Petaka Pernikahan

Petaka Pernikahan
38. ajakan ta'aruf


__ADS_3

"Aku menikah lagi kalau misalnya ada laki-laki yang ganteng yang kayak Lee min ho terus kayak dan ga bisa punya anak," ucap Rani terkekeh.


"Aamiin," ucap Riska.


"Kok di aamiin-in dek?" tanya Rani.


"Ya siapa tahu aja gitu ada malaikat lewat terus ucapan itu kan adalah doa Beneran tuh di kabur sama malaikat ada cowok ganteng kayak Lee min ho, kaya, yang mau sama kakak," ucap Riska.


"Mana ada yang kayak gitu dek, kalaupun ada yang ganteng dan kaya nggak mungkin mau sama kakak yang cuma penjual nasi bungkus ini dek, yang ada orang seperti itu nyarinya yang sekelas Luna Maya," ucap Rani.


"Ya namanya rezeki, jodoh, maut itu kan di tangan Allah, siapa tahu setelah disakitin dan bercerai dari lelaki yang jahat Kakak dapatnya suami yang baik dan perfect menurut kakak, lagi pula Kakak cantik kok mirip artis Korea Mon ga young," ucap Riska.


"Siapa itu kakak ga kenal?" tanya Rani.


"Yah Kakak mana kenal sama artis Korea yang kakak kenal kan cuma artis dangdut kayak Inul Daratista, Dewi persik dan teman-temannya," ucap Riska.


Rani, Rama dan Ema terkekeh mendengar ucapan Riska.


begitulah setiap malam mereka di depan TV bersenda gurau bersama menjadi keluarga bahagia meskipun ramai tanpa Suami.


"Ya intinya Kakak nggak mau nikah dulu lah mikirin anak aja dulu emang sih banyak yang mau sama Kakak tapi kan belum tentu nerima anak Kakak dengan baik," ucap Rani.


"Iya kak, apapun keputusan kakak kami selalu mendukung," ucap Rama.


Hari berlalu malam menjelang Rani pun tertidur dengan dua anaknya di dalam kamar, bintang di sebelah kiri dan bulan di sebelah kanan, meskipun usia bulan sekarang masih satu tahun tapi anak itu sangat tidak rewel Ia hanya diberi ASI jika malam hari jika siang hari ia akan susu formula karena Rani sibuk di warung nasinya.


pagi datang seperti biasa Rani mulai berputar di dapur dibantu oleh tiga karyawannya yang sudah datang sejak subuh Karena jarak rumah mereka dengan rumah Rani memang dekat, Rani memilih dua orang yang dekat dengan rumahnya untuk bekerja sementara Dinda masih tinggal di warung nasi milik Rani.


"Dinda pesanan cateringnya Bu Aminah jam berapa diambil?" tanya Rani.


Dinda dipercaya untuk mencatat pesanan dari para pelanggan untuk masalah catering atau nasi box dalam jumlah besar sedangkan 2 karyawan lainnya membantu Rani memasak dan melayani pelanggan saja.

__ADS_1


"sebelum jam 12 katanya orangnya akan datang untuk mengambil ke sini Bu, Jadi kita tidak perlu mengantarnya ke rumahnya Bu Aminah," ucap Dinda.


"Oke kalau gitu kita kerjain untuk catering Bu Aminah dulu aja ya," ucap Rani.


Rani sangat menikmati pekerjaannya, selain hobi Ia memasak Ia juga dapat menjadikan hobi sebagai penghasilannya dan hal itu membuat dia menjadi wanita mandiri dan bisa membiayai kehidupan kedua anaknya serta emaknya.


setelah selesai memasak beberapa jenis makanan Rani meninggalkan makanan tersebut untuk di packing oleh karyawannya dan separuhnya di tata di atas etalase untuk dijual, sedangkan Rani melihat anaknya dan memandikan bulan yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Wah anak Ibu sudah wangi cantik Mau ke mana nih sayang," ucap Rani berbicara dengan anak berumur 1 tahun lebih.


Bintang anak pertamanya menghampiri Rani saat mendengar Rani berbicara seperti itu kepada adiknya.


"Ibu mau jalan-jalan kayak gini," ucap Bintang saya menunjukkan Vidio di handphone.


Bintang memang diperbolehkan untuk bermain handphone walaupun satu hari cuma satu jam saja, ternyata di dalam handphone tersebut Bintang sedang melihat video di youtube channel, video tersebut memperlihatkan anak kecil dan ibunya yang sedang berlibur ke taman safari.


"kamu mau Ibu aja ke taman safari mau lihat binatang-binatang?" tanya Rani.


Bintang mengangguk dengan sangat senang dan semangat, Rani tersenyum melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh anak pertama adalah.


Rani memang menganggap Dinda dan Dicky seperti adiknya sendiri, ia sangat prihatin dengan nasib 2 anak Malang tersebut, jika saja rumahnya memiliki kamar yang lebih banyak pasti Rani tidak akan membiarkan Dinda dan Dicky tidur di warung nasinya.


mungkin karena Rani yang memuliakan anak yatim piatu tersebut rezeki Rani menjadi semakin lancar.


"Iya Ran sekali-kali kamu ajak anak-anak kamu itu untuk liburan, kasihan dia kalau melihat video di YouTube suka bilang mau kayak gitu," ucap emak yang datang membawakan sarapan untuk Bintang.


"Iya Mak, nanti Rani lihat dulu waktunya yang tepat ya, Ibu minta maaf ya sayang selama ini ibu belum bisa membuat kamu dan adik kamu bahagia," ucap Rani dengan mata berkaca-kaca.


Rani merasa sedih karena selama ini bintang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayahnya dan lagi bintang tidak pernah diajak jalan-jalan oleh ayahnya karena masalah ekonomi mereka saat itu.


sekarang Rani sudah memiliki banyak uang namun dia belum mempunyai waktu untuk pergi berlibur dengan anaknya.

__ADS_1


setelah memandikan dan memberikan sarapan kepada anaknya Rani kembali berkutat di warung nasi berjualan seperti biasa.


Hingga sore hari warung nasi tutup dengan makanan yang sudah habis.


Tiba-tiba saat Rani dan emaknya duduk di depan TV bersama bulan dan bintang ada seorang yang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


"Assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam," jawab Rani dan Emak bersamaan.


Rani membukakan pintu melihat siapa yang datang bertamu sore hari.


ternyata ustadzah Hafsah, suami dan anaknya yang waktu itu pernah memesan makanan kepada Rani.


"Eh ustadzah silakan masuk," ucap Rani mempersilahkan ustadzah Hafsah dan keluarganya untuk masuk.


Setelah sampai di ruang tamu Rani mempersilahkan ustadzah Hafsah dan keluarganya untuk duduk sedangkan Rani berpamitan untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk suguhan.


"Siapa Ran?" tanya Emak.


"Ustadzah Hafsah, Mak temenin dulu ya di ruang tamu aku buatin minuman sama sedikit cemilan," ucap Rani.


Setelah membuatkan minuman dan juga makanan dan membawakannya ke ruang tamu dan disuguhkan kepada tamu yang datang.


Rama dan Riska masih bekerja sehingga tidak ikut menyambut tamu yang datang.


"Kalau boleh tahu Ada perlu apa ustadzah Hafsah dan keluarga datang bertamu ke rumah saya?" tanya emak memulai pembicaraan.


"Jadi begini bu, anak saya yang bernama Faiz ini, beberapa hari lalu mengatakan bahwa ia tertarik kepada salah satu anak ibu dan ia bermaksud untuk melakukan taaruf dan meng-khitbah anak ibu," ucap ustadz Ahmad.


"Apa saya tidak salah dengar ustadz? keluarga saya bukan seperti keluarga ustaz dan ustadzah, kami orang yang awam dengan ilmu agama," ucap emak.

__ADS_1


"Faiz melihat anak ibu memiliki adab yang baik juga memakai baju yang santun sehingga membuat Faiz menyukainya, masalah ilmu agama insya Allah kita bisa membimbingnya kita sama-sama belajar bersama," ucap ustadz Ahmad.


"Jujur saya sangat senang jika anak ustadz menyukai salah satu anak saya, dan ustad atau ustadzah tidak keberatan dengan kami yang masih awam ilmu agama ini, tapi saya memiliki dua anak perempuan, Jadi siapa yang disukai oleh nak Faiz ini dan diajak untuk taaruf dengan nak Faiz ini?" tanya emak.


__ADS_2