
"*Hallo,"
"Hallo assalamualaikum Kak Rani ini aku Riska Aku minta tolong dong catetin resep ayam gulai, Mas Faiz minta dibuatin ayam gulai dan Aku kan belum pernah masak kayak gitu aku jadi nggak tahu gimana resepnya Kak," ucap Riska di balik sambungan telepon.
"Oh jadi kamu nelpon minta resep ayam gulai itu sih gampang Riska," ucap Rani Seraya menyebutkan apa saja bumbu-bumbu dari ayam gulai dan juga menyebutkan cara-cara memasak ayam gulai.
"Iya bagi Kakak gampang tapi bagi aku nggak gampang Kak aku kan bisanya cuma masak ayam goreng telur goreng mie instan kalau masakan yang berbumbu-bumbu gitu kan aku belum pernah," ucap Riska*.
Riska memang berbeda dengan Rani, ia tidak pandai memasak seperti Rani, selama ini setelah lulus sekolah ia langsung melamar pekerjaan dan yang mengurus dapur adalah emak, Riska sibuk bekerja sehingga tidak pernah belajar untuk memasak namun bukan berarti Riska malas.
ketika sudah menikah dan suaminya meminta masakan tersebut semampu Riska ia berusaha untuk menuruti keinginan suaminya Ia pun berusaha memberikan masakan yang terbaik untuk suaminya seringkali Riska menelepon Rani hanya untuk meminta resep masakan walaupun itu hanya masakan sederhana dan selalu sang Kakak pun tidak keberatan memberikan resep masakan kepada adiknya.
"*Kemarin aku masak rendang Kak tapi kok rasanya beda ya sama yang kakak masak," ucap Riska.
"Namanya juga baru pemula dek nanti kalau kamu sudah terbiasa masak kamu akan tahu bagaimana cara mengolah bumbu dengan baik memberikan garam atau penyedap rasa yang tepat nanti kamu akan terbiasa dan masakan kamu juga pasti akan enak seperti yang kakak masak," ucap Rani.
"Tahu gitu aku dari dulu aja ya belajar masak sama kakak, aku kasihan sama Mas Faiz dia itu baik banget sama aku tapi aku belum bisa menjadi istri yang baik buat dia," ucap Riska merasa insecure kepada suaminya sendiri.
"Kan dari dulu kakak udah bilang kamu belajar masak nanti pas sudah nikah jadinya enak sudah terbiasa, kamunya ngeyel katanya nanti kalau udah nikah terus dapat suami kaya asisten rumah tangga aja untuk masak," ucap Rani terkekeh mengingat ucapan adiknya dulu saat dinasehati oleh Rani.
"Ya sebenarnya di rumah Ini juga udah ada asisten rumah tangga Kak, Mas Faiz baik banget Dia nggak mau aku kecapean, tapi justru dari kebaikannya itu aku malah merasa ingin menjadi istri yang baik buat dia juga jadi biar dia nggak nyesel gitu punya istri kayak aku Kak masa udah punya suami baik akunya nggak bisa ngasih apa-apa ke dia, seenggaknya aku bisa memasak makanan yang enak buat dia memanjakan perut dia gitu loh kak, aku nyesel dengan perkataanku dulu yang tidak menurut ucapan kakak," ucap Riska*.
__ADS_1
Rani tersenyum mendengar ucapan adiknya, iya bernapas lega adiknya memiliki suami yang baik yang menyayangi dan melindungi Riska tidak seperti Ridwan mantan suaminya.
"*Alhamdulillah kamu dikasih suami yang baik sama Allah maka kamu juga harus menjadi istri yang baik untuk dia, tetap belajar ya nggak usah sungkan bertanya sama kakak masalah resep makanan tapi kalau masalah lain ya Kakak nggak bisa bantu," ucap Rani.
"Iya Kak Alhamdulillah aku bersyukur Allah memberikan aku suami sebaiknya Faiz meskipun aku bukan wanita sholehah, Mas Faiz juga selalu membimbing aku tentang agama setiap malam habis magrib dia akan mengajari aku hafalan Alquran sekarang aku punya tugas menghafal Kak, aku juga sudah memantapkan hatiku untuk memakai jilbab Aku tidak mau suamiku, almarhum bapak dan juga Rama tershared dalam api neraka karena aku lalai tidak menutup auratku," ucap Riska*.
Hati Rani terenyuh mendengar ucapan Riska, adiknya benar-benar beruntung memiliki suami baik dan juga solehah yang bisa menuntun adiknya menjadi wanita yang lebih baik.
"*Aku doain semoga Kakak bisa dapat jodoh seperti Mas Faiz yang sholeh baik dan bisa membimbing Kakak menuju surganya Allah," ucap Riska.
"Aamiin, Ya Allah damai banget mau dengar ucapan adik aku ini, belum ada sebulan menikah dengan Faiz kamu sangat berubah dek ucapanmu membuat adem hati kakak," ucap Rani.
"Hehehe ... ini berkat bimbingan Mas Faiz ka, makanya kalau ada lelaki yang sholeh dan baik melamar Kakak, Kakak jangan tolak insya Allah dia akan membawa kedamaian dalam hidup Kakak, apalagi kalau lelaki itu mau menerima anak-anak kakak pasti anak-anak Kakak dibimbing menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah," ucap Riska.
"Aamiin, ucapan adalah doa Kak siapa tahu ada malaikat lewat terus ucapan Kakak dicatat lalu dikabulkan oleh Allah," ucap Riska*.
Rani hanya tersenyum menanggapi ucapan adiknya karena ia pikir di mana ada lelaki tampan mapan namun tidak bisa punya anak itu hanya ada di dalam imajinasi Rani sendiri.
setelah lama berbincang dengan adiknya sambungan telepon tersebut pun dimatikan oleh Riska karena Riska akan memaksakan ayam gulai permintaan suaminya sebelum suaminya pulang bekerja.
sedangkan Rani kembali berkutat di warung nasi miliknya sampai sore hari, makanan di warung nasi itu sudah habis dan Rani pun menutup warung nasi tersebut.
__ADS_1
"Dinda, Gimana sekolahnya Diki, apa ga ada biaya yang harus di keluarkan? beberapa bulan ini kamu ga ada konfirmasi apa sama saya," ucap Rani.
Rani memang membiayai sekolah Diki di Madrasah ibtidaiyah terdekat dengan rumahnya.
"Kemarin abis beli buku LKS 150.000. tapi karna aku ada uang gajian jadi pake uang gajian aku Bu," ucap Dinda.
"Loh kok pake uang kamu sih, Dinda dengar ya saya sudah komitmen biaya sekolah Diki akan saya tanggung sampai dia lulus SMA," ucap Rani.
"Saya merasa tidak enak selalu merepotkan ibu," ucap Dinda dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan merasa seperti itu Dinda, kamu anggap saya seperti ibu atau kakakmu sendiri, kamu dan adikmu anak yatim piatu maka menyantuni kalian adalah kewajiban orang mampu, meskipun saya tidak kaya tapi insyaallah saya mampu untuk membiayai adik kamu, saya tidak ingin ada yang putus sekolah karna masalah ekonomi seperti saya dulu," ucap Rani.
Dinda menangis dan memeluk Rani, ia bersyukur kepada Allah telah mempertemukan dengan wanita berhati malaikat seperti Rani.
"Tugas kamu hanya mendoakan saya, agar rejeki saya lancar dan bisa terus membiayai adik kamu, karna doa anak yatim yang Soleh dan Soleha langsung menembus langit dan di kabulkan oleh Allah," ucap Rani.
"Iya saya selalu doakan semua yang terbaik untuk ibu, rejeki ibu, kesehatan, keberkahan, kebahagiaan dan juga jodoh terbaik untuk ibu," ucap Dinda.
Rani tersenyum mendengar ucapan Dinda, entah mengapa dari mulai Riska dan sekarang Dinda selalu membahas soal jodoh.
setelah selesai merapikan warung nasi yang sudah tutup Rani pun Mandi dan langsung bermain dengan kedua anaknya.
__ADS_1
saat asyik bercengkerama dengan kedua anaknya ada tamu datang ke rumah Rani.
"Assalamualaikum,"