Petaka Pernikahan

Petaka Pernikahan
28. Di gerebek


__ADS_3

Salah satu warga yang berada di kampung tempat Ridwan tinggal mengadu pada Pak RT bahwa Ridwan setiap hari membawa wanita masuk ke dalam rumahnya.


"Apa setiap hari Pak Ridwan seperti itu?" tanya pak RT yang jarak rumahnya tidak terlalu dekat dengan Ridwan sehingga tidak tahu aktivitas yang dilakukan oleh Ridwan.


"Iya Pak RT makanya kita melapor, Jadi tuh kan Ridwan kerja nah pulang kerjanya kalau malam selalu bawa perempuan nanti kalau pagi mereka pergi bareng tuh kerja, dia aja baru berapa bulan jadi Duda terus udah berani bawa perempuan ke rumah nggak mungkin kalau seorang duda bawa perempuan ke rumah nggak ngapa-ngapain, kalau mereka berzina tiap hari kampung kita yang akan apes Pak RT," ucap warga tersebut.


"Baiklah nanti malam kita akan datangi rumah Pak Ridwan sama-sama ya biasanya Pak Ridwan itu pulang kerja jam berapa?" tanya Pak RT.


"Jam 07.00 atau jam 08.00 malam biasanya sudah sampai rumah Pak," ucap warga tersebut.


"Ya nanti jam 07.00 saya sudah berada di depan rumah Pak Ridwan semoga tidak ada halangan dan saya bisa tepat waktu," ucap pak RT.


Warga yang melapor kepada Pak RT pun kembali pulang, mereka berharap Pak RT benar-benar melakukan tugasnya, karena sebelumnya Ridwan sudah diingatkan oleh para tetangga namun bukannya malu iya malah tidak peduli dengan ucapan tetangga.


"Si Ridwan udah tua ya nggak pernah berubah, dulu waktu masih sama Nurul Dia juga sering selingkuh, dapat Rani yang lebih muda dan cantik saya kirain bakalan insaf ternyata selingkuh juga kasihan Rani yang dulunya cantik pas nikah sama dia jadi berubah total, sekarang belum ada setahun cerai sama Rani udah bawa perempuan lain ke rumah itu, mungkin kalau nggak ngapa-ngapain bikin apes kita aja," ucap salah satu warga.


"Iya bener bu, kelakuannya dari dulu nggak pernah baik pantas aja Nurul sama Rani minta cerai, udah gitu Rani lagi hamil anak kedua lagi kasihan banget kan perempuan seperti Rani jadi korban lelaki seperti Ridwan," ucap salah satu warga.


waktu terus bergulir hari berganti sore, sore berganti malam, para warga sengaja berkumpul di rumah Bu Sari yang berada di depan rumah Ridwan, namun hingga jam 08.00 Pak RT belum juga datang akhirnya salah satu warga pun mendatangi Pak RT karena sudah tidak sabar untuk menegur Ridwan yang nyatanya baru saja memasukkan wanita ke dalam rumahnya.


"Assalamualaikum Pak RT," warga memanggil Pak RT.


"Waalaikumsalam," jawab Pak RT.

__ADS_1


"Pak ini warga sudah banyak yang menunggu bapak di depan rumah Bu Sari, barusan kami lihat Ridwan membawa pacarnya ke dalam rumahnya seperti biasa," ucap Warga.


"Oh iya maaf ya kalian sudah menunggu, tadi tiba-tiba datang tamu ke rumah saya pak RW dan Pak lurah ada kepentingan masalah laporan kelurahan jadi saya menyelesaikan laporan itu terlebih dahulu, sekarang kita berjalan ke rumah Pak Ridwan," ucap pak RT.


Pak RT Dan warga pun berjalan menuju rumah Ridwan, 10 sampai 20 warga yang ikut mendatangi rumah Ridwan.


"Assalamualaikum pak Ridwan," ucap pak RT sambil mengetuk pintu rumah Ridwan.


beberapa kali Pak RT mengucap salam dan mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari dalam.


"Ini Pak Ridwan beneran ada ya udah pulang kerja?" tanya Pak RT ragu pasalnya tidak ada jawaban dari dalam seperti tidak ada orang yang mendengarnya.


"Sudah pulang kok pak itu motornya tadi kamu yang lihat dia pulang bersama pacarnya seperti biasa," ucap salah satu warga.


"Dobrak aja Pak pintunya saya yakin dia sedang ngapa-ngapain di dalam, nggak mau diganggu makanya nggak mau jawab salam bapak dan nggak mau membukakan pintu," ucap salah satu warga.


Warga yang lain pun akhirnya ikut terbawa emosi dan menyerupai RT untuk mendobrak pintu rumah Ridwan tersebut, pak RT masih diam karena bimbang, namun salah satu warga ada yang bertemu kekar dan sudah tidak sabar lagi akhirnya mendobrak pintu rumah, 1 kali tendangan tidak terbuka, akhirnya tendangan kedua dibantu oleh warga lainnya dan pintu rumah Ridwan pun terbuka.


Tiga orang warga masuk ke dalam rumah Ridwan, mereka mendengar suara ******* dari dalam kamar Ridwan.


"Tuh pak, saya bilang juga Apa dengar suara apa ini pasti mereka melakukan zina di dalam," ucap salam satu warga.


Warga yang lain pun ikut emosi dan langsung membuka pintu kamar ringan yang rupanya tidak dikunci.

__ADS_1


Ridwan dan Weni yang sedang berkerut di atas ranjang pun terkejut ketika pintu terbuka dan mereka disoraki oleh para warga.


"Lihat Pak RT mereka berzina,"


"huuu dasar, arak saja keliling kampung Pak arak saja, mereka enak-enakan berzina apesnya kena ke kita," ucap salah satu warga dan warga lain pun ikut menyorakii Ridwan dan Weni.


Ridwan menarik selimutnya dan menutupi tubuh Weni dengan selimut tersebut agar tidak dilihat oleh warga lainnya sedangkan Ridwan terburu-buru memakai celananya.


"Apa-apaan kalian tidak punya sopan santun masuk ke rumah saya," ucap Ridwan emosi karena mereka mengganggu aktivitas panasnya.


"Heh Pak Ridwan kami itu sudah assalamualaikum dan ketuk pintu sejak tadi, kamu aja yang sibuk dan asik kuda-kudaan tidak mendengar hingga kami tidak sabar dan mendobrak pintu bapak, lagian bapak nggak sadar apa berbuat zina di kampung itu bisa buat kampung kita apes Pak," ucap Warga.


"Iya dasar nggak malu apa sama warga, udah ketahuan zina malah marah-marah, baru beberapa bulan cerai sama istri udah bawa perempuan masuk ke dalam rumah dasar laki kurang ajar kamu Ridwan," ucap salah satu warga perempuan yang kesal melihat tingkah Ridwan yang menyakiti istrinya.


"Ibu jangan ikut campur urusan rumah tangga saya, urus saja rumah tangga Ibu yang belum tentu benar," ucap Ridwan.


"Liat Pak RT, jelas-jelas dia salah Sudah berzina di kampung kita tapi tidak ada etika baiknya malah marah-marah seperti itu udah Pak arak aja keliling kampung jangan dikasih ampun orang seperti dia bikin malu kampung kita aja," ucap salah satu warga.


"Iya Pak RT arak aja keliling kampung, kalau bisa usir jangan sampai ada orang seperti ini di kampung kita dan membuat kita apes," ucap warga lain.


Weni semakin ketakutan melihat wajah para warga yang terlihat sangat emosi, salah satu ibu-ibu menghampiri Weni dan menarik selimut yang menutupi tubuhnya.


"Perempuan murahan kalau didiemin bakalan mengganggu kampung kita bahkan bisa menggoda suami-suami kita ayo kita arak dia," ucap Warga perempuan.

__ADS_1


Weni terus mencengkram selimutnya berusaha menutupi badannya yang polos, sedangkan Ridwan tidak tahu harus berbuat apa karena warga semakin banyak yang berdatangan ke rumahnya dan meminta ia diarak keliling kampung.


__ADS_2