Petaka Pernikahan

Petaka Pernikahan
47. Lamaran Rangga


__ADS_3

"Ran jika kamu juga merasakan apa yang aku rasakan mari kita menikah, Aku ingin menjadikan istriku, dan segera menghalalkan apakah kamu mau?" tanya Rangga.


Rani terdiam seakan ingin menimbang-nimbang apa yang harus dia katakan kepada Rangga.


sungguh ia masih bimbang dan rasa trauma dengan yang namanya pernikahan.


"Saya merasa tidak pantas untuk bapak, saya hanya wanita miskin dan hanya lulusan SMP sedangkan bapak adalah seorang bos dan pemilik pabrik, rasanya kita seperti langit dan bumi," ucap Rani.


"Saya dan keluarga tidak pernah memandang seseorang dari status sosialnya, saya menyukai kamu karena kepribadian kamu, saya juga bukan orang sempurna Ran saya memiliki kekurangan, dua kali saya menikah dengan perempuan dan dua kali saya bercerai karena kekurangan saya," ucap Rangga.


Rani menatap wajah tampan lelaki di hadapannya, Rani pikir Rangga adalah sosok yang sempurna tapi ia bilang memiliki kekurangan dan hal itu yang membuat ia bercerai dengan mantan istrinya, lalu kekurangan macam apa yang dimiliki oleh Rangga?


"Aku lahir dengan sindrom klinefelter," ucap Rangga.


"Apa itu? pak saya hanya tamatan SMP tidak mengerti istilah kedokterannya seperti itu," ucap Rani.


"Ini adalah genetik berupa sekumpulan gejala yang di sebabkan oleh dua atau lebih kromosom x pada laki-laki, jadi aku sulit untuk memiliki nak bahkan harapannya sangat tipis." ucap Rangga.


deg ...

__ADS_1


Rani terkejut Bukan main mendengar ucapan Rangga, selama ini dia selalu bercanda dengan adiknya menginginkan lelaki yang tampan mapan dan tidak bisa memiliki anak, namun kini di depannya benar-benar habit lelaki yang seperti ia katakan tersebut, Rani menelan salivanya merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Aku sudah gagal dua kali dalam rumah tangga, sebelum aku melamar kedua wanita itu aku sudah mengatakan seperti ini kekuranganku namun di tengah jalan pernikahan mereka merasa menyesal menikah denganku karena aku tidak bisa memberikan mereka keturunan, sebenarnya aku sudah tidak ingin berumah tangga lagi namun saat melihat kamu dan kedua anakmu hatiku sangat, sangat merasa jatuh cinta pada kalian, Aku berharap kebahagiaan di sisa hidupku memiliki istri dan juga anak-anak meskipun anak-anak itu bukan anak kandungku pasti aku akan menyayangi mereka dengan setulus hati," ucap Rangga.


Rani masih terdiam ya bingung harus menjawab apa kepada Rangga, Rangga menggenggam tangan Rani untuk meyakinkan wanita cantik yang berstatus janda tersebut.


"Kita sudah sama-sama dewasa, Kita sama-sama pernah merasakan gagal dalam berumah tangga, Aku menginginkan seorang istri yang tulus menerima aku apa adanya, dan aku tahu kamu menginginkan kasih sayang dari seorang suami yang tulus mencintai kamu dan juga anak-anakmu, dan aku rasa kita bisa saling melengkapi, Rani Aku serius maukah kamu menjadi istriku?" tanya Rangga dengan sangat serius ia menatap mata hitam pekat milik Rani tak ada keraguan dalam ucapan Rangga lelaki itu benar-benar ingin memiliki Rani seutuhnya.


"Bolehkah saya meminta waktu, jujur saja apa yang bapak katakan adalah benar, namun jauh di dalam hati saya masih tersimpan luka bekas petaka pernikahan yang pernah saya lalui, hal itu membuat saya ragu untuk berumah tangga kembali, jika bapak berkenan saya meminta waktu saya ingin salat istikharah untuk meminta petunjuk Allah agar saya tidak salah mengambil keputusan," ucap Rani dengan suara bergetar.


Rangga tersenyum dan menunggu dia memberikan Rani waktu untuk berpikir dan melakukan salat istikharah agar mendapat petunjuk.


setelah mengatakan niatnya Rangga pun pamit untuk pulang karena ia juga merasa tidak enak jika terlalu lama bertamu di rumah Rani.


setelah kepulangan Rangga, Rani merasa hatinya benar-benar tidak karuan, iya sangat gelisah sehingga saat diajak berbicara dengan Emak dan Rama ia tidak merespon.


"Rani kok bengong sih Lagi mikirin apa kamu?" tanya emak.


"Itu Mak sebenarnya, Pak Rangga tadi melamar aku,"ucap Rani.

__ADS_1


"Terus kamu apa kamu tolak?" tanya Emak.


Rama sebagai adik hanya dia menyimak ucapan dari Rani dan juga emaknya, jujur saja Rama sudah tertarik kepada kepribadian Rangga meskipun lelaki itu kaya namun ia tidak pernah menganggap rendah orang lain dan tidak selalu berpenampilan sederhana.


"Rani belum jawab Mak Rani minta waktu untuk salat istikharah memikirkan semuanya agar anda tidak salah langkah lagi," ucap Rani.


"Ya Mak setuju kamu memang harus salat istikharah dulu agar tidak salah langkah lagi dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan," ucap emak, ia mengingat kegagalan rumah tangga karena saat itu Rani terburu-buru ingin menikah dengan Ridwan tanpa mengetahui seperti apa sifat asli Ridwan dan tanpa petunjuk dari Allah karena Rani tidak melakukan salat istikharah terlebih dahulu.


"Kalau menurut Rama sih terima aja Kak, sejauh yang ramah lihat Pak Rangga itu memang orang baik jika Kakak masih meragukannya Kakak juga bisa bertanya sama Mas Faiz suaminya Riska ia juga kerjasama dengan Pak Rangga," ucap Rama.


bukan hanya menjalankan salat istikharah Tapi juga minta pendapat kepada suami Riska tentang Rangga karena suami Riska sepertinya lebih mengenal Rangga.


Rani kini berada di dalam kegelapan ia menangis mencari anak dan keluarganya namun tiba-tiba suatu cahaya terang mendekat kepadanya semakin lama cahaya itu semakin dekat dan membuat Rani meminjamkan matanya karena silau dengan cahaya tersebut.


setelah itu perlahan Rani membuka matanya dan ternyata di hadapannya ada seorang laki-laki tampan mengulurkan tangannya Seraya tersenyum di sebelahnya ada kedua anaknya dan di belakangnya ada emak dan juga adik-adiknya tersebut memandangnya.


Rani terengah-engah membuka matanya ia mengelap keringat di dahinya.


"Ya Allah aku mimpi, Apa mimpi itu adalah jawaban dari salat istikharah ku?" gumam Rani

__ADS_1


__ADS_2