
"Katakan apa syaratnya?" tanya Rangga.
"Mas harus setia tidak boleh ada perselingkuhan dan kdrt dalam rumah tangga kita, kalau Mas melakukan itu aku dan anak-anakku akan pergi dari rumahmu dan tidak akan kembali, pernikahan kita akan selesai jika kau melakukan hal itu mas," ucap Rani.
Wanita cantik yang telah melahirkan dua anak tersebut menjadi lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan orang lain karna masa lalu yang menyakitkan sehingga ia mengatakan hal itu ia tak ingin hal buruk kembali terjadi pada pernikahannya yang kedua dan membuatnya terluka untuk yang kesekian kalinya.
"Mas tidak akan menjanjikan apapun, tapi mas akan membuktikan padamu mas adalah laki-laki setia yang tidak akan menyakiti hatimu," ucap Rangga.
Rani tersenyum ia berharap jika suaminya bisa di percaya.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah rumah besok hari, karna ada beberapa barang milik Rani yang akan ia bawa meskipun Rangga telah mengatakan akan memberikan barang baru keperluan Rani dan anak-anaknya nanti.
Rama masih asik bermain bersama Bintang, Emak pun memanggil anak, cucu dan menantunya untuk memakan cemilan, karena hari ini Bintang di jaga oleh Rama dan Bulan di jaga oleh Rani maka aktivitas emak sedikit berkurang sehingga Emak membuatkan cemilan untuk anak anaknya.
Merekapun memakan camilan bersama, Rangga merasa hangat berada di tengah tengah keluarga mereka.
"Ram kakak mau bicara sama Kamu," ucap Rani.
'Bicara apa kak?" tanya Rama.
"Kakak mau kamu meneruskan usaha warung nasi kakak, mulai besok kakak pindah Rumah ikut Mas Rangga, Mas Rangga mau kakak jadi ibu rumah tangga yang mengurus anak dan suami saja," ucap Rani.
"Tapi kak, aku gak ngerti dan gak bisa masak kayak kakak," ucap Rama.
Rani terkekeh mendengar ucapan aadiknya, mengurus warung nasi bukan berarti harus bisa masak.jangankan Rama yang adik laki-laki, Riska saja tak bisa masak seenak Rani meskipun mereka adik kakak tapi semua anak memiliki keahlian yang berbeda.
"Ya gak harus bisa masak juga, kamu cukup mengelola operasional warung ini saja, yang masak tetap Dinda nanti kakak tambah satu orang untuk membantu Dinda di dapur, tap imasalah resep masakan sudah kakak kasih tau Dinda dan Dinda sudah mulai biasa memasaknya," ucap Rani.
"Kakak yakin dengan keputusan ini kak?" tanya Rama memastikan.
Rani tersenyum dan mengangguk, sedangkan Rama masih tak percaya dengan keputusan kakaknya,
__ADS_1
"Kakak ingin jadi istri yang menuruti keinginan suami, semoga suami kakak ridho dan hidup kami berkah," ucap Rani.
"Aku tau pasti kakak akan menjadi istri yang baik, tapi usaha ini kan kakak merintis dari 0 apa kakak yakin akan memberikan usaha ini padaku, usaha ini sudah mulai berkembang kak," ucap Rama.
"Kakak yakin, kamu adik laki-laki satu-satunya yang kakak punya kelak kamu harus menafkahi ibu, dan jika sudah ,menikah akan menafkahi anak dan istrimu. Kamu bilang kemarin ingin menjadi lelaki yang mapan jadi ketika menikah tidak membebankan istri, maka uruslah usaha kakak ini, kakak yakin kamu bisa mengembangkan usaha ini dengan baik," ucap Rani.
Emak begitu terharu mendengar obrolan antara kedua anaknya, ia ingat sulitnya mengurus ketiga anak setelah di tinggal suaminya untuk selamanya, Emak berjuang sendiri menghidupi merka, mereka menjadi kakak beradik yang selalu akur hingga saat ini, terutama Rani, ia selalu perhatian dan mengalah pada adiknya,
Kini satu persatu anaknya diberi kebahagiaan.
"Baiklah Kak, Rama akan berusaha, Rama tidak mau mengecewakan kepercayaan kakak," ucap Rama akhirnya setuju untuk memgang kendali atas usaha warung nasi Rani yang mulai sukses itu,
***
Keesokan harinya.
Rani sudah bersiap membawa kedua anaknya untuk pindah kerumah baru
"Kita mau pindah ke rumah ayah sayang," bukan Rani yang menjawab, tapi Rangga.
"Jadi aku ga tinggal sama nenek lagi? gak tidur sama om Rama Lagi?" tanya Bintang,
Rangga berjongkok mensejajarkan tingginya dengan anak sambungnya lalu mengusap kepala Bintang.
"Enggak, nanti di rumah ayah kamu punya kamar sendiri," ucap rangga.
"Ada mainan gak?" tanya Bintang.
"Sekarang gak ada tapi kalau kamu mau nanti kita ke mall dan beli mainan, nanti kamu yang pilih sendiri mainannya," ucap Rangga.
"Beneran yah? boleh pilih mainan apa saja?" tanya Bintang dengan mata berbinar.
__ADS_1
Rangga tersenyum dan mengangguk membuat Bintang lompay lompat kegirangan, Rani terenyuh melihat kebahagiaan anaknya, Belum pernah Rani melihat keceriaan Bintang seperti itu, BIntang selalu jadi anak pendiam dan menurut, seringkali ia meminta mainan pada Ridwan dulu namun hanya bentakan yang anak itu dapatkan sehingga membuat keceriaan anak itu seketika musnah.
Dari Rangga ia mendapatkan kembali senyum dan keceriaanya.
Rani tersenyum Dalam hatinya berdoa semoga sikap Rangga tak pernah berubah kepada dia dan anak-anaknya,
KIni mereka berada di dalam mobil, BUlan tertidur di pangkuan Rani, sedangkan Bintang duduk di samping RAngga terus berceloteh berbincang dengan Rangga tak henti hingga mereka sampai di depan rumah Rangga,
"Kita sudah sampai, ayo turun pangeran," ucap Rangga.
Rangga menanggil Bintang dengan sebutan pangeran lalu menurunkan Bintang dari mobil, lalu ia membuka pintu mobil belakang.
"Ayo permaisyuri dan putri waktunya turun," ucap Rangga.
Rani begitu terharu dengan perlakuan Rangga yang begitu manis padanya dan kedua anaknya.
"Ya Tuhan ini seperti mimpi, seandainya ini mimpi maka jangan bangunkan aku," gumam Rani dalam hati.
"Syang kok bengong, ayo masuk," ucapan Rangga membuyarkan lamunan Rani, namun Rani kembali tertegun melihat bengunan mewah di depan matanya.
"Mas ini rumahmu?" tanya Rani.
"Mulai hari ini jadi rumahmu," ucap Rangga sraya mencubit pelan pipi rani,
Rani sungguh tak menyangka akan tinggal di rumah mewah seperti itu.
***
Sementara di sisi lain'
"Tidak, aku tidak Rela jika Rangga menikah dengan perempuan kampung itu," ucap seorang wanita saat melihat poto pernikahan Rani dan Rangga.
__ADS_1
"