
...•Ketika hati dan pikiran sudah tak selaras, disaat itu manusia akan terserang yang namanya kebimbangan •...
...Ada pengumuman penting di paling bawah...
***
"Yakin mau nonton beginian, Rin?" tanya Raka memastikan dan Airin yang mendengar itu mengangguk kepala dengan sudut bibir yang tidak bisa berhenti, untuk menoleh menyunggingkan senyum.
"Yakin dong. Kali-kali nonton Frozen di bioskop. Kau tahu, di rumah aku hanya nonton yang season satunya mulu dan aku baru tahu loh ada season duanya." Airin berucap panjang lebar. Dia bercerita dengan kebahagiaan yang terpancar nyata di mimik san setiap kata yang terlontar dari mulutnya.
Raka hanya bisa mengangguk dalam ketidaktahuan. Masalahnya dia itu cowok, udah dewasa eh malah diajakin nonton kartun, Frozen pula. Ya, mana, Raka tahu. Kalau Avatar, one piece, dan Naruto bisa lah dia masuk ke dalam obrolan karena waktu remaja dulu dia menonton.
Tapi ini, Frozen loh. Jadi, dia harus apa selain menganggukkan kepala dengan mimik wajah cengo. Pura-pura ngerti deh pokoknya.
"Di sana ada film Hollywood Romace loh, Rin. Kita pindah yuk." Airin menggelengkan kepalanya. Wanita itu tetap ingin mengantri dan membeli tiket untuk nonton Frozen season dua.
Satu hal yang harus kalian ketahui tentang, Airin. Dia dadi remaja hingga berusia sebesad itu tidak pernah mengenal yang namanya sinetron, entah, Drama Korea, Drama Cina, Drama India, dan pokoknya drama lainnya deh.
Paling pengetahuannya tidak jauh-jauh dari film putri salju yang makan apel, Cinderella yang kehilangan sepatu kaca, Dora yang mengatakan di mana peta, Masha and the bear, dan beberapa kartun lainnya. Contoh, Frozen ini.
Sebenarnya sebelum menikah dulu, Airin termasuk orang yang sangat ceria. Dia punya banyak temen, tapi sikapnya berubah saat menikah dengan, Julian. Laki-laki itulah yang membuat hidup Airin suram.
Namun, entah kenapa disaat bersama dengan, Raka. Airin seperti bebas. Dia merasa kalau kehidupannya yang dulu tertarik kembali ke permukaan.
"Om, Tante, buruan. Aku juga mau beli tiket." Airin menunduk saat dia mendengar suara seorang bocah yang meminta ia untuk bergerak.
"Maaf yah dek. Ka, ayok!" Airin tersenyum dan wanita itu langsung berjalan terlebih dulu, meninggalkan Raka yang terlihat kikuk.
Sumpah dia malu, dari tadi dia diliatin oleh para ibu-ibu yang menemani anaknya, "Mas, kalau mau kencan sesuaikan lokasi dong. Masa iya masuk ke film anak-anak." Tuh kan, inilah yang paling dia benci. Orang-orang Indonesia itu selalu saja lemes.
Raka juga tahu itu, Bu. Seandainya nih, coba si ibu yang berkomentar tadi berada di posisi, Raka. Pasti orang itu tidak bisa memilih, karena di sini wanitanya jauh lebih kekeh.
"Saya suka kartun, Bu. Jadi, menurut saya ini tempat berkencan paling romantis di dunia."
Bohong jika kata-kata yang Raka ucapkan itu sebuah kebenaran. Dia mengatakan itu hanya untuk membual walau harga dirinya sebagai seorang pria sejati akan dipertanyakan, tapi dia tidak mau kalau tampil buruk di depan orang. Bukankah dengan mengatakan itu akan membuat orang lain terkesima?
"Raka, buruan!" Airin yang sudah tidaj sabaran melambai dari loket pembelian tiket.
Raka yang mendengar itu tersenyum ke arah ibu-ibu yang tadi mengomentarinya, "Masa depan saya udah manggil, Bu. Jadi, permisi." Dengan percaya dirinya Raka berucap, membuat si ibu-ibu itu memerah malu, layaknya seorang gadis. Bisa dipastikan kalau nanti selepas pulang dari sini, orang tua itu akan meminta suaminya untuk pergi dan menonton sebuah film kartun bersama-sama.
__ADS_1
***
Plaza Indonesia, 17.12pm
"Padahal aku tadi hanya minta buat dianterin beli baju, tapi makasih yah udah ditraktir nonton film." Dengan nada riang Airin berucap, membuat orang-orang yang sekarang tengah ada di restoran, menoleh ke arahnya.
Tatapan tidak suka terarah untuk Airin, tapi wanita itu tidak peduli dan malah memperlihatkan muka tebal. Toh ini ditempat umum dan tidak ada larangan untuk talking.
Mereka aja yang sok bicara bisik-bisik. Raka juga begitu, dia tidak peduli dengan tatapan orang-orang, Karen sekarang dia lebih betah melihat pancaran cahaya kebahagiaan yang keluar dari wajah, Airin.
"Kau senang?" tanya Raka sembari mencomot satu kentang goreng dan langsung dia masukkan ke dalam mulut.
Airin mengangguk kepalanya. Dia bergerak meraih coca cola dan langsung meminumnya via pipet.
"Makasih yah." Airin sudah mengatakan itu berulang kali. Wanita itu seolah tidak bosan mengucap kata makasih, karena satu kata saja dia kira tidak akan cukup untuk membalas rasa bahagianya saat ini.
Raka tersenyum. Dia kembali bergerak mencomot satu kentang goreng, "Mau?" tawar Raka dan Airin menganggukkan kepala sembari menggerakkan tangannya untuk mengambil alih kentang goreng itu.
Namun, kejadian mengejutkan kembali terjadi. Raka tiba-tiba saja menyuapi kentang goreng itu ke mulut, Airin.
Airin diam. Kedua matanya melotot dan mulutnya bergerak mengunyah kentang yang sudah ada di dalam sana.
Sungguh dilihat dari sudut pandang mana pun. Airin dan Raka itu memang pasangan yang cocok dan juga pas. Dari tingkah laku, mereka saja sudah sama.
Sementara di jalan restoran cepat saji, terlihat Julian menghentikan langkahnya dan kedua matanya sekarang fokus melihat ke arah meja yang di mana, di sana ada istrinya dan juga rekan bisnisnya.
'apa-apaan pemandangan itu?' batin Julian dengan jantung yang berdetak cepat pun tatapan mata yang tidak lepas dsri dua orang manusia itu.
"Iyan, kenapa?" Julian tersentak kaget dan langsung menoleh ke arah Clara yang ternyata saat ini tengah menatapnya, "ada apa? Katanya tadi mau makan dulu terus langsung pulang ke apartemen," imbuh wanita mungil itu dengan mimik wajah yang masih belum menyadari satu hal.
Julian memejamkan mata untuk mengontrol degup jantungnya. Pikirannya mulai berbisik untuk tidak peduli, walau hatinya saat ini tiba-tiba merasa nyeri.
"Ditanya malah diam." Clara mulai sewot dan dia bahkan mencubit perut Julian.
Julian tersenyum dan kedua matanya langsung menatap Clara yang saat ini tengah mencibir, "Sepertinya tempat ini tidak bagus. Kita pulang sekarang saja."
"Tap-"
"Ara," sela Julian dan Clara yang mendengar panggilan penuh tekanan itu, tidak bisa memilih. Dia menganggukkan kepala untuk menyetujui ajakan dari sang kekasih.
__ADS_1
Julian tersenyum, "Nanti kita Drive Thru." Laki-laki itu berucap untuk menghibur Clara yang saat ini tengah memamerkan wajah kesal.
"Baiklah." Julian langsung putar balik dengan pandangan yang mengarah ke meja sang istri.
...T.B.C...
...Giveaway "Petaka Karena Perjodohan"...
Aku mau bagi-bagi hadiah nih🤭🤭🤭
Enggak banyak sih, tapi jangan menilai dari jumlahnya yah🤭🤭🤭
Langsung aja ada pun Syrat dan ketentuannya sebagai berikut:
•follow akun Instagram aku, "suka_paris"
•follow juga aku Noveltoon yang ini yah.
•Vote dan Gift novel, Petaka Karena Perjodohan sebanyak-banyaknya.
Untuk pemenang akan mendapatkan:
1. Juara I: Pulsa 100k
**2. Juara II: Pulsa 70k
Juara III: Pulsa 50k
4. Juara IV dan V: Pulsa 10k**
Jadi, tunggu apa lagi. Yang berminat langsung ikuti yok🤑🤑
Pengumuman pemenang: 17 Maret 2022 (Pemenang akan diambil dari rank vote Petaka Karena Perjodohan)
...Makasih perhatiannya....
__ADS_1