
"Paket dari siapa Mas?" tanya Rani.
"Gak tau sayang gak ada nama penhgirimnya," jawab Rangga.
Rangga membuka paket tersebut di hadapan istrinya, Rani hanya memperhatikan sambil terus mengawasi kedua anaknya yang sedang bercanda gurau.
Sekekika senyum Rangga terbit saat melihat isi dari paket tersebut.
"Sepertinya ini kado untuk kamu sayang," ucap Rangga.
"Emang isinya apa Mas?" tanya Rani penasaran.
Rangga langsung memberikan paket tersebut kepada Rani sambil tersenyum.
"Kamu lihat saja sendiri," ucap Rangga.
Rani yang penasaran pun membuka bingkisan itu dan melihat isinya, seketika wajah Rani memerah membuat Rangga tersenyum gemas.
"Nanti malam pake salah satunya ya sayang," ucap Rangga.
"Engga ah aku malu Mas pake baju ini sama aja kaya ga pake baju," ucap Rani dengan wajah merah seperti tomat menahan malu.
"Kok malu sih, kan yang lihat cuma aku sendiri, suami kamu, emangnya kamu belum pernah menggunakan baju seperti ini?" tanya Rangga.
Rani menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan suaminya, entah siapa yang mengirim lingerie itu untuknya, bukan hanya satu warna tapi ada beberapa jenis warna dengan model yang berbeda, Rani memang belum pernah memakai pakaian seperti itu tapi dia tau itu pakaian dinas untuk istri di atas ranjang.
"Waktu sama mantan suami kamu belum pernah pakai baju kaya gini?" tanya Rangga.
"Baju ini meskipun hanya memerlukan sedikit bahan untuk membuatnya pasti harganya mahal Mas, jangankan pakaian mahal seperti ini beli daster harga tiga puluh lima ribu saja aku setahun sekali," ucap Rani mengenang masa tersulit dalam hidupnya.
__ADS_1
Rangga membelai pipi Rani lalu ia memciumnya.
"Apa kamu ingin ke mall untuk beli baju atau kebutuhan lain? kalau iya ayo sekarang Mas antar," ucap Rangga.
"Enggak Mas kalau sekarang baju dan keperluanku masih banyak tersedia di lemari," ucap Rani menolak ajakan suaminya.
"Kapanpun kamu ingin membeli sesuatu katakan pada Mas, Mas akan membelikannya untukmu," ucap Rangga.
"Terimakasih Mas," ucap Rani.
"Kok udah bilang makasih aja padahal Mas belum kasih apa-apa buat kamu," ucap Rangga.
"Tapi Mas sudah ada niat untuk menyenangkan aku, itu makanya aku berterimakasih sama Mas," jawab rani.
"Anak-anak biasa tidur jam berapa?" tanya Rangga.
"Bentar Lagi tidur Mas," ucap rani.
Rani menggelengkan kepala tak percaya jika suaminya sangat berbeda saat berada berdua saja dengannya bisa menjadi lelaki yang genit, padahal jika di luar dia sosok yang irit bicara dan terkenal dingin.
***
Sementara di sisi lain
Riska sedang tertawa senang di kamar berdua dengan suaminya.
"Kenapa kamu tertawa sendiri seperti itu dek?" tanya Faiz.
"Aku lagi nebayangin muka kak Rani pas ngebuka kiriman paket dari aku Mas," ucap Riska.
__ADS_1
"Emang kamu kirim apa ke kak Rani?" tanya Faiz.
"Aku kirim beberapa lingerie dengan berbagai model dan warna berbeda Mas, kamu tau gak, kak Rani itu oranagnya pemalu, dan datar,gak kebayang gimana malunya dia pas di suruh pake lingerie sama suaminya," ucap Riska sambil terkekeh.
Faiz menggelengkan kepalanya dan mengacak rambut istrinya karna gemas dengan kelakuan jahil istrinya kepada kakaknya, Riska memang sangat berbeda dengan Rani, JIka Rani wanita tegar namun tak banyak bicara dan penuh tanggung jawab, sikapnya yang anggun sejak masih gadis, sedangkan Riska anak periang, suka bicara ceplas ceplos, jahil, namun selalu ada di garda terdepan jika ada orang yang mencari gara-gara pada keluarganya.
Sikap Riska yang seperti itu yang membuat hidup Faiz yang tadinya kaku kini terasa mencair dan penuh Warna, namun meski demikian Riska tetap istri yang baik yang patuh pada suami dan mudah di bimbing oleh suaminya.
"Doakan agar keluargamu selalu bahagia, Mas yakin pak Rangga akan memperlakukan Kak Rani dengan baik, meskipun mereka pernah gagal dalam rumah tangga, tapi kegagalan tersebut bukan kesalahan mereka.
" ucap faiz.
"Iya Mas doa adalah nomor satu, aku lega kak Rani pisah dengan bang Ridwan lalu menikah dengan Mas Rangga, semoga Ms Rangga jodoh terakhir kak rani, dan mereka jadi keluarga bahagia saling melengkapi kekurangansaatu sama lain," ucap Riska panajng lebar.
"Aamiin ... yaudah sekarang kita bobo yuk,urtun juga harus istirahat kan besok jadwal periksa kebidan," ucap Faiz menguingatkan.
"Makasih Mas," ucap riska.
"Makasih untuk apa?" tanya Faiz.
"Makasih sudah menjadikan aku istrimu, makasih selalu membimbing aku menjadi manusia yang lebih baik, Makasih untuk segala aperhatian dan kasih sayang yang kamu berikan kepadaku, aku merasa kasmaran tiap hari sama kamu mas," ucap Riska.
"Sama-sama dek. memang tugas seorang suami membimbing, menyayangi dan mencintai istriny," ucap Faiz.
Lelaki tampaan itu mencium kening istrinya lalu merebahkan tubuh di atas kasur berukuran king size, dan mereka pun terlelap bersama dalam pelukan.
***
Di sisi lain Weni yang baru saja selesai melayani om Hans di atas ranjang kini tengah mengotak -atik handphone nya, melihat sebuah pesan masuk dari mami ina.
__ADS_1
"Yes akhirnya ada langkah awal aku bisa mendekati pak Rangga," gumam Weni yang sedang merebahkan tubuh polos tanpa busana di samping lelaki paruh baya yang sedang mendengkur.