
Rani tak menjawab ucapan Rangga, ia meninggalkan lelaki tampan pemilik pabrik garmen tersebut.
Angga hanya tersenyum menyaksikan kepergian Rani yang meninggalkannya begitu saja.
"Maafkan Rani ya nak Rangga, dia selalu seperti itu jika membahas soal pernikahan, mungkin ia masih trauma setelah melewati petaka pernikahan yang ia alami dengan mantan suaminya," ucap emak.
"Saya yang harusnya minta maaf Bu, sekarang bukan waktu dan tempat yang tepat untuk membicarakan hal tersebut," ucap Rangga.
Rama hanya dia memperhatikan lelaki tampan yang terlihat dewasa tersebut, Rama menangkap sinyal jika lelaki tersebut memang benar menyukai kakaknya.
"Maaf boleh saya bertanya kepada bapak?" tanya Rama.
"Boleh, apa yang ingin anda tanyakan pada saya?" Rangga.
"Apa bapak benar-benar menyukai kakak saya?" tanya Rama.
Rangga tersenyum dan mengangguk menjawab ucapan adik lelaki Rani yang kini sudah dewasa tersebut.
Rama menatap tajam ke arah Rangga seakan ingin mengintrogasi lebih banyak lagi, sedangkan pandangan Rangga tetap berpusat pada Rani yang kini duduk di sebelah Riska sang pengantin.
"Sejak kapan bapak menyukai kakak saya?" tanya Rama.
"Sejak pertama kali bertemu, saya makan di warung nasi kakakmu namun dompet saya tertinggal dan kakakmu dengan baik hati mengantarkan dompet itu ke pabrik saya tanpa ada yang kurang satu pun di dalam dompet tersebut, itu membuat saya jatuh cinta padanya," Rangga berterus terang kepada Rama.
"Apa bapak tahu kakak saya janda beranak dua? lalu apa status bapak tidak mungkin bapak masih bujangan kan?" tanya Rama.
Rangga tersenyum mendengar pertanyaan dari lelaki tersebut lalu dengan tidak keberatan ia menjawab semua pertanyaan tersebut.
__ADS_1
"Saya tahu setelah kejadian itu saya menyuruh orang untuk mencari informasi tentang kakakmu, dan saya pun tahu Apa alasan Dia bercerai dengan suaminya, kamu tenang saja saya tidak punya istri saya Duda dua kali gagal menikah,"ucap Rangga.
Rangga sama sekali tidak merasa tersinggung dengan pertanyaan yang diajukan oleh Rama, karena dia yakin Apa yang dilakukan oleh Rama adalah bentuk perlindungan seorang adik kepada kakak perempuannya, apalagi Kakak perempuannya pernah gagal menikah dan pernah disakiti oleh laki-laki, pasti sebagai adik laki-laki Rama tidak ingin kejadian tersebut kembali terjadi pada kakaknya sehingga ia lebih protektif dan memilih juga memantau siapa saja yang hendak mendekati kakaknya.
"Kakak saya sepertinya masih sulit untuk membuka hati untuk laki-laki, setiap ditanya soal pernikahan dia selalu bilang tidak berpikir ke arah sana ia hanya ingin fokus membesarkan dan mendidik anaknya sampai besar," ucap Rama.
"Ya saya mengerti, saya mengaku salah telah berbicara seperti itu kepada Rani tadi, seharusnya saya tidak bicara seperti itu, lidah ini tidak dapat ditahan, saya menyukai dia kepribadiannya dan segalanya, tapi saya janji saya akan menunggu sampai dia siap membuka hatinya untuk saya dan menerima saya sebagai suaminya nanti," ucap Rangga.
Rama dan Emak tersenyum mendengar ucapan Rangga, mereka berharap Rangga bisa menjadi lelaki yang tulus menyayangi Rani dan Rangga berjodoh dengan Rani sehingga Rani mendapatkan kebahagiaan dalam rumah tangganya.
sementara itu Rani, Riska dn suaminya yang duduk bersebelahan sedang berbicara membahas Rangga juga.
"Dek kenal sama lelaki yang sekarang menggendong bulan? kok dia datang di pesta kamu?" tanya Rani.
"Itu sepertinya tamu Mas Faiz aku nggak kenal Kak," ucap Riska.
"Mas lelaki yang duduk di sebelah Rama itu tamu Mas kan?" tanya Riska.
"Iya, Pak Rangga itu teman bisnis Mas kami punya kerja sama bisnis kecil-kecilan, Kenapa kamu bertanya tentang lelaki itu?" tanya Faiz.
"Itu bukan aku Mas, tapi Kak Rani dia yang nanya," ucap Riska.
"Kak Rani kenal sama Pak Rangga? sepertinya anak Kak Rani sudah akrab ya hingga mau dipangku oleh Pak Rangga," ucap Faiz yang memperhatikan Bulan duduk dengan nyaman di pangkuan Rangga.
"Kenal iya tapi tidak dekat, aku juga bingung kenapa Bulan bisa langsung nempel sama Pak Rangga hingga minta dipangku oleh Pak Rangga," jawab Rani jujur.
"Kayanya kode dari Bulan deh kak, punya Papa baru kali tuh, Papah Rangga makanya betah di pangkuan Pak Rangga," ucap Riska terkekeh bermaksud bercanda kepada kakaknya.
__ADS_1
"Ish ... apaan sih kamu dek," ucap Rani mencerminkan bibirnya mendengar ucapan Riska yang terdengar meledek.
"Gak apa Kak Rani sama Pak Rangga sepertinya memang cocok, Pak Rangga itu duda baik dan sangat dermawan loh Kak Rani sama seperti Kak Rani yang baik dan dermawan juga," ucap Faiz menimpali ucapan istrinya.
Rani terdiam tak lagi ingin berbicara kepada adik dan juga adik iparnya tersebut, ia menjadi risih di pesta tersebut namun tetap tidak menunjukkan perasaannya demi berjalannya pesta dengan baik.
hingga pesta pun berakhir semua tamu undangan bubar keluarga Rani pun pulang ke rumah kecuali Riska yang kini tinggal bersama suami dan mertuanya.
"Ah, akhirnya sampai rumah juga," ucap Rani merasa lega.
rasanya sangat melelahkan hari ini walaupun di pesta dia hanya duduk dan menyalami tamu saja.
Bintang dan Bulan sudah tertidur, lalu Rani merebahkan tubuhnya di samping kedua anaknya.
"Sayang, Ibu rasa ibu sanggup walaupun selamanya menjadi single parent untuk kalian, ibu belum siap untuk menikah dan memberikan kalian Papah baru sayang," gumam Rani lalu mengecup kening kedua anaknya.
Rani pun tertidur di samping tubuh kedua anaknya hingga pagi menyapa seperti biasa Rani memasak dan bersiap untuk berjualan, setelah semuanya siap Rani pun membuka warung nasinya bersama karyawannya seperti biasa.
Tepat pukul 12.00 siang ada seorang kurir yang datang ke warung nasi Rani dan memberikan paket yang besar kepada Rani.
"Untuk siapa ini Mas?"minyak Rani kepada kurir.
"Disini tertulis nama penerimanya ibu Rani," ucap kurir tersebut.
"Tapi saya tidak merasa memesan apa-apa Mas," ucap Rani yang kebingungan.
"Saya. juga nggak tahu Mbak saya kan hanya bertugas untuk mengantarkan saja sesuai dengan alamat dan nama penerima yang tertera di paket ini, mohon diterima ya Mbak karena saya masih banyak paket yang harus saya antarkan lagi," ucap kurir tersebut.
__ADS_1
Dengan terpaksa Rani menerima paket tersebut walaupun dia bingung siapa pengirimnya dan Apa isi di dalam paket tersebut karena paket tersebut cukup besar.