Petaka Karena Perjodohan

Petaka Karena Perjodohan
Part 51. Satu-satunya Jalan.


__ADS_3

Julian tentu langsung dibuat bingung. Padahal tadi mereka sedang membicarakan tentang siaran televisi Indonesia yang itu-itu saja, tapi karena Airin menyeletuk dan bertanya. Semua menjadi melebar.


Bahkan wanita itu mulai ngawur. Iya, bagi Julian perkataan cinta tadi tidak lebih dari sebuah omong kosong belaka. Pasalnya, mana ada orang yang jatuh cinta karena diberikan siksaan batin seperti, Airin.


"Jangan aneh-aneh deh." Julian berbicara dengan ekspresi wajah yang memancarkan ketidakmungkinan.


Airin yang mendengar itu tersenyum sumir. Tangisannya mereda dan kedua tangannya bergerak mengelap air matanya yang masih mengalir di pipinya.


"Kenapa kau bilang aneh-aneh. Apa kau kira sikap manis yang kau lakukan di depan keluarga, tidak membuatku jatuh cinta?"


Julian diam, laki-laki itu memilih untuk menatap mimik wajah istrinya yang kembali berbicara. Bahkan saat mendengar penuturan itu, Kila balik semua perlakukan manisnya kepada Airin, terputar.


"Aku juga berharap tidak mencintaimu, tapi kau malah memaksaku untuk menanam benih cinta itu di dalam hati. Iya, aku bodoh. Tapi, semua wanita pasti akan jatuh cinta, jika diperlukan manis seperti itu. Apa lagi di depan keluarga." Airin menjelaskan dengan nada bicara yang bergetar. Sungguh, hari ini dia tidak mau berhenti bicara. Baginya, ini adalah sebuah kesempatan yang harus di ambil dan lagi, apa yang dikatakan Airin itu benar.

__ADS_1


Tidak akan ada seorang wanita yang takkan jatuh cinta jika laki-laki mengeluarkan sikap yang begitu manis. Apa lagi pria itu sudah menyandang status sebagai seorang suami. Jadi, jangan salahkan Airin untuk tidak jatuh cinta.


"Memang kau sering bersikap keji padaku. Bercumbu di depanku dengan wanita lain, tapi entah kenapa rasa cinta itu tak bisa pudar, Julian. Aku mencintai kau tanpa melihat pernah melihat sikap buruk yang kau berikan."


Julian masih bungkam. Laki-laki itu sekarang memposisikan diri sebagai pendengar yang baik dengan tidak berkomentar. Baru kali ini dia dan Airin mengobrol lebih dari perintah untuk melakukan pekerjaan rumah dan lainnnya.


"Tapi, lepas dari itu. Aku suka saat kau bergantung kepadaku. Aku suka saat menyiapkan makanan, saat menyiapkan air, dan bahkan saat mendapati omelanmu." Dengan sedikit terenyuh, Airin berucap.


Wanita itu kembali menyeka air matanya yang dirasa hampir jatuh, "Maaf kalau hari ini aku terlalu banyak bicara. Aku hanya ingin mengutarakan apa yang ada di hatiku. Selebihnya itu terserah kepadamu." Airin mengakhiri omongannya dengan kata-kata maaf dan wanita itu langsung menundukkan kepalanya.


Julian menghela napas setelah mengatakan sepatah kata itu. Airin menegakkan kepala dan kedua matanya langsung menangkap sosok Julian yang menampilkan raut wajah bersalahnya.


"Aku paham yang kau rasakan dan aku minta maaf karena sudah membuat perasaan itu hadir di hati kau. Jujur, aku tidak ads niat seperti itu dan juga dengan berat aku mengatakan, maaf. Kau tahu kan ke mana cintaku tertuju?"

__ADS_1


Mendengar itu Airin menganggukkan kepalanya. Dia menangis. Airin tidak menyangka kalau ditolak akan menjadi sesakit ini.


"Begini. Menyerah dan tanda tangani surat cerai itu. Aku mengatakan hal ini demi kebaikan kita."


Airin hanya tersenyum. Dia tidak mengeluarkan kata-kata untuk menjawab dan bahkan anggukan atau pun gelengan tak dikeluarkan olehnya.


jadi, aku memang tidak punya kesempatan untuk itu. Berarti keputusan untuk belajar mencintai, Raka adalah satu-satunya jalan untuk lepas dari semua ini, batin Airin dalam senyum.


...T.B.C...


...Part kedua nanti nyusul yah....


...Pantengin terus....

__ADS_1


...Kalian mau ending seperti apa sih? ...


...Siapa tahu jalan pikiran kita sama🤣🤣🤣...


__ADS_2