Petaka Karena Perjodohan

Petaka Karena Perjodohan
Part 38. Belanja Bulanan


__ADS_3

"Tahan, Mas!"


Airin mulai melumas telapak tangannya dengan minyak yang sudah tercampur potongan bawang merah. Wanita itu begitu telaten mengolesi telapak tangannya.


"Pelan-pelan. Awas saja jika tambah para- akhh!"


Julian menjerit kala Airin mulai menekan punggungnya. Iya, gara-gara insiden perubutah ponsel yang menyebabkan mereka jatuh salto hingga membentur atasan sofa dan tengkuk hampir menyentuh lantai itu, punggung Julian terkilir.


Sekarang laki-laki itu tengah berbaring terlentang di sofa panjang ruang tv, "Berhenti, stop! Kau mau membunuhku yah, akhh!"


Julian menjerit. Laki-laki itu menggerakkan kakinya ke atas bawah, karena rasa sakit di punggungnya menjalar ke sekujur tubuh.


Airin yang melihat itu hanya bisa memasang muka tembok. Padahal ini bukan yang pertama kali, Julian diurut. Dulu laki-laki itu pernah keseleo karena kepeleset sabun yang dia buang sembarangan ke lantai kamar mandi.


Dia juga dulu pernah jatuh saat naik pohon mangga yang ads di depan rumah. Waktu itu kalau enggak salah, Mamanya yang meminta karena wanifa tua itu ingin buat rujak dengan menantunya. Jadi, mau tidak mau Julian manjat, tapi endingnya laki-laki itu terjatuh karena salah memijak.


"Lagian siapa suruh main-main. Gagal sarapan tahu rasa kan." Airin mengehentikan gerakan mengurutnya membuat, Julian menoleh dengan tatapan mata yang sinis.


"Dan kau. Kenapa kau mau saja diajakin gitu? Terus, kau olahraga buat apa? Mau narik perhatian- akhh! Sialan!" Julian menghentikan ucapannya manakala Airin lagi-lagi menekan bagian punggungnya yang cedera.


"Makan nih, makan!" Airin sebel sendiri dan wanita itu menekan-nekan punggung suaminya dengan kekesalan yang ada.


Padahal dia sudah menjelaskan kalau dia pergi dengan Raka, karena laki-laki itu sudah meminta izin kepada Julian. Airin tentu terima, karena Julian sudah mengizinkan.


"Sumpah kau memang ingin membunuhku!" Julian menjerit begitu saja kencang dan itu sudah dipastikan besi kedengaran hingga keluar.


Airin yang melihat itu bukannya berhenti justru semakin menjadi. Sekarang wanita itu sedang menahan cekikikan lantaran mendengar suaminya mengumpat dan menjerit.


Sungguh. Ini salah satu pekerjaan yang membuat rasa cinta Airin hadir, selain mengurusi semua kebutuhan suaminya.

__ADS_1


***


Jam, 10.30am


"Pade zaman dahulu!"


Airin saat ini tengah menonton dongeng si kancil, hewan kerdil yang mempunyai kecerdasan yang tidak masuk akal. Wanita itu sedari tadi terlihat fokus menonton, hingga dia lupa menggerakkan kedua tangannya yang saat ini tengah memijat-mijat kepala sang suami menggunakan minyak kemiri.


Jangan terkejut. Julian memang tidak suka dengan istrinya, tapi laki-laki itu sering kali memanfaatkan sang istri untuk melakukan segala pekerjaan rumah. Jadi, memijak kepala ini juga satu pekerjaan yang harus dilakukan oleh seorang istri.


Sebenarnya ini dulu sering dilakukan oleh Mama Julian. Kemudian turun ke Airin karena wanita itu di suruh oleh mertuanya untuk terus memijat kepala sang suami setiap hari Minggu.


Awalnya Julian menolak, tapi Mamanya memaksa dan dia mau tidak mau haeus menerima. Sekarang, laki-laki itu malah sudah terbiasa seperti ini. Minggu kemarin mereka tidak melakukannya karena ada tamu spesial yang menemani Julian.


"Mendapati kau tidak menggerakkan tangan lagi. Aku pastikan besok ini tv, ponsel, dan semuanya akan lenyap dari rumah ini," ancam Julian dan itu tentu langsung membuat Airin menggerakkan tangannya untuk memijit sang suami.


Setelah tadi mengurut punggung, kemudian sarapan yang sedikit diikuti gabah menggubah tentang tetangga sebelah rumah yang kecolongan ikan. Julian, memilih untuk dipijat kepalanya.


Satu lagi, kalian haeus tahu. Sedari tadi, Julian tidak pernah berhenti berbicara. Dia yang paling anti mengucapkan sepatah kata pun jika bersama, Airin, tiba-tiba menjadi sangat begitu cerewet.


Saking cerewetnya, Julian bahkan menceritakan kalau kemarin ban mobilnya bocor. Airin hanya menjadi pendengar yang setia. Dia tidak mencicit karena vatinnya menjerit senang.


Siapa yang tidak senang, kalau mendapati suaminya yang sering kali bersikap dingin, tiba-tiba banyak bicara walau dengan nad ayang sewot.


Untuk Julian sendiri. Setelah kejadian malam kemarin yang di mana, dia dipeluk erat oleh, Airin, membuat secuil kebenciannya kepada wanita itu menghilang.


Namun, untuk banyak bicara ini dia tidak tahu kenapa dirinya begitu cerewet. Apa jangan-jangan dia mulai tertarik dengan Airin?


Bukan tertarik sih, lebih tepatnya ke arah kenyamanan. Iya, Julian sangat nyama mengobrol dengan Airin yang pembawaannya begitu konyol dan periang.

__ADS_1


Jujur, tingkah laku dan cara bicara Airin juga mengingatkan dia dengan Clara yang dulu sangat polos. Jadi, Julian berpikir kalau perasa aneh itu muncul karena dia mengira Airin adalah Clara di saat kuliah dulu.


"Aku hampir lupa." Julian dengan mata yang merem melek mencicit.


Airin yang mendengar itu hanya berdahem karena sekarang dia mulai fokus menonton kancil yang jatuh ke dalam lubang.


"Bahan makanan di kulkas habis," imbuh Julian dan Airin kembali berdahem untuk menimpali.


Julian kesal. Laki-laki itu langsung mematikan televisi dan membuang remote kontrolnya jauh ke depan hingga pecah, karena berbenturan dengan lantai.


"Mas ...." Airin merengek.


Julian yang mendengar itu hanya diam, "Besok jangan harap tv itu ada di sini lagi. Kalau perlu aku buang ke selokan."


Laki-laki aneh, tempramental, dan selalu sesukanya itu berucap dengan nada yang benar-benar terdengar ingin melakukan.


"Enggak boleh gitu dong. Tv hidupku, kartun tontonanku. Jika, kau mengambilnya, apa yang aku punya di rumah ini lagi, Mas." Dengan nada dramatis, Airin berucap. Dia bahkan tanpa sadar menjambak rambut Julian.


"Alay." Julian berdiri dari duduknya. Laki-laki itu menyisir rambutnya dengan hanya menggunakan jari. Dirasa cukup, barulah dia berbalik untuk melihat Airin yang saat ini merengek.


"Berisap-siap lah. Kita akan pergi berbelanja keperluan dapur. Jangan lupa ambilkan kunci mobil, baju, dan dompetku di atas."


Julian langsung berlalu pergi meninggalkan Airin yang menganga Karen terkejut. Lagi-lagi sikap aneh Julian keluar.


...T.B.C...


...Kalian pilih Julian dan Airin pisah atau apa nih? ...


...Oleng ke kapal siapa:...

__ADS_1


...Julian, Airin ...


...Raka, Airin...


__ADS_2