Ini sudah malam Benjamin dia pasti menangis lagi, dia pasti ketakutan dan kedinginan!!!! Bagaimana kalau dia terluka? cari, pergi, kamu suaminya kamu bertanggung jawab atasnya. Pergi Benjamin bawa pulang menantuku!!" Pak Wijaya memarahi Benji, memukul - mukul pundak anaknya, tangisannya pecah, frustasi. Terlihat dimatanya kesedihan yang mendalam, dia sangat mengkhawatirkan Nai.

__ADS_1


"Nai belum ditemukan pi." Benjamin menunduk, suaranya melemah. "Semua sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Oleh paman Krisna."


"Krisna? dia ada disana?"


"Dia yang menangani semua."


Membutuhkan waktu yang cukup lama, Benji, Bhramsy dan Bianca meredakan amarah pak Wijaya dan menemaninya hingga tertidur. Benjamin tak bergeming, tak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia berjalan keluar kamar ayahnya, keluar rumah, dan berhenti di kolam renang taman belakang yang bahkan Nai pun belum sampai ketempat itu. Dipandangi kolam luas dihadapannya kini.


Kita belum pernah berenang bersama Nai. Kau dimana? pulanglah. Apa yang harus aku lakukan?


Kembali Benjamin memegang pelipisnya, memikirkan kondisi istrinya yang belum ditemukan hingga sekarang.


"Kak tenanglah. Jika memang Tuhan masih mengijinkan kalian bersama, Istrimu akan baik - baik saja. aku ikut berduka cita, semoga istrimu segera ditemukan." Suara yang lembut, memecah keheningan ditengah malam.


"Siapa kamu?" Benji heran kenapa ada wanita yang tidak ia kenali dirumahnya sendiri. Ditatapnya wanita itu dengan mata sembabnya yang tak bisa disembunyikan.


*A*pa dia manusia? tampan sekaliiiiiii. Aku belum pernah melihat lelaki tampan seperti ini sebelumnya. Dia gagah dan berwibawa. Ya, Arsila benar, aku harus menaklukannya DENGAN CARA APAPUN. HARUS. Pria tampan ini harus menjadi milikku. Kalaupun aku harus menjebaknya dengan cara hamil, akan aku lakukan. Dia seperti pangeran.


"Namaku Tessa, aku temannya Arsila, aku ijin ikut tinggal disini sementara waktu sebelum dapat pekerjaan tetap." Benji memalingkan wajah, tak bergeming. Dia kembali meneteskan air mata.


"Istriku.."


"Kak, aku buatkan minum untukmu, minumlah dulu supaya kakak bisa lebih tenang." Lagi - lagi Benji tak menggubrisnya. Dia malah berdiri dan meninggalkan wanita itu sendiri.


Beruntung sekali wanita yang dicintainya. Dia sangat setia. Hidupku pasti akan sempurna jika dicintai oleh suami seperti dia.


"Lebih baik kakak istirahat, ayo kuantar." Tanpa tau malu Tessa berbicara sambil membawa nampan berisi teh manis hangat mengikuti Benji yang berjalan cukup cepat. Setibanya didepan kamar, tanpa dipersilahkan, Tessa ikut masuk. Benji membiarkan hal itu lalu duduk di sofa. Namun lain difikiran Tessa, dia merasa Benji menerimanya.


"Kak, kakak istirahat saja, jika dibolehkan, biarkan aku tidur disofa, aku akan menjaga kakak, jika kakak perlu apapun kakak boleh membangunkanku."


Tak tahan melihat kelakuan wanita yang cukup cantik dihadapannya itu, Benji meraih gelas diatas nampan kemudian melemparnya. Tidak sampai disitu, Benji menarik kasar tangan Tessa, diseretnya dia kedepan pintu, dia membuka pintu dan mendorong keluar tubuh Tessa hingga tersungkur, KAU BUKAN NAYANIKA, JANGAN SEDIKITPUN BERHARAP DAPAT MENGGANTI POSISINYA, PERGI!!!!!!! PERGI DARI SINI!!!!!" Teriakan Benji kembali memecah gendang telinga. Semua lengkap ditambah suara bantingan pintu ditengah malam.

__ADS_1


BRRRRUUUUUUUG!!!!!!!!


__ADS_2