Petaka Karena Perjodohan

Petaka Karena Perjodohan
Part 20. Izin Quality Time with Raka


__ADS_3

Menteng, 20:43pm


Suara tangisan Airin memenuhi kawasan taman Menteng. Wanita cantik yang terbalut hijab itu tidak peduli dengan sekitar. Bahkan dia juga tidak peduli dengan kehadiran, Raka yang saat ini duduk di sebelahnya.


Airin menangis. Dia merasa sesak, Karen mendapati perlakuan, Julian yang bisa dibilang begitu tega.


Iya, tega meninggalkan istrinya sendiri bersama dengan seorang laki-laki dan itu pun ditempat umum. Alasannya dia ingin ke kamar kecil, tapi aslinya dia malah bercanda mesra dengan selingkuhan gatelnya itu.


Raka menghela napas. Laki-laki itu kembali menarik satu tissue dan menyerahkannya ke Airin.


Airin menerima dan wanita itu langsung menghapus apa pun yang keluar dari area wajahnya, entah itu ingus mau pun air mata.


"Percuma ditangisi, Rin." Sudah sepuluh kali Raka berucap menenangkan, Airin yang tidak pernah berhenti menangis dari saat mereka pergi meninggalkan restoran hingga singgah di Alfamart Sutan Syahrir.


Bahkan bapak-bapak tukang parkir yang berdiri tak jauh dari mereka, mungkin sudah jengah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut, Raka.


"Aku enggak nyangka aja, Ka. Emang dia kira aku ini siapa?" tanya Airin di dalam tangis, membuat Raka diam.


Laki-laki itu tidak tahu harus menjawab dengan apa. Dia juga bingung pun merasa marah, karena Julian.


"Apa aku segitu tak berharganya di mata dia?" tanya Airin sembari menghapus kasar air mata yang keluar dari pelupuknya.


Raka menggelengkan kepalanya, "Enggak. Kau lebih dari kata berharga, Rin. Kau sempurna di mataku." Laki-laki itu menjawab dengan spontan.


Airin yang mendengar itu berhenti menangis. Dia menatap ke arah Raka yang kelihatannya bersungguh-sungguh dengan kata-katanya.


Raka tersentak kaget. Dia langsung menoleh membuang pandangannya ke arah Bapak tukang parkir yang sepertinya ikut baper saat mendengar penuturan yang keluar dari mulutnya.


Raka malu. Sumpah, dia mengatakan itu tanpa sadar. Ingin rasanya laki-laki itu pergi mengasingkan diri ke Atlantis.


"Aku akan memberikanmu cokelat. Adikku pernah mengatakan, kalau wanita yang patah hati itu harus diberikan cokelat." Dengan asal, Raka berucap. Laki-laki itu pun bahkan bergerak bangkit dari duduknya, tanpa melihat ke arah, Airin.

__ADS_1


"Tung-"


"Ka," sela Airin dan itu berhasil membuat pergerakan Raka berhenti.


Airin diam. Dia sepertinya tengah memberikan waktu kepada suara-suara mobil dan bunyi peluit tukang parkir, untuk menunjukkan suaranya.


Sementara, Raka. Laki-laki itu masih diam memunggungi, Airin. Dia sepertinya masih belum berani menatap mata wanita itu lagi.


"Aku menyerah." Airin berucap dengan nada lemah. Iya, tidak bisa dipungkiri kalau, Airin memang benar-benar sudah lelah. Dia tidak tahan lagi.


Raka masih geming. Laki-laki itu mengepalkan tangan, "Kau diberikan waktu tiga puluh hari kan. Jadi, lakukan. Buat aku mencintaimu dalam tiga puluh hari. Jika berhasil, aku akan mengikuti apa yang dia mau. Termasuk menanda tangani surat itu," imbuh Airin dan itu berhasil membuat Raka sedikit merasa senang sekaligus sedih bersamaan.


***


Kediaman, Julian dan Airin, 22:00pm.


Julain membuka pintu kamarnya dan laki-laki itu langsung mendapati sosok Airin yang tengah merapikan sofa— tempat tidurnya selama ini.


Setelah melepas itu, dia lanjut melepas kemeja putih yang dia kenakan dan hal yang sama dilakukannya. Tubuh bagian atas, Julian sekarang sudah terekspose. Dada bidang, otot tangan yang tidak berlebihan, begitu terpahat nyata.


Julian melirik ke arah, Airin. Laki-laki itu tidak mendapati wanita itu belingsutan seperti biasa. Penasaran kenapa istrinya seperti itu? Tentu tidak. Dia justru mengeluarkan sikap bodoh amatnya.


Julian meraih handuk yang sudah disiapkan oleh Airin di atas ranjang, kemudian menyampaikannya di pundak, dan langsung beranjak pergi ke kamar mandi.


Airin yang sudah melihat itu, langsung berjalan keluar kamar. Dia sekarang akan membuatkan suaminya susu panas. Minuman wajib yang dikonsumsi oleh laki-laki itu sebelum tidur.


Biar pun dia sudah mengambil keputusan itu, Airin sebisa mungkin akan merawat suaminya di sisa dua puluh enam hari ini.


Iya, dia akan melakukan hal-hal seperti biasanya dalam waktu yang tersisa sebelum, Raka berhasil membuat dia jatuh cinta.


Jujur, Airin percaya kalau Raka akan berhasil mengenyahkan nama, Julian dari hatinya. Maka dari itu, dia akan memanfaatkan sisa 26 hari ini untuk mengurusi suaminya.

__ADS_1


Setelah waktu 26 hari ini usia, Airin berjanji akan menanda tangani surat cerai yang diberikan oleh Julian di awal pernikahan mereka.


***


05 Oktober


Airin membongkar lemari khusus tempat di mana semua pakaiannya, berada, "Seingatku, aku juga dulu membawanya. Tapi aku taruh di mana yah?" wanita itu bergumam sendirian.


Sepertinya, Airin saat ini tengah mencari sesuatu. Wanita itu sedikit menoleh saat mendengar suara pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok, Julian yang hanya terbalut handuk.


Airin hanya melihat sebentar dan setelahnya. Dia kembali fokus membongkar lemarinya.


Sementara di sisi, Julian. Laki-laki itu hanya mengacuhkan Airin. Dia sepertinya memang tidak menanggap wanita itu ada, karena tanpa bicara ia langsung mendekati ke ranjang, tempat di mana pakaian kantornya yang sudah disiapkan oleh, sang istri berada.


Julian meraih setelan baju kantor itu dan dia langsung menoleh ke arah sang istri. Airin sadar dan tanpa bicara, wanita itu beranjak pergi. Sepertinya dia akan membongkar isi lemarinya nanti saja.


Julain mulai menaikkan dua alisnya bingung. Laki-laki itu merasa ada yang sedikit berbeda, tapi tetap saja dia tidak peduli.


"Mas." Julian yang tadinya sudah siap membuka ikatan handuknya, langsung mengurungkan niat dan memilih untuk menoleh melihat sang istri yang ternyata masih berada di ambang pintu, dengan posisi berdiri yang memunggungi Julian.


Singkatnya, mereka saling memunggungi satu sama lain, "Weekend nanti aku akan pergi Quality Time," imbuh Airin dan Julian yang mendengar itu sepertinya tidak berniat untuk menanggapi. Toh dia tidak peduli dengan wanita itu.


"Aku akan pergi bersama, Raka," sambung Airin dan kata-kata itu berhasil membuat, Julian membatu.


...T.B.C...


...Part terakhir untuk hari ini. ditunggu yah, Hadiah kalian. masak udah up lima part, tapi kalian tak kasih hadiah atau vote....


...Kan aku sedih 🤧🤧...


...Berjumpa besok jika tak ada hal mendesak...

__ADS_1


__ADS_2