Petaka Pernikahan

Petaka Pernikahan
Rencana Weni


__ADS_3

"Aku tidak rela lelaki setampan dan sekaya Rangga menikah dengan wanita kampung seperti Rani," ucap wanita cantik yang tak lain adalah Weni.


Weni mengenal Rangga dari beberapa kali pertemuan saat rekan bisnis Rangga mengadakan pesta, Weni dan teman-temannya menjadi pelayan sekaligus wanita penghibur.


Weni melihat Rangga berbeda dengan lelaki lain yang mata keranjang,  Weni merasa tertarik dan merasa tertantang untuk mendapatkan Rangga.


"Apa kau mengenal istrinya?" tanya cindy temannya.


Weni mengagguk lalu merobek foto di tangannya, ia tak menyangka Rani mantan istri Ridwan yang dulu gemuk, kusam dan tak terawat kini menjelma menjadi wanita cantik dan beruntung menikah dengan pengusaha tampan, beberapa kali Weni berusaha menggoda Rangga namun usahanya tak berhasil, jangankan tergoda oleh Weni melirikpun tidak,


"Cantik dan tampan mereka serasi," ucap Cindy.


"Aku jauh lebih cantik dan menarik dari wanita kampung itu," ucap Weni percaya diri.


Cindy mengerutkan keningnya mendengar ucapan teman seprofesinya.


"Apakah kau sedang berharap berada di posisi wanita itu? menjadi istri seorang pengusaha?" tanya Cindy.


"Iya, apa harapanku salah," ucap Weni.


Hahahaha ....


"Weni berkacalah, apa kau lupa siapa kamu, siapa kita? wanita penghibur seperti kita mana mungkin bisa menjadi istri sah seorang pengusaha, paling bagus di jadikan simpanan seperti Amel yang menjadi simpanan om Niko bertahun-tahun hidup di biayai oleh om Niko tapi om Niko tak pernah mau menjadikannya istri sah," ucap Cindy mengungkap fakta yang terjadi di dunia mereka.


Weni mendengus kesal mendengar ucapan Cindy, lalu pergi meninggalkan Cindy berjalan menuju kamarnya.


"Aku mau mendapatkannya bagaimanapun caranya," gumam Weni.


Tok ... tok ... tok ...

__ADS_1


Pintu kamar Weni diketuk seseorang dan ternyata itu Mami Ina.


"Ada apa Mami?" tanya Weni.


"Om Hans tadi menghubungi Mami, dia menginginkanmu lagi malam ini, bersiaplah berikan service terbaik malam ini untuknya, kau tau dia selalu memberikan tips yang besar untukmu," ucap Mami Ina.


Weni mengangguk kini sudah menjadi pekerjaanyaa melayani Hasrat para lelaki hidung belang, semenjak pergi meninggalkan Ridwan ia kembali mencari pekerjaan dan bertemu dangan mami Ina, hingga saat ini ia menikmati pekerjaan itu sendiri karna uang yang cukup banyak ia hasilkan setiap kali melayani lelaki hidung belang.


"Mami," panggil Weni.


"ya ada apa sayang?" tanya mami Ina.


"Aku ingin memilii suami orang kaya, maksudku maukah Mami membantuku untuk menjerat seorang lelaki kaya," ucap Weni.


Mami Ina tersenyum lalu masuk kedalam kamar Weni dan duduk di ujung ranjang.


"Mudah saja, Mami selalu bersedia  membantu orang asalkan ada imbalannya, dan jika kamu sudah bersuami nanti artinya kamu tidak bisa kerja di sini lagi, maka kamu harus membayar uang konfensasi pada Mami," ucap Mami Ina.


"Siapa targetmu?" tanya mami Ina.


"Pak Rangga," ucap Weni,


"Wah dia baru menikah kemarin loh, istrinya cantik dan katanya juga wanita mandiri," ucap Mami Ina.


"Saya gak perduli Mi, saya tetap mau pak Rangga tidak masalah jika saya di jadikan yang kedua," ucap weni.


"Berat kalau ini, pak Rangga terkenal dingin sama perempuan, tapi  Mami akan tetap usahakan," ucap Mami Ina.


Weni tersenyum licik, ia benar-benar bermimpi memiliki lelaki tampan itu.

__ADS_1


***


Disisi lain hari pertama Rani menginjakan kaki di rumah suaminyaa, Bintang menempati  kamar sendiri, di smping kamar Rani dan Rangga sedangkan Bulan satu kamar dengan Rani dan Rangga hanya saja di tempat tidur yang berbeda.


"Sayang knalkan ini bi Surti, orang yang sudah lama bekerja membereskan rumahku, dan mang jajang suaminya jadi tukang kebun di sini, ini pak Jajat sopir pribadi aku sekarang dia bawa istrinya kerja di sini juga nanti dia bantu kamu ngurus anak-anak," ucap Rangga.


"Mas untuk jaga anak-anak aku bisa sendiri kok, kan aku sekarang udah gak kerja," ucap Rani.


"Gak apa-apa sayang Mas gak mau nangti kamu kecapean, jarak umur Bintang dn Bulan kan berbeda sedikit pasti sangat lelah menjaga mereka yang sedang aktif, nanti kalau akmu kelelahan ga bisa maksimal melayani mas di atas ranjang," ucap Rangga.


Rani melebarkan bola matanya dan mencubit pinggang suaminya sat mendengar suaminya mengatakan hal seperti itu di depan para pekerja rumahnhya.


"Mas ngomongnya gak di filter ih, malu banyak orang." ucap Rani.


"Gak usah malu sama mereka sayang, kan kita ini suami istri yang sah di mata hukum negara dan agama," ucap Rangga.


"Ya tetap aja malu Mas," ucap Rani.


Rangga tersenyum gemas melihat tingkah Rani yang malu malu, meskipun sudah memiliki anak dua Rani tetap seperti anak ABG yang sedang kasmaran malu-malu.


Rangga menjadi suami yang pengertian dan menyayangi istri dan anak dengan tulus membuat Rani merasa sangat bersyukur, setelh apa yang ia lalui di masa lalu kini Tuhan menggantinya dengan sebuah kebahagiaan.


Rani yang dulu tidak mendapatkan kasinh sayang dari suami kini mendapatkannya dari Rangga, BUlan dan Bintang yang tak mendapatkan kasih sayang seorang ayah kini mendapatkannya dari Rangga.


Setelah memperkenalkan Rani kepada orang-orang yang bekerja di rumahnya kini Rangga ,Rani dan kedua anaknya tenmgah bersantai di ruang tv.


"Permisi pak ini ada paket katanya untuk bapak," ucap mang Jajang seraya memberikan sebuah paket berukuran sedang.


Rangga menerima paket tersebut dan mencari nama pengirimnya namun tak menemukannya.

__ADS_1


"Paket dari siapa Mas?" tanya Rani.


"Mas juga gak taau, gak ada nama pengirimnya," ucap Rangga,


__ADS_2