Petaka Karena Perjodohan

Petaka Karena Perjodohan
Part 18. Ternyata Tidak Berdua


__ADS_3

"Berhentilah bereaksi seperti itu, Rongsokan." Julian marah, karena laki-laki itu sudah dua kali mendengar istrinya bereaksi seperti itu.


Sungguh, dia paling benci mendengar orang yang seperti itu, "Jika sekali lagi kau menunjukkan wajah jelekmu itu, aku bersumpah akan menurunkanmu di sini." Julian mengancam dan ternyata kata-kata itu sampai di telinga Airin yang beberapa menit lalu dalam keadaan terkejut.


Airin menggeleng kepalanya untuk mengenyahkan ekspresi yang dikatai jelek oleh suaminya itu, "Tunggu dulu, maksud Mas dinner, kan?" tanyanya untuk memastika kalau tadi dia tidak salah dengar.


Julian hanya berdaham sebagai jawaban. Dia sepertinya sudah mulai malas untuk mengeluarkan sepatah kata lagi.


"Berdua? Makan malam? Astaga mimpi apa aku, Mas?" Layaknya orang yang tidak percaya, Airin menyeletuk. Mungkin jika sekarang dia bersama Raka, laki-laki itu sudah pasti akan tertawa. Namun, lihatlah. Julian malah menunjukkan wajah datarnya. Dia mengeluarkan reaksi apa pun.


"Satu lagi. Jangan berhijab. Pakai baju yang seperti di malam Minggu waktu itu." Airin terkejut. Wanita itu menggelengkan kepalanya, tidak percaya.


"Tidak, kita akan pergi keluar kan? Aku waktu itu berani buka hijab karena ada di dalam rumah, Mas. Tapi jika di luar, tidak. Aku menolak."


Airin membantah dengan mengulang kata-katanya. Dia tidak setuju dengan permintaan suaminya.


Julian yang mendengar itu menghela napas, "Terserah kau saja." Pada akhirnya dia tidak mau berdebat, karena suarabya bisa dibilang sudah habis di Restoran siang tadi pun setelah dari sana, dia semakin dibuat marah oleh para karyawannya yang tidak becus atau justru gara-gara dia dalam suasana hati kurang baik.


Tahu sendiri kan kalau laki-laki itu jika lagi suntuk, pasti orang di depannya akan dikunyah.


***


Kediaman, Julian dan Airin, 19.30


Tepat setelah selesai menunaikan ibadah salat Isa, Airin langsung bersiap-siap. Saat ini wanita itu sudah tampil cantik dengan tubuh terbungkus overall berwarna toska dan dipadukan dengan baju putih lengan panjang yang dibagian pergelangannya beraksen ruffle.

__ADS_1


Airin juga tak lupa membungkus kepalanya dengan hijab yang warnanya senada dengan baju putih tadi.


Jujur, Airin saat ini merasa senang. Dia gembira, karena ini kali pertama setelah tiga tahun, dia di ajak makan malam lagi oleh, suami.


Dulu semasa masih pendekatan atau mau mendekati pernikahan, mereka juga melakukan makan malam lebih dulu agar saling mengenal satu sama lain.


Namun, dulu malah dia langsung ditinggalkan sendiri, tanpa ada satu pun pembicaraan yang terjadi.


Mungkin malam ini tidak akan saam seperti dulu, karena yang mengajak dulun adalah, Julian, suaminya.


Airin meletakkan lipstiknya kembali ke kotak riasan. Wanita cantik itu langsung berjalan mendekati ranjang, mengambil sling bagnya, dan langsung berlalu pergi ke luar kamar.


***


Julian saat ini sudah berdiri di depan pintu. Laki-laki itu menjauhkan teleponnya saat panggilan suara yang dia lakukan, tadi sudah terputus.


Laki-laki itu melihat ke dalam rumah dan kedua matanya langsung menemukan sang istri yang sepertinya dalam perjalanan ke sini.


Julian terdiam sejenak. Ini kali pertama dia melihat istrinya dengan terang-terangan dan tanpa sadar batinnya memuji, tapi tetap saja otaknya lebih mendominasi, "Pakai baju seperti itu butuh waktu lebih satu jam. Kau memang lelet dan enggak bisa apa-apa."


Airin memilih diam. Iya, dia emang lelet. Dia emang tidak apa-apa. Jika ditanggapi nanti, mood laki-laki itu akan memburuk.


"Ayok!" Julian berjalan terlebih dulu dan Airin yang mendengar itu ikut mengayunkan langkah menyusul suaminya, yang sudah masuk ke dalam mobil.


Airin berjalan melewati mobil dan memilih untuk membuka gerbang rumah. Julian yang melihat itu, langsung melajukan mobilnya keluar dari dalam.pekarangan.

__ADS_1


Airin dengan tersenyum ikut melangkah keluar dan dia gisak lupa mendorong gerbang ke samping kanan, mengaitkannya, dan terkahir digembok.


Selepas melakukan itu, Airin dengan langkah cepat berjalan mendekati mobil dan langsung masuk menyusul suaminya yang sudah lebih dulu di dalam sana.


***


Cloud Longe Jakarta, 19:55pm


Julian memberhentikan mobilnya di parkiran restoran, Cloud Longe Jakarta, salah satu tempat makan terkenal yang terletak di Gondangdia, Menteng.


Tepatnya di The Plaza, yang berlokasi di Jl. M.H. Thamrin No. 28 - 30. Restoran Cloud Longer Jakarta terkena dengan area rooftop yang akan membuat pengunjung betah. Apa lagi untuk yang mengadakan dinner.


Julian bergerak membuka sabuk pengamannya. Airin yang melihat itu ikut melakukan hal yang sama. Namun, bedanya. Dia tersenyum karena merasa bahagia bisa berada di titik ini.


Iya, di titik dia diajak oleh Julian untuk dinner dan itu berdua lagi. Siapa yang gidak senang, bukankah iyu pertanda kalau hubungannya dengan laki-laki itu sudah bisa dikatakan sedikit baik.


Ternyata, keputusannya untuk tidak menyerah sudah benar dan Airin tidak menyesali itu. Sungguh dia bahagia dengan malam ini.


Dia juga ingin kalau mslam ini akan panjang, "Cepatlah!" Airin yang tad berkhayal langsung tersentak kaget. Dia bergerak membuka pintu dan menyusul Julian yang sudah berdiri dengan bokong bersandar di pintu mobil.


Airin menyusul suaminya, "Ayok!" ajak wanita itu dan tanpa menjawab, Julian berjalan terlebih dulu.


Airin gidak sedih. Dia malah berjalan cepat untuk mengikuti langkah kaki suaminya. Senyum masih terlukis di wajahnya, tapi sedetik kemudian garis lengkung itu perlahan memudar saat dia melihat suaminya berbicara dengan seorang laki-laki.


"Raka?" gumam wanita itu dengan terkejut dan menatap tidak percaya ke arah dua pria yang tengah saling bersalaman tangan itu.

__ADS_1


...T.B.C...


__ADS_2