
Setelah kejadian di pesta itu Rani benar-benar berusaha untuk merubah dirinya dia melakukan senam seminggu satu kali untuk menyehatkan diri dan juga membuat badannya ramping Ia pun menjaga makanannya dia juga Mulai merawat wajahnya agar tidak kusam lagi, satu bulan berlalu setelah Rani melakukan hal-hal tersebut yang disarankan oleh Intan mulai terlihatlah perbedaan dari tubuh Rani kini semakin bagus wajahnya pun semakin bersih Rani juga mendapatkan baju-baju dari intan baju-baju yang tidak terpakai oleh Intan diberikan kepada Rani menambah cantik penampilan Rani.
"Wah, Ran penampilanmu semakin hari semakin berubah, aku juga jadi kalah cantik ni sama kamu," ucap Intan.
"Mbak intan bisa aja, ini kan berkat dukungan Mbak, saran dari Mbak, terus baju yang Mbak kasih masih bagus bagus jadi membantu merubah penampilan aku banget Mbak," ucap Rani.
"Terus gimana suami kamu? Dia berubah ga setelah penampilan kamu seperti ini?" tanya Intan.
"Sedikit Mbak, di rumah sih udah ga sering marah marah, terus jarang pulang malam, tapi kan ga tau kalau di luar," jawab Rani.
Intan menghela nafasnya, merasa kasihan pada wanita cantik yang belerja sebagai asisten rumah tangganya.
"Lagian kamu jadi orang kok sabar banget sih Ran, suami galak, ngasih uang sedikit, terus terang terangan selingkuh kamu masih aja bertahan, kalau aku jadi kamu udah pasti aku tinggalin suami kaya gitu," ucap Intan.
Wanita itu tidak bermaksud mengompor-ngompori Rani dengan perkataanya, namun ia hanya mengungkapkan pendapatnya saja, Rani hanya tersenyum tipis mendengar ucapan yang terlontar dari bibir wanita yang tak lain adalah majikannya, bukan hanya Intan yang mengatakan hal seperti itu, bahkan banyak tetangga yang mengatakan hal yang sama.
"Aku cuma kasihan sama ibu Mbak, kalau aku pisah sama bang Ridwan nanti siapa yang akan mengurus ibu, dan lagi Bintang masih kecil, masih butuh kasih sayang orang tua lengkap, aku gak mau Bintang jadi korban broken home," ucap Rani.
"Iya sih Ran, tapi kamu pernah denger ga istilah broken home itu bukan cuma karna orang tua yang mengalami perceraian, anak korban broken home juga bisa terjadi jika orang tuanya masih dalam status pernikahan tapi tidak ada kebahagiaan di dalamnya, setiap hari keributan dan kekerasan yang dia lihat di dalam rumah tangga orangtuanya itu bisa jadi beban psikis anak Ran," ujar Intan.
Seketika Rani menundukan wajahnya, Intan merasa jadi tidak enak setelah berbicara seperti itu pada Rani ia pun meminta maaf.
"Maaf Ran aku ga bermaksud menyinggung kamu, aku cuma kasih pemahaman yang aku tau aja, aku berharap suami kamu berubah, kamu bahagia, karna kebahagiaan seorang istri adalah kunci kebahagiaan kekuarga, terutama anak anaknya," ucap Intan.
"Mbak Intan gak perlu minta maaf, apa yang Mbak intan katakan itu benar, dan ini adalah kesempatan terakhir yang saya berikan pada suami saya, saya sudah memaafkan dia, sudah berusaha berubah menjadi seperti yang dia inginkan, jika dia masih menyakiti saya maka saya akan pergi darinya, saya juga ingin hidup bahagia Mbak," ucap Rani dengan sudut mata yang mulai berembun.
Inta mengelus punggung Rani mencoba memberi kekuatan pada wanita tegar itu, kemudian ia memberika selembar uang berwarna biru.
"Ini buat Bintang," ucap Intan.
__ADS_1
"Terimakasih Mbak, kalau gitu aku pulang ya, kerjaan aku juga sudah selesai," ucap Rani.
"Iya Ran, sama-sama," ucap Intan.
Seperti biasa seminggu sekali Intan selalu memberikan jatah untuk Bintang, walau tidak banyak.
Sepulang dari rumah Intan, Rani lansung mampir ke warung untuk membeli pampers untuk Bintang.
Anak laki-laki berusia dua tahun itu sudah cukup pandai, ia memakai pampers jika malam hari saja, siangnya ia selalu mengatakan pada Rani jika ia ingin buang air kecil atau buang air besar.
"Eh Rani, makin cantik aja ya sekarang, badan singset, kulit bersih," ucap bu Neti tetangga Rani yang sangat suka bergosip.
"Makasih bu," jawab Rani singkat sambil tersenyum.
"Coba dari dulu kamu begini, mungkin suami kamu ga akan selingkuh, tapi emang kebanyakan perempuan berubah mengurus diri kalau suaminya udah pernah selingkuh sih," ucap bu Neti tanpa filter.
Memang kabar perselingkuhan Ridwan sudah menyebar satu kampung, dan Rani sudah biasa menjadi bahan ghibah ibu ibu di kampung, namun perkataan bu Neti secara terang-terangan di depannya sanggat menggores hatinya.
Kini Rani bisa berubah karna bekerja di rumah intan dan intanlah yang banyak membantunya.
"Saya permisi ya Buk, anak dan mertua saya sudah menunggu di rumah," ucap Rani berlalu meninggakan bu Neti.
Ia tak ingin meladeni wanita bermulut comel itu, hanya menambah emosi dan membuang energi.
Sesampainya di rumah ia melihat anak dan mertuanya sedang tidur siang.
Rani pun bergegas memasak, agar ketika suaminya pulang sudah ada makanan yang bisa di makan.
Ridwan pulang tepat waktu hari ini, setelah mandi dan mengganti baju ia pun makan masakan yang di sediakan istrinya.
__ADS_1
Malam semakin larut Bintang sudah tertidur lelap, Rani pun sudah memejamkan matanya.
Namun tidak dengan Ridwan, lelaki bertubuh kekar itu nampak gelisah dan akhirnya membangunkan istrinya yang mulai terlelap.
"Ada apa Bang?" tanya Rani dengan suara yang mulai lemah.
"Abang pengen Ran," ucap Ridwan.
Malam itu Rani memakai baju tidur bekas Intan, baju tidur itu terlihat seksi di tubuh Rani membuat . Ridwan merasa bergairah kepada Rani malam itu dan Rani pun melayani Ridwan dengan baik karena dia melakukan senam yang rutin Ridwan pun merasa pelayanan Rani mulai berubah dan lebih baik saat di atas ranjang.
"Kamu berbeda Ran, aku sangat puas, jika seperti ini terus aku makin betah di rumah," ucap Ridwan jujur karna merasa puas dengan service yang di lakukan istrinya tidak kalah dangan selingkuhannya, malah terasa lebih nikmat karna Rani yang memang sudah jarang melakukannya, membuat otot otot di area inti nya semakin kencang.
Rani tersenyum puas dia bahagia saat Ridwan memintanya malam ini karena sudah beberapa bulan Ridwan tak lagi meminta hal tersebut Rani pikir malam ini adalah malam di mana Ridwan akan mulai berubah dan berharap Ridwan akan setia lagi kepadanya namun Rani melupakan satu hal yang penting dia tidak lagi suntik KB.
"Bang Aku boleh nanya sesuatu gak?" tanya Rani.
"Mau tanya apa sih," ucap Ridwan.
"Apa Abang suka sama penampilan aku sekarang?" tanya Rani
"Ya jelas suka lah kamu yang sekarang beda sama kamu yang dulu makanya abang jadi betah di rumah terus juga abang jadi mau lagi kan berhubungan sama kamu Kamu juga servicenya makin enak Makasih ya," ucap Ridwan.
Rani tersenyum saat mendengar suaminya kembali bersifat lembut padanya.
Ah Mungkin memang harus seperti itu Seorang lelaki harus dipuaskan pandangan matanya dan juga dipuaskan Hasrat di atas ranjangnya agar dia kembali kepada istri dan melupakan wanita di luar sana, semoga ini akan selamanya Bang kamu melupakan selingkuhanmu di luar sana dan kembali kepada keluargamu di sini Bang. gumam Rani dalam hati dalam hati
Tak lama kemudian terdengar suara dengkuran halus yang menandakan Ridwan telah terlelap, Rani yang merasa lengket di area inti bergegas membersihkannya di kamar mandi.
Setelah selesai dari kamar mandi sayup sayup Rani mendengar suara orang berbicara bersahutan seperti laki laki dan perempuan.
__ADS_1
Rani menajamkan pendengarannya lalu mengikuti arah sumber suara, dan ia merasa terkejut melihat sepasang perempuan dan laki-laki sedang berada di dalam rumahnya dan terlihat sedang berbuat tidak senonoh.
"Astagfirullah, apa yang sedang kalian lakukan di sini?" ucap Rani terkejut.