
Julian masih diam, tapi ternyata itu tidak bertahan lama. Laki-laki itu menegakkan tubuhnya, kemudian berputar hingga menghadap ke arah Airin yang ternyata tengah menoleh melihat dirinya.
Julian menguatkan ikatan handuk yang ads di punggungnya, lalu, laki-laki itu melangkah mendekat ke tempat istrinya berdiri, yaitu, di ambang pintu.
Julian menghela napas dan tanpa di duga, laki-laki itu mendorong tubuh, Airin keluar dari dalam kamar, "Aku tidak peduli dan tidak mau tahu. Sekalian saja kau pergi untuk selamanya." Setelah mengatakan itu, Julian memegang sisi pintu.
"Kau mengatakan itu buat apa? Mau provokasi aku? Mimpi bener. Rongsokan seperti kau itu tidak akan di pungut oleh orang-orang. Lelet, nyusahin, enggak berguna. Kau paket komplit. Enyah dari hadapanku." Tanpa menyaring kata-katanya, Julian berucap dan laki-laki itu langsung membanting pintu untuk menutupnya.
***
Airin menata meja makan. Sekarang wanita itu tengah menyiapkan sarapan suaminya. Dia terlihat begitu sangat telaten. Setelah selesai dia langsung kembali ke dapur untuk membersihkan bekas memasaknya subuh tadi.
Lihat, betapa rajin, cekatannya, dan bergunanya, Airin. Lalu dari mana, si Julian tak tahu diri itu menilai Airin begitu buruk.
Padahal sepanjang pernikahan, Julian tidak pernah sekali pun mendapati bak mandi kosong dengan air dan dia juga tidak pernah melihat meja makannya kosong. Pasti akan selalu terisi.
Airin mencuci tangan setelah dia berhasil menyusun kembali alat-alat yang pagi tadi digunakan bertempur di dapur.
"Sepatuku mana?" Airin menaikkan pandangannya ke atas saat dia mendengar suara suaminya menggelegar.
Dengan cepat wanita itu berjalan naik ke lantai atas. Baru saja dia memijakkan kaki di sana, kedua matanya langsung menatap Julian yang sudah berdiri di depan lawang.
Tatapan meremehkan sudah, Airin dapatkan. Dia menunduk dan langsung berjalan mendekati suaminya. Julian menyingkir, tanpa bicara dia bergerak memberikan jalan untuk istrinya.
"Kopi?" tanya Julian dengan nada yang tidak bersahabat.
"Ditempat biasa, Mas," jawab, Airin. Julian menganggukkan kepalanya, tapi dia tidak pergi menuju ruang, TV, tempat di mana kopinya sering tersaji.
Malahan dia berjalan masuk ke dalam dan langsung memposisikan dirinya untuk duduk di ranjang.
Airin bangkit setelah dia berhasil mendapat sepatu yang cocok dengan setelan kantor suaminya di hari Jum'at ini.
__ADS_1
Airin bergerak jongkok tepat di hadapan suaminya. Layaknya seorang istri berbakti, Airin mulai bergerak memakaikan sepatu di kaki seorang laki-laki yang padahal pagi tadi, mengatai dirinya tidak berguna.
Bodoh?
Terserah, Airin tidak peduli karena dia sudah bertekad akan bersikap seperti seorang istri di sisa waktunya bersama dengan, Julian ini.
"Kenapa semalam kau pulang? Bukankah sudah aku katakan untuk menunggu?" Julian membuka pembicaraan sembari kakinya terus dia angkat, agar sang istri dengan mudah memasangkannya sepatu.
"Aku lelah, Mas." Airin menjawab dengan singkat dan itu bersamaan dengan dia sudah selesai memasangkan satu sepatu di kaki suaminya.
"Makanya semalam aku minta ke Raka nganterin pulang," imbuh Airin sembari mendongak, memberikan senyum untuk suaminya.
Raka hanya menarik bibir bawahnya ke atas, "Raka? Apa kalian sudah sedekat itu?" Airin tidak menjawab, tapi dia hanya tersenyum.
***
JP company, 10:00am
"Satu lagi, atur ulang pertemuanku dengan, Tuan Satriawan," imbuh Julian, membuat Lola, Sekertarisnya menganggukkan kepala paham.
Julian ikut menganggukkan kepalanya, "Kalau beg-"
"Baby!" Perkataan Julian terhenti saat suara Clara yang selalu terdengar merdu di telinganya, tiba-tiba terdengar.
Julian sedikit menengok ke arah pintu dan kedua matanya langsung menangkap sosok mungil, Clara yang yang berdiri diam dengan mimik wajah yang gugup.
"Maaf, aku ak-"
"Lola, kau pergilah." Julian menyela perkataan, Clara. Laki-laki itu meminta sekertarisnya untuk keluar dan Lola tanpa membantah langsung menganggukkan kepalanya dan langsung beranjak meninggalkan ruangan sang direktur utama di perusahaan ini.
Clara tersenyum ramah dan laki-laki itu langsung menepi untuk memberikan, Lola jalan, "Maaf yah," cicit wanita itu dengan mimik wajah yang terlihat menyesal, tapi percayalah kalau di dalam hati, Clara berseru senang.
__ADS_1
Julian tersenyum. Air muka laki-laki itu terlihat berbeda dengan saat dia bersama, Airin, "Selamat pagi," sapa pria itu dengan kedua sudut bibir tersenyum.
Clara yang mendengar itu ikut tersenyum dan dia langsung berjalan mendekat ke meja pujaan hatinya, "selamat pagi juga, Kesayangan." Layaknya seorang murahan, Clara bergerak duduk di pangkuan Julian. Bahkan wanita itu sekarang sudah melingkarkan kedua tangannya di leher sang pujaan.
Julian tersenyum. Dia bergerak mencuri kecupan di bibir mungil, Clara, "Kesayangan? Sekarang panggilan apa lagi itu?" Julain berucap sembari melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping, Clara.
Clara manyun, "Baby, uang di rekeningku habis. Tagihan apartemenku belum di bayar dan ada juga beberapa tagihan lainnya." Dengan mimik wajah yang dibuat menyedihkan, Clara bercerita kepada Julian.
Julian yang mendengar itu tersenyum, "Nanti akan aku bayarkan semua." Clara membulatkan mata terkejut.
"Beneran?" tanya wanita itu mencoba memastikan dengan mimik wajah yang sangat menggemaskan.
Julian terkekeh dan laki-laki itu kembali mencuri satu kecupan di bibir, Clara, "Beneran. Kapan aku membohongimu?"
Clara tersenyum senang, "Rekeningku, gimana? Inikan sudah lebih dari tanggal satu, Beb. Bukankah kau bilang mau memberikanku kompensasi, karena kita gagal nikah." Dengan menunduk, Clara berucap. Wanita itu juga tengah memainkan kancing kemeja, Julian.
"Apa pun untukmu." Clara langsung memeluk Julian dan laki-laki itu membalas pelukan yang dilakukan oleh kekasihnya.
Sungguh, Julian tidak suka seperti ini. Dia mencintai, Clara dan ingin menikahi wanita ini.
Namun, keinginan itu tak bisa dia lakukan karena, Airin. Itulah akar dari Julian benci dengan, wanita itu.
'sebentar lagi. Tunggu wanita itu pergi dan kita bisa bersama seperti yang sudah kita bicarakan dulu, Clara,' batin Julian sembari mengelus punggung Clara.
...**T.B.C...
...Part dua nyusul agak sore yah**....
...Jangan lupa kasih hadiah, vote, like, dan komen. ...
Perasaan kalian setelah baca part ini pie? komen di sini👉
__ADS_1