
"Batalkan pernikahanmu dengan lelaki itu," ucap Ridwan.
ya yang menculik Bintang adalah Ridwan Ayah kandungnya sendiri, dia tahu betul bahwa Rani sangat menyayangi anaknya dan akan melakukan apapun demi anaknya itu sebabnya ia memanfaatkan Bintang untuk mengancam Rani agar Rani tidak menikah dengan Rangga dan mau kembali padanya.
"Itu tidak akan pernah terjadi, Rani akan tetap menikah denganku," ucap Rangga.
"Aku tidak sedang berbicara denganmu, Aku hanya ingin mendengar jawaban dari Rani, apakah dia memilih calon suaminya atau memilih menyelamatkan anaknya," ucap Ridwan.
Rani menghela nafas dan menatap tajam Ridwan dengan begitu banyak kebencian, setelah Apa yang dilakukan Ridwan di masa lalu menyakiti Rani berkali-kali berselingkuh di belakang Rani, kini saat Rani akan hidup bahagia dengan lelaki lain dia kembali hadir dan mengusik kedamaian hidup Rani.
"Kenapa kamu bisa setega itu Bang, Bintang anak kandungmu sendiri, mengapa kau memanfaatkan dia untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan, tidak kasihan kah kamu kepada anakmu sendiri saat dia menangis dan ketakutan akibat perbuatanmu Bang," ucap Rani.
di saat Rani berbicara serius dengan Ridwan, tanpa Ridwan sadari ada anak buah Rangga yang telah masuk ke dalam tubuh melalui pintu belakang dan sedang membantu Bintang untuk melepaskan ikatan tangannya dan membawa Bintang keluar dari gubuk tersebut.
Rani menangis melihat usaha Rangga dan anak buahnya, namun Ridwan menyangka jika Rani menangis karena melihat keadaan anaknya.
"Aku menyesal menyakitimu Rani maafkan aku, aku berjanji aku akan menjadi lelaki yang lebih baik dan tidak menyakitimu lagi jika kita kembali menikah dan kita hidup bahagia bersama kedua anak kita," ucap Ridwan.
"Dulu bukankah kamu sendiri yang mengatakan, sampai kapanpun Kamu tidak akan memintaku untuk kembali denganmu, dan tidak akan ada lelaki yang mau denganku, lalu mengapa sekarang kamu menjilat lidahmu sendiri, apa setelah melihat usahaku yang semakin berkembang kamu jadi ingin menumpang hidup denganku," ucap Rani mengeluarkan semua yang ada di dalam hatinya.
Ridwan melebarkan bola matanya mendengar ucapan Rani, v Ia tidak menyangka jika Rani mengatakan hal seperti itu kepadanya, walaupun memang benar seperti itulah niat Ridwan namun Ridwan tidak menyangka jika Rani bisa membaca pikirannya saat ini yang Ridwan tahu Rani adalah wanita yang sangat penurut dan bodoh bisa dibohongi dan dimanfaatkan.
setelah melihat anak buah Rangga berhasil membuka ikatan tali di tangan Bintang dan berhasil membawa bintang keluar dari gubuk tersebut Rani langsung menampar wajah Ridwan.
"Jangan harap aku mau kembali denganmu, lelaki tidak berprasaan dan tidak memiliki tanggung jawab, Dan mulai saat ini aku tidak akan mengizinkan bintang dan bulan untuk bertemu denganmu walaupun sedetik," ucap Rani.
Ridwan tertawa mendengar ucapan Rani ia pikir Bintang masih ada Di dalam gubuk dan masih terikat dengan posisi awal.
"Oke jika itu keputusanmu maka jangan salahkan aku akan terjadi sesuatu pada anak kesayanganmu Bintang," ucap Ridwan.
__ADS_1
"Silakan, lakukan apa yang bisa kau lakukan saat ini, yang jelas aku tidak akan tinggal diam jika kamu berusaha mengusik keluargaku lagi," ucap Rani.
Ridwan tersenyum lalu ia menengok ke belakang untuk menyakiti Bintang namun ia terkejut karena Bintang sudah tidak ada di tempat.
"Kemana anak itu," gumam Ridwan terkejut.
Ridwan melihat pintu belakang gubuk tersebut terbuka dan ia memukul bangku bekas ia mengikat Bintang di sana.
"Siapa yang melakukan ini, berani-beraninya mempermainkanku," teriak Ridwan.
Saat ia melihat pintu depan ternyata Rani dan Rangga sudah tidak ada, Ia pun keluar untuk melihat mobil Rangga dan ternyata mobil tersebut sudah berjalan meninggalkan gubuk tempat Ridwan sekarang sendirian.
"Kurang ajar rupanya kalian punya siasat untuk menipuku," ucap Ridwan begitu kesal.
****
"Sudah sayang jangan menangis ada ibu di sini kamu sudah aman," ucap Rani.
"Aku takut Ayah, Ayah jahat, ayah bikin tangan aku dan kaki aku sakit," ucap Bintang.
"Maafkan ayah ya nak ibu yakin dia tidak akan melakukan hal itu lagi," ucap Rani.
Tangis Bintang sudah mulai mereda rupanya anak itu sudah mulai tenang dalam pelukan hangat ibunya sementara Rangga sangat salut kepada Rani meskipun suaminya sudah berbuat jahat sedemikian rupa namun Rani tetap meminta maaf atas kesalahan Ridwan kepada anaknya seolah-olah Rani tidak ingin anaknya membenci Ridwan sang ayah meskipun Ridwan tak pantas untuk dikatakan sebagai ayah.
"Bintang nggak perlu takut lagi ya sekarang ada Om Rangga yang akan ngejagain Bintang dan Bulan," ucap Rangga.
"Om Rangga kapan kita bisa satu rumah, aku aman kalau ada om Rangga," ucap aman Bintang.
"Sebentar lagi sayang sebentar lagi Om akan menjadi Papah kamu dan akan menjadi pelindung kamu kita tinggal di rumah yang sama ya," ucap Rangga.
__ADS_1
"Bener kan Om Rangga nggak bohong kan," tanya Bintang.
"Bener sayang," ucap Rani.
Bintang tersenyum ia merasa sangat lelah dan akhirnya tertidur dalam pangkuan sang ibu, lalu Rani berbicara dengan Rangga.
"Makasih banyak ya Mas, sudah mau membantu mencari Bintang dan kamu sudah melakukan yang terbaik untuk bintang," ucap Rani.
"Sama-sama Ran, Bintang akan menjadi anakku juga jadi aku akan melindunginya, sudah Ran hapus air matamu Jangan terus menangis, dua hari lagi loh Kita menikah masa nanti pas nikah mata kamu sembab," ucap Rangga.
"Nanti kan di bisa di make up Mas nanti ketutupan sebabnya," ucap Rani.
"Sudah pokoknya kamu jangan khawatir lagi mulai malam ini Mas akan memberikan penjagaan ketat di rumah kamu, Mas nggak mau kejadian seperti ini terulang kembali," ucap Rangga.
Rani benar-benar terharu ia menitikkan air matanya dan berterima kasih kepada Rangga, iya tak menyangka Jika masih ada orang yang tulus menyayanginya setelah apa yang ia lewati di masa lalu yang begitu pedih dan menyakitkan hatinya.
"Terimakasih Mas, terima kasih sudah hadir dalam hidupku, terima kasih atas segala perhatianmu untukku dan kedua anakku, jika kita menikah nanti aku janji akan jadi istri yang baik untuk kamu," ucap Rani.
Rangga tersenyum lalu mengeluh surai panjang milik Rani.
"Aku melakukan ini semua karena aku menyayangi kamu dan kedua anak kamu, aku juga akan berusaha menjadi suami yang baik buat kamu dan juga aja yang baik buat anak-anak kita, Aku berharap kamu menerima segala kekurangan aku," ucap Rangga.
Rangga melihat bintang yang sudah tertidur pulas Di pangkuan Rani Ia pun mendekatkan wajahnya ke wajah Rani entah mengapa rasanya ingin sangat mencium Rani.
"Kita sudah sampai pak," ucap sopir mengagetkan Rangga.
Rangga dan Rani keluar dari mobil dan menuju rumah namun Rani terkejut karena di rumahnya begitu banyak orang.
"Ada apa ini?" tanya Rani.
__ADS_1