Petaka Karena Perjodohan

Petaka Karena Perjodohan
Part 50. Perasaan Yang Entah


__ADS_3

"Jika ada pilihan menolak, aku akan menolak. Kau kira aku juga bahagia di sini?" Julian menjawab dengan mata menatap ke televisi, tapi itu bukan lah objek yang dia tangkap.


Julian, saat ini menerawang sesuatu yang jauh lebih dalam dari apa yang sekarang m televisi itu siarkan.


Sama halnya dengan, Airin. Wanita itu hanya diam. Kedua tangannya yang sedari tadi bergerak memijat kepala sang suami, tidak lagi melakukan pergerakan.


"Berada di situasi seperti ini membuatku bingung dan kau jauh lebih membuatku bingung."


Julian mendongak, membuat kedua tangan Airin tidak lagi berada di kepalanya, "Aku?" ujar wanita itu dengan tatapan mata yang bingung.


Julian menghela napas dan laki-laki itu kembali menegakkan kepalanya menghadap ke televisi yang saat ini sedang menayangkan FTV.


"Kau mempersulitku." Julian bicara singkat dan setelah itu dia kembali bungkam.


Julian memilih menunduk untuk melihat lantai keramik putih bercorak bunga itu dengan tatapan mata yang kosong.


"Maksudnya?" tanya Airin yang semakin dibuat kebingungan. Padahal tadi dia mengira kalau, Julian akan menjawab dengan sangat singkat. Namun, nyatanya laki-laki itu memilih untuk menjelaskan dengan berbelit-belit.


"Kenapa kau memilih bertahan?"


Bukan menjawab, Julian malah memberikan pertanyaan. Laki-laki itu sekarang sudah menoleh untuk melihat, Airin yang memperlihatkan ekspresi kaku.


"Disaat aku merendahkanmu, tidak menganggapmu, dan hanya menjadikanmu baby, kenapa kau memilih bertahan?" tanya Julian dengan nada bicara yang sudah jelas, kau tahu, aku juga sudah menjualmu ke Raka, lanjutnya dalam hati.

__ADS_1


Airin bungkam. Dia yang bertanya terlebih dulu, tapi justru dia yang dibuat mati kutu. Wanita itu sepertinya tidak bisa menjawab. Dia juga bingung kenapa bertahan.


Dulu beberapa tahun yang lalu, dia ingin menanda tangani surat cerai itu, tapi keinginan itu menguap lantaran dia memikirkan, bagaimana nasib Julian jika ditinggal.


Apakah, laki-laki itu bisa mengurusi semua kebutuhannya jika, dia pergi?


Apakah, laki-laki itu akan betah begadang sendirian jika, dia ditinggal?


Itulah pertanyaan yang membuat keinginan Airin untuk pergi, menguap. Bukannya sombong atau apa. Dulu soalnya, Julian pernah marah besar karena dia menginap di rumah ibunya.


Airin masih jelas mengingat bagaimana keadaan rumah waktu itu. Bahkan jika mau, dia bisa saja memutar kilas balik itu di kepalanya, tapi tidak. Wanita itu tidak ingin mengingat hal yang seperti itu.


"Aku juga tidak tahu kenapa. Tapi, yang jelas, aku takut meninggalkanmu."


Airin menjawab dengan jujur. Julian yang mendengar itu langsung dibuat tercengang. Dia tidak menyangka saja, kalau wanita yang selalu saja dia perlakuan tidak lebih dari rongsokan itu, memikirkan dirinya.


Dalam hati, Julian menggeleng dengan memamerkan senyum ironi. Sungguh, dia percaya kalau Airin itu wanita yang sangat baik.


"Aku yang sudah lama menjadi istrimu, menyiapkan segala keperluan entah itu sarapan, pakaian, dan segala halnya, merasa berat. Aku bodoh, iya. Aku akui itu."


Airin mulai berani mengutarakan isi hatinya. Dia dari dulu ingin berbicara seperti ini dengan suaminya. Saling terbuka satu sama lain, pokoknya inilah yang wanita itu inginkan.


"Kau tidak salah menangkap, 'kan? Aku memintamu sepertinya itu, hanya untuk membuatmu kewalahan. Padahal aku bisa sendiri, tapi aku sengaja seperti itu agar kau menyerah dan minta pisah."

__ADS_1


Julian ikut mengutarakan isi hatinya. Airin yang mendengar itu tersenyum dan entah apa arti sunggingan itu dia tidak tahu.


"Aku boleh jujur enggak?" Airin menghela napas, membuat kedua matanya memerah dan tiba-tiba menitikkan air mata.


Julian bungkam. Sekarang laki-laki itu sudah memutar tubuh, membuat posisi duduknya menghadap langsung ke Airin.


Airin yang melihat itu melebarkan senyumnya, membuat iar mata semakin berjatuhan begitu deras, "Salahkah kalau aku mencintaimu?"


...T.B.C...


...Maaf banget guys. Aku telat update karena ada tetangga yang meninggal. Jadi, gitu deh. moon maaf yah🙏🙏...


...Guys. aku ada buat CHAT STORY nih. Bantu dukungannya yah, karena ini ikut lomba. aku minta bantuan banget loh....


...Ceritanya seperti dibawah ini yah...



Sinopsisnya.


Ini kisah seorang gadis remaja, Alyka Ayunda. Siswi pendiam yang ternyata menyimpan rasa kepada kakak kelasnya, Kaisar Chandra, Most Wanted SMA Angkasa.


Pertemuan yang tidak disengaja, membuat gadis pendiam yang hobi menulis novel di salah satu platform online itu, menaruh rasa kepada sang Most Wanted Sekolah.

__ADS_1


Lebih parahnya lagi, Alyka diam-diam membuat kisah yang di mana, tokoh utamanya adalah Kaisar itu sendiri.


Bagaimana kisah selanjutnya?


__ADS_2