Petaka Karena Perjodohan

Petaka Karena Perjodohan
Part 59. Kenapa Baru Sekarang?


__ADS_3

26 Oktober


Airin keluar dari kamar mandi dan pandangan wanita itu langsung tertuju kepada, Julian yang masih tiduran di ranjang.


Wanita itu menghela napas lelah. Jujur, dia sebenarnya masih kepikiran dengan pembicaraan yang semalam. Bahkan tadi dia juga tidak tidur dengan nyenyak.


Padahal ini yah. Setiap kali Airin mengunjungi rumah mertuanya, dia pasti akan bisa tidur nyenyak. Namun, yang terjadi malah sebaliknya dan semua ini karena, Julian.


Kembali ke beberapa jam yang lalu.


"Jika begitu, aku akan tetap berusaha untuk membuatmu memaafkanku," ujar Julian tak kalah tegas.


Julian menatap tajam, Airin yang malah justru membulatkan mata terkejut. Wanita itu tidak percaya dengan apa yang terucap dari dalam mulut, sang suami.


"Ini aku lakukan bukan karena cinta atau apalah itu. Tapi aku melakukan ini, karena merasa bersalah padamu," imbuh Julian dan Airin tidak terkejut akan hal itu, karena di sudah menduganya.


Itulah kenapa saat ini Airin memilih untuk diam dan lebih baik menyeka air matanya saja. Dia tidak mau bicara lagi, karena itu pasti akan sia-sia.


Sementara untuk, Julian. Laki-laki itu juga ikut diam dengan tatapan mata yang mengarah tajam menatap ke Airin.


jika boleh jujur. Julian juga bingung dengan perasaanya sendiri. Dia sudah berulang kali mengatakan tidak cinta, tapi selalu emosi saat melihat sang istri berkencan dengan, Raka.


"Terserah kau saja." Airin pasrah dan dia langsung keluar dari dalam mobil dan memilih untuk masuk ke rumah mertuanya.


***


Kembali ke beberapa jam kemudian.


Setelah selesai mempersiapkan kebutuhan suaminya, Airin langsung bergegas keluar dari kamar dan saat ini dia sudah berada di dapur.


Berkutat dengan alat masak adalah hobi, Airin setelah menikah. Jadi, mau di mana pun, entah itu di rumah sendiri, rumah orang tuanya, atau pun mertuanya, Airin selalu memasak.


Padahal, jam masih menunjukkan pukul enam pagi, tapi dia sudah bangun dan mengambil pekerjaan art yang ada di rumah itu.


"Selamat pagi," sapa Julian yang tiba-tiba saja memunculkan batang hidungnya di dapur.


Airin tersentak kaget, tapi itu hanya sesaat. Wanita itu tersenyum untuk menanggapi sapaan sang suami.

__ADS_1


Julian yang mendapati reaksi seperti itu menaikkan kedua alisnya, "Kau kenapa?" tanyanya dengan kening yang mengerut.


Airin yang tengah meracik kopi hanya menghedikkan bahunya. Dia saat ini berdiri dengan posisi memunggungi, Julian.


Julian memicingkan mata karena dia mulai dibuat kesal. Padahal tadi dia sudah bersikap baik dengan menyapa wanita itu, tapi lihatlah balasan yang dia dapatkan.


Namun, biar begitu dia tidak boleh marah karena penebusan kesalahannya akan dimulai hari ini. Entah, Airin terima atau tidak, dia tak peduli.


"Kop-"


perkataan, Julian terhenti kala AIrin berbalik dan menyodorkan segelas kopi hangat untuknya.


"Tadi aku mengira kau akan tidur lebih lama, makanya aku tak terlalu buru-buru membuatkannya," jelas Airin dengan sedikit tersenyum kikuk.


Julian tersenyum dan bergerak untuk meraih cangkir yang masih mengepulkan asap itu dari tangan, sang istri.


"Terima kasih," ujar Julian dengan memamerkan senyum yang sangat lebar.


Airin hanya tersenyum kikuk. Dia tidak menanggapi dan memilih untuk berpaling melanjutkan acara masak-masaknya.


Setelah itu barulah dia berjalan untuk masuk ke dalam dapur. julian mengambil posisi berdiri di belakang tubuh istrinya.


"Mau masak apa?" tanya Julian sembari memunculkan kepalanya dari pundak sang istri.


Airin tentu kaget. Dia bahkan tersentak dan hampir jatuh,tapi beruntunglah tangan besar suaminya langsung melingkar di pinggangnya.


"Kenapa kaget?" tanya Julian dengan cengengesan sembari bergerak menjauh dari tubuh tegang istrinya.


"Ya ampun, Julian, Airin. Ini masih pagi loh."


Baru saja Julian melepas lingkaran tangannya, eh dia kembali melingkarkan tangannya di pinggang sang istri. Bahkan laki-laki menarik tubuh Airin hingga menempel ke dirinya.


Mereka berdua serempak berbalik dan tentu saja kedua sudut bibir pasangan suami istri itu tertarik untuk membentuk sebuah lengkungan senyum.


"Memangnya kenapa?" tanya Julian dengan kening yang sudah mengerut.


"Iya, Ma. Memang kenapa? Apakah sepasang suami istri tidak boleh melakukan ini? Maksudnya masak bareng." Dengan sedikit kikuk, Airin berucap.

__ADS_1


Julian yang mendengar itu terkekeh dalam hati dan sekarang wajah laki-laki itu sedang menunjukkan kebahagiaan yang nyata.


Arum yang mendengar penuturan anak dan menantunya hanya geleng-geleng kepala, "Terserah kalian saja. Lakukanlah jika itu membuat kalian merasa bahagia.


***


Taman Menteng, 09.30am


setelah sarapan dan ngobrol-ngobrol santai di rumah mertuanya, Airin dan Julian pamit pulang. Namun, bukannya pulang mereka malah mengunjungi taman menteng yang di mana, pagi hari ini sangat ramai.


Mereka berdua hanya jalan-jalan santai sembari ngolor-ngidul membahas entah apa, tapi yang jelas mereka tidak berhenti bicara.


"Kau tahu apa yang terjadi setelah itu?" tanya Julian dan Airin yang sedari tadi tidak berhenti tertawa hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Memang apa yang terjadi?" tanya Airin sembari menahan agar dirinya tidak tertawa.


Julian yang melihat itu menggelengkan kepalanya, "Aku malu menceritakan itu," jawab, Julian dan itu berhasil membuat Airin yang sedari tadi tertawa, langsung cemberut.


Julian terkekeh geli dan entah sadar atau tidak, tangan kanannya tiba-tiba terulur untuk mencubit gemes hidung, Airin.


"Lebih baik kau duduk di sana. Aku akan pergi mencarikan kau es krim." Julian berujar sembari menunjuk kursi taman dengan dagunya.


Airin yang mendapati kata es krim tentu mengangguk antusias, "Baiklah, tapi janji. Setelah kembali kau akan menceritakan lanjutan dari kisahmu itu."


Julian mengangguk dan laki-laki itu langsung berlari untuk mengejar kang es krim gerobak.


Airin yang melihat itu tersenyum, tapi dia juga menggelengkan kepalanya, "Kenapa kau bersikap seperti ini disaat aku sudah mulai nyaman dengan dia, Yan?" gumamnya dengan mimik wajah yang dihiasi oleh senyum kecut.


T.B.C


Kita gas yah. Aku usahakan cerita ini akan tamat di tanggal 8.


oh iya. Aku juga bawa rekomendasi bacaan untuk kalian nih. Judulnya "Mengejar Cinta Guru Tampan" karya dari kak "PONN PONN"



Jangan lupa mampir yah.

__ADS_1


__ADS_2