Petaka Pernikahan

Petaka Pernikahan
60. Di ajak pindah


__ADS_3

Malam yang dingin terasa panas bagi pasangan yang baru saja terikat dalam ikatan halal, ini bukan yang pertama bagi keduanya namun karna mereka melakukan itu karna ibadah, saling mencintai dan menyanyangi karna Tuhan-nya, maka malam ini terasa sangat indah dan syahdu.


Rangga mencium kening Rani setelah pergulatan panas yang telah mereka lakukan.


"Terimakasih sayang karna telah memberikan hak Mas dengan ikhlas," ucap Rangga.


"Sama-sama Mas, terimakasih sudah memperlakukanku dengan lembut dan peniuh kasih sayang," ucap Rani.


Rani sungguh merasakan hal yang sangat berbeda dari awal pernikahannya, dulu Ridwan tak pernah memperlakukannya selembut Rangga saat ini, Ridan hanya peduli dengan keinginan dan kebutuhannya saja. Mereka pun akhirnya tertidur saling berpelukan hingga pagi datang menyapa.


tok ... tok ... tok ...


Pintu kamar di ketuk membuat Rangga dan Rani membuka matanya.


"Ibu ... ibu ...," suara Bintang yang merengek, anak yang terbiasa tidur bersama ibunya itu rupanya merasa kehilangan karna tak ada ibunya di sampingnya saat dia membuka mata.


"Ibu buka pintu ...," rengek Bintang kembali.


Rani hendak bangun dari kasur namun ia lupa bahwa ia tak mengenakan pakaian setelah aktivitas semalam.


"Ya ampun Mas dimana bajuku," ucap Rani merasa kikuk.


Rangga terkekeh mendengar suara istrinya yang terdengar malu-malu.


Rangga turun dari Ranjang dan memunguti pakaian mereka yang berserakan di lantai.

__ADS_1


"Maaf ya Mas, Bintang pasti kanget bangun tidur tidak ada aku di sampingnya," ucap Rani.


"Gak apa-apa sayang, udah mandi dulu nanti kita keluar bersama," ucap Rangga.


"Tapi Bintang sudah nunggu aku Mas," ucap Rani.


"Udah ga ada suaranya, pasti Emak atau rama yang sudah membujuknya," ucap Rangga.


Rani mengguk setuju, ia pun akhirnya mendi, sedangkan di luar Kamar Rama tengah membujuk Bintang dan membawa Bintang bermain mobilan, sedangkan Bulan sedang di suapi oleh Emak, mereka membiarkan Rani dan Ridwan beristirahat,  dan takk membangunkan dari tidurnya.


Setelah Rani dan Rangga selesai mandi mereka pun keluar kamar bersamaan, Bintang yang menyadari kehadiran ibunya pun berlari dan memeluk ibunya.


"Ibu, semalam kemana kok gak bobo sam aku, aku cariin ibu pas bangun tidur tadi," ucap Bintang.


Ada Rasa malu dan bersalah dal hati Rani saat mendengar pertanyaan anak sulungnya.


"Kenapa begitu?" tanya Bintang.


"Karna kalau sudah besar harus tidur terpisah dengan ibu," ucap Rama.


"Bulan juga nanti kalau sudah besar tidur ga sama ibu?" Tanya Bintang.


"Enggak," jawab Rama.


"Terus nanti ibu tidurnya sendiri dong?" tanya Bintang.

__ADS_1


"Ibu sama Ayah Rangga, kan Ayah sama ibu sudah menikah kemarin." ucap Rama.


Bintang hanya terdiam tak mengerti dengan ucapan om nya, namun karna Bintang adalah anak baik ia menurut apa yang di katakan Rama.


Keluarga itupun sarapan Bersama.


"Rani, Mas sebenarnya mau kita menempati rumah Mas saja," ucap Rangga.


"Anak-anakku bagaimana Mas?" tanya Rani,


"Sejak ijab kabul kemarin kamu sudah sah menjadi istriku, anak-anakmu adalah anak-anakku juga, kemanapun kita pergi maka anak-anak akan ikut," ucap Rangga.


Rani terdiam menunduk tak tau harus menjawab apa, di satu sisi ia ingin menjadi istri yang berbakti pada suami, menuruti apa yang di minta oleh suami termasuk ikut tinggal di rumah yang suami siapkan, namun di sisi lain ia trauma dengan pernikahan sebelumnya, tinggal di rumah suami, mengurus rumah, anak, bahkan mertuanya, tapi di perlakukan tidak baik oleh suaminya.


"Mas gak akan maksa dek, kalau kamu siap saja, Mas hanya ingin lebih nyaman jika kita tinggal di rumah kita sendiri, tidak dengan emak, tidak dengan mamah dan papahku juga, tapi nanti kita sesekali bisa menjenguk dan bermain kerumah orang tua kita bergantian, di rumahku aku terbiasa sendiri, tapi ada Art dan tukang kebun yang membersihkan rumah setiap hari," ucap Rangga.


Rani mengangkat kepala dan menatap suaminya, di dalam hatinya mengucap Bissmillah memutuskan untuk mengikuti kemauan suaminya apalagi etelah mendengar penjelasannya.


"Ya sudah Mas aku ikut kamu pindah, tapi aku minta izin untuk kewarung nasi setiap hari setidaknya untuk sebulan kedepan, aku berniat memberikan warung nasiini pada Rama, Rama cukup mengawasi dan mengatur pengeliaran, pemasukan keuangan warung, untuk masakan aku sudah mengajarkan Dinda resep andalankiu," ucap Rani.


Rangga tersenyum lalu mengecup tangan Rani memandang Rani penuh rasa syukur karna Rani menuruti keinginannya tanpa bnyak berpikir.


"Terimakasih sudah mau menuruti keinginanku untuk tinggal dirumahku, rumah itu akan menjadi milikmu, terimakasih sudah mau menurutiku menjadi ibu rumah tangga yang fokus mengurusku tanpa bekerja mencari uang, aku yang akan mencari uang untuk kamu dan anak-anak, apapun milikki semuanya juga milikmu," ucap Rangga.


"Iya Mas aku akan melalukan itu semua karna aku ingin menjadi istri yang berbakti pada suami, tapi sebelum aku melakukan itu semua aku punya syarat yang harus kamu setujui," ucap Rani.

__ADS_1


"Apa syaratnya?" tanya Rangga


__ADS_2