
"Apa yang kamu katakan Ran, aku tidak akan membatalkan pernikahan ini, pernikahan ini akan tetap terlaksana, aku tidak takut dengan ancaman mantan suami mu, justru aku yang akan jadi pelindung kamu dan anak-anakmu dari kelakuan mantan suamimu yang tidak benar itu," ucap Rangga.
Mata Rani berkaca-kaca mendengar penuturan lelaki tampan yang menjadi calon suaminya itu, namun kemudian ia memandang calon mamah mertuanya.
"Bagaimana Mamah?" tanya Rani.
"Apa yang kamu risaukan sayang, Mamah tetap mendukung keputusan Rangga," ucap Mamah Indah.
"Tapi Mah, mungkin saja nanti hidup Mas Rangga akan repot dan jadi tidak tenang karna mengurusi Rani dan kedua anak Rani," Ucap Rani menebak-nebak dan takut apa yang terjadi di masa depan.
"Dengar Rani, Rangga seorang lelaki, dan seorang lelaki itu harus bisa di pegang ucapannya. jika dia sudah memilihmu sebagai istri nya dan berjanji akan melindungimu dan anak-anakmu, maka tugas mamah sebagai orang tuanya mendukung apa yang dikatakannya, dan mamah akan menegurnya jika dia mengingkari janjinya, karna mamah tidak mau jadi orang tua yang gagal mendidik anak laki lakinya," ucap Mamah Indah.
Rani mengusap sudut matanya yang berembun, ia tidak menyangka jika akan di pertemukan dengan Rangga dan mamahnya yang sangat baik, bijak, dan tulus.
Emak pun sama ia merasa terharu melihat kebahagiaan yang akan menjemput hidup anaknya di masa depan.
setelah drama yang dibuat Ridwan selesai, Rangga dan sanga mamah pun pamit pulang karna akan mengecek persiapan pernikahan lainnya.
"jangan lupa pilih model undangan ya," ucap Rangga kepada Rani.
Rani mengangguk dan akhirnya Rangga dan mamahnya pun pergi dari rumah tersebut.
__ADS_1
Hari-hari berlalu persiapan pernikahan rame dan Rangga pun sudah hampir 80%, undangan sudah menyebar ke kampung tersebut.
ada yang senang dengan kabar tersebut karena Rani lepas dari Ridwan dan mendapatkan Rangga yang jauh lebih baik daripada Ridwan, namun ada juga yang mencibir dan fitnah Rani mengatakan Rani menggunakan pelet atau merayu Rangga dan memberikan kehormatannya kepada Rangga.
"Aku yakin sih Rani pakai pelet, terus si Rangga juga dikasih enak, kalau nggak gitu mana mau orang kaya seperti Rangga menikah dengan orang miskin seperti Rani," ucap Bu Hasanah tetangga yang paling sering bergosip dan menjelek-jelekkan Rani namun tetap meminta bantuan kepada Rani Jika dia sedang dalam kesulitan.
"Ya, bener juga sih kalau dipikir-pikir dia kan punya pabrik di pabrik itu kan banyak perempuan yang lebih cantik dan lebih kaya daripada Rani kok dia malah mau sama Rani ya," ucap tetangga yang lain yang ikut terbawa oleh omongan Bu Hasanah.
"Ya Bu Kita kan nggak tahu yang namanya jatuh cinta itu mau ke siapa dan ke orang seperti apa, kalau saya sih melihat Rani yang sangat baik seperti itu dan wajahnya juga nggak jelek-jelek amat kok dia cantik apalagi kalau misalnya dimodalin tambah cantik sangat wajar jika Pak Rangga menyukai Rani buktinya lelaki di sini juga banyak kok yang menyukai Rani namun Rani memilih Pak Rangga," ucap tetangga lain yang tidak setuju dengan pemikiran Bu Hasanah.
Bu Hasanah mencebikan bibirnya mendengar ucapan tetangga yang lain yang tidak sependapat dengan dia.
"Ya kalau saya pikir-pikir sih bukannya matre, itu namanya realistis, secara kan Rani sudah bisa cari uang sendiri, warung nasinya juga udah rame kalau dia punya suami orang kampung sini Yang pekerjaannya belum jelas dia juga nggak akan mau lah Bu sama aja numpang hidup sama Rani dong, apa lari Kirani punya anak dua terus juga ada anak yatim piatu 2 orang yang juga tinggal di rumahnya pastilah biaya hidup Rani itu sekarang meningkat, wajar jika dia memilih Pak Rangga Yang materinya sudah tercukupi, sama kayak neng dulu kan dijodohkan sama anaknya Pak Udin tapi dia milih suaminya yang kayak namun akhirnya sekarang ditinggal karena suaminya selingkuh,"-ucap tetangga lain yang membela Rani namun sedikit memojokkan anak Bu Hasanah.
"Ya wajar juga sih suaminya neng selingkuh, lihat aja kayaknya neng tuh walaupun suaminya kaya tapi dia norak, suka pamer tapi nggak pernah berbagi rezeki sama orang kampung, sekarang setelah ditinggal suaminya nggak bisa cari uang kasihan banget," ucap tetangga lainnya.
Bu Hasanah jelas tersurat emosi mendengar ucapan para tetangganya yang malah memunculkan anaknya yang kini sedang berstatus janda.
"Kenapa kalian malah membicarakan anak saya, anak saya tidak punya salah apa-apa sama kalian kan tidak merepotkan Kalian kan kenapa diomongin," ucap Bu Hasanah dengan suara yang meninggi.
"ya Ibu kesel kan anak ibu yang nggak salah apa-apa di omongin, Rani juga pasti kesel kalau dia tahu dia diomongin sama Bu Hasanah padahal dia nggak ada salah apa-apa sama ibu justru Ibu kalau misalnya ada kesulitan selalu minta bantuan sama dia harusnya Ibu berterima kasih dan jangan suka ngomongin Rani di belakang," ucap tetangga yang sejak tadi membela Rani karena tidak menyukai kelakuan Bu Hasanah.
__ADS_1
Bu Hasanah akhirnya kesal karena merasa terpojok oleh para tetangga Ia pun pergi dari tempat itu dengan menghentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil yang sedang merajuk.
sementara di sisi lain Emak dan orang yang bertugas menjaga Bulan dan Bintang sedang kebingungan.
"Gimana Ratna apa Bintang sudah kamu temukan?" tanya emak.
"Belum Mak, biasanya kalau main di lapangan Dia nggak pernah jauh-jauh dari saya tadi saya cuman ngambil mainannya yang jatuh Pas saya nengok Bintang sudah tidak ada," ucap Ratna yang bertugas mengasuh Bintang.
"Astaghfirullahaladzim Ya Allah di mana cucuku sekarang," ucap emak yang mulai panik.
Rani yang mendapat kabar tersebut Ia pun meninggalkan warung nasinya dan ber tanya pada Emak dan Mbak Ratna apa yang sedang terjadi sebenarnya.
"Maaf Bu tadi kami sedang main di lapangan Bintang minta main bola sama temen-temennya, saya ajak ke lapangan terus saya ngambil mainan yang jatuh tapi ketika saya kembali berdiri saya lihat Bintang sudah tidak ada sedangkan teman-temannya masih ada," ucap Ratna.
"Terus Mbak nggak tanya ke teman-temannya Bintang ke mana?" tanya Rani.
"Kata temen-temennya bintang ambil bola yang bergelinding ke arah barat namun setelah saya lihat di sana juga tidak ada Bu," ucap Mbak Ratna.
"Astaghfirullahaladzim Bintang kamu di mana, Ibu Rani mau cari Bintang dulu ya Rani titip Bulan sama ibu, Mbak Ratna ayo kita cari Bintang sama-sama," ucap Rani dengan panik .
Rani tidak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu kepada anaknya, anaknya ada satu-satunya penyemangat hidupnya saat ini ia terus berdoa kepada Tuhan agar ia kembali dipertemukan dengan anaknya dengan keadaan sehat dan selamat tidak kurang satu apapun.
__ADS_1