Petaka Pernikahan

Petaka Pernikahan
Perusak kesenangan


__ADS_3

"Siapa dia Rangga?" tanya Mama Indah saat melihat wanita seksi mendekati anaknya.


"Kenalkan tante nama saya Weni," ucap wanita seksi itu mengeluarkan tangannya kepada Mama Indah.


Mama Indah tak menyambut uluran tangan tersebut ia melihat dan memperhatikan tangan untuk itu menggunakan cat kuku penampilan wanita yang sangat seksi itu membuat Mama Indah risih.


anakku kenal di mana dengan wanita seperti ini sih, gumam mama Indah dalam hati.


Mama Indah kembali mencari cincin yang cocok untuk calon menantunya lalu ia melihat satu buah cincin dengan satu permata di atasnya begitu elegan dan indah sepertinya cocok untuk calon menantunya.


"Rangga coba lihat sini mama suka sama cincin ini sepertinya cocok untuk kepribadian Rani yang sangat simpel dan elegan," ucap Mama Indah.


"Oh iya Mah aku juga suka cantik dan simple cocok sih buat Rani," ucap Rangga.


Weni yang mendengar nama wanita yang tidak asing di telinganya disebut-sebut oleh Rangga dan mamanya pun menjadi penasaran.


"Rani? nama calon istri pak Rangga itu Rani?" tanya Weni penasaran.


"Iya betul sebentar lagi anak saya akan menikah dan calon istrinya namanya Rani orangnya cantik sopan dan solehah," ucap Mama indah.


Weni terdiam ia menyadari bahwa Mama Indah terlihat tidak menyukainya dan dalam hatinya bertanya-tanya Rani yang dimaksud oleh Rangga dan rumahnya apakah Rani yang ia kenal atau bukan.


sedangkan Rangga sama sekali tidak merespon Weni sejak kehadirannya, mereka kenal di suatu tempat karaoke saat itu Rangga mengikuti pesta yang diadakan oleh koleganya dan Weni adalah pemandu karaoke di sana Rangga hanya ikut pesta tersebut sebentar saja namun sepertinya Weni sudah tertarik dengan ketampanan Rangga sejak pertama mereka bertemu sedangkan Rangga sama sekali tidak memperhatikan Weni apalagi mengenalnya hanya saja Weni yang sok akrab.


"Mbak tolong buatkan cincin ini persis seperti ini ya pasangan terus di dalamnya nanti ditulis nama calon istri saya," ucap Rangga.


"Baik Pak mau nama atau mau diisi inisial bapak dan calon istri bapak?" tanya pelayan toko perhiasan tersebut.


"sepertinya ini saya lebih simpel ya boleh R&R," ucap Rangga.

__ADS_1


"Baik pak, untuk masalah pembayarannya boleh di DP dulu nanti setelah selesai baru sisanya," ucap pelayan toko tersebut.


"Saya bayar full saja sekarang," ucap Rangga membuat pelayan toko tersenyum senang Rangga pun melakukan transaksi pembayaran tersebut setelah itu ia mengajak mamanya pergi dari tempat penjualan perhiasan tersebut.


"Mama mau ke mana lagi setelah ini?" tanya Rangga.


"Ke toko mainan anak-anak yuk kok kamu mendadak ingin memberikan mainan untuk calon cucu mama," ucap Mama Indah.


Rangga mengangguk lalu mereka pun pergi dari toko perhiasan tersebut meninggalkan Weni Yang Tidak dianggap sama sekali oleh mereka, Weni hanya bisa melihat dan memperhatikan kepergian Rangga beserta mamanya.


"Nggak itu nggak mungkin Rani mantan istrinya Ridwan, pasti itu orang yang lain nggak mungkin Rani kenal sama Kak Rangga mereka jelas beda level," gumam Weni.


Sedangkan Mama indah masih menunjukkan raut wajah tidak senang kepada anaknya hal itu membuat Rangga menjadi bertanya.


"Mama kenapa sih kok mukanya bete gitu?" tanya Rangga.


"Gimana nggak bete kamu disamperin sama perempuan jadi jadian kayak gitu, Kamu kenal di mana sih sama perempuan kayak gitu?" tanya Mama indah.


"Oh kirain Mama kamu kenal deket sama perempuan kayak gitu, Mama nggak suka penampilannya terlalu seksi nggak sopan," ucap Mama indah.


"iya aku juga nggak suka mah aku sukanya yang kayak Rani kan," ucap Rangga membuat Mama Indah terkekeh.


mereka pun akhirnya membeli mainan untuk kedua anak Rani yaitu Bulan dan Bintang.


Setelah mendapatkan mainan yang mereka suka akhirnya mereka kembali memasuki mobil dan bergegas menuju rumah Rani untuk memberikan mainan tersebut kepada kedua anak Rani.


mobil yang dikendarai Rangga melaju membelah macetnya Jalan ibukota, hingga beberapa jam kemudian mereka sudah tiba di depan halaman rumah Rani.


Rumah Rani termasuk kampung yang dikelilingi perumahan, sehingga masih masuk mobil untuk sampai ke depan rumah Rani.

__ADS_1


Mamah Indah turun dari mobil dan membawa mainan untuk kedua anak Rani.


"Assalamualaikum," ucap Mama indah dan Rangga bersamaan.


"Waalaikumsalam," jawab Emak dan satu orang pekerja yang membantu mengurus rumah Rani juga membantu menjaga anak Rani yang masih kecil.


Emak membukakan pintu dan melihat tamu yang datang ia begitu terkejut karena calon besarnya yang datang tanpa mengabari.


"Nak Rangga Bu Indah ayo masuk kok datang ke sini nggak bilang-bilang dulu sih, saya kan jadi belum menyiapkan apa-apa untuk menyambut tamu nih," ucap emak mempersilahkan Rangga dan mamahnya masuk.


"Kami lupa mengabari lagian kami ke sini datang mau memberikan mainan-mainan ini kepada anaknya Rani," ucap Mama Indah.


"Ya Allah Bu ini mainannya banyak banget buat anak-anak saya jadi nggak enak merepotkan ibu dan Rangga," ucap Emak saat melihat mainan yang dibelikan oleh calon besannya.


"Enggak merepotkan kok Bu justru saya yang ingin memberikan untuk mereka," ucap Mama Indah.


"Terima kasih ya bu saya yakin cucu cucu saya pasti pada senang lihat mainan ini, saya permisi buatkan minuman dan juga memanggilkan Rani dulu ya Dia sedang ada di warung nasi biasa kalau jam segini masih melayani pelanggan," ucap Emak.


Rangga dan mama Indah pun mengangguk lalu Emak manggil kan Rani dan Rani pun membuat minuman dan membawa cemilan untuk Rangga dan mamahnya.


Apa yang dikatakan oleh emak benar-benar terjadi kedua anak Rani sangat menyukai mainan yang diberikan oleh Rangga dan mamahnya.


"Mereka anak-anak pintar ya menggemaskan sekali," ucap Mama Indah menatap kedua anak yang sedang bermain dengan mainan yang baru saja ia belikan.


"Iya, Alhamdulillah anak-anak Rani ini pintar dan menggemaskan dan juga sangat pengertian kepada ibunya meskipun ibunya sibuk di warung nasi mereka tidak pernah rewel dengan saya dan penjaganya, apalagi Bintang sebagai seorang kakak ia sudah menunjukkan rasa peduli dan ingin melindungi adiknya meskipun ia masih kecil," ucap Emak.


"Wah, itu pasti pola Didik ibu dan neneknya yang baik hingga bisa mengembangkan karakter baik kepada kedua anak ini," ucap Mama Indah.


Saat mereka sedang berbincang Bintang minta izin untuk main mobilan di depan rumahnya, Rani dan Emak mengizinkan karena memang anak itu tidak pernah bermain jauh hanya sekedar di depan rumah saja namun ketika mereka sedang berbicara tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan dari Bintang.

__ADS_1


"Gak mau ... Ibu tolong aku aku nggak mau dibawa," teriak Bintang.


otomatis semua orang yang ada di ruangan tersebut terkejut dan berlari ke arah Bintang Rani begitu terkejut saat melihat apa yang ada di hadapannya dan apa yang terjadi pada Bintang.


__ADS_2